Berita Viral
Temuan Mengejutkan di Dalam Mobil Calya yang Dikejar Massa, Senjata Api Mainan hingga 4 Pelat Nomor!
HM, pengemudi mobil Toyota Calya yang melawan arah di Gunung Sahari itu ternyata membawa dua senjata tajam jenis golok dan badik saat berkendara.
Editor: Amir M
Satu sepeda motor milik warga mengalami kerusakan pada bagian depan dan bodi samping kanan.
Sementara mobil Toyota Calya itu mengalami kerusakan pada bodi samping kanan serta kaca belakang pecah.
Sosok pengemudi Toyota Calya hitam yang lawan arah
HM, pengemudi mobil Toyota Calya hitam yang melawan arah di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, ternyata baru tiba di Ibu Kota.
Ia hendak menuju Ancol, Jakarta Utara.
"Informasinya demikian.
Ya, informasinya (pengemudi) baru sampai di Jakarta ingin menuju ke Ancol," ujar Kombes Komarudin.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Polres Metro Jakarta Pusat, HM merupakan pria asal Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Baca juga: Pengemudi Calya Lawan Arus di Jakarta Pusat Terungkap, Warga Sidoarjo dan Urine Negatif
Ada 4 penumpang termasuk balita
Mobil Toyota Calya hitam yang melawan arah dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, ternyata membawa seorang anak balita dan dua perempuan.
Informasi tersebut diungkapkan saksi mata yang berada di lokasi saat kejadian.
Wawa (53), warga RT 10/RW 04 Kelurahan Pasar Baru, Jakarta Pusat, mengatakan, saat peristiwa terjadi ia sedang memancing di Kali Ciliwung yang berada di samping Jalan Gunung Sahari.
Ia kemudian mendengar keramaian disertai suara tembakan peringatan, lalu bergegas menuju lokasi.
Di sana, ia melihat mobil hitam tersebut dikejar warga.
Menurut dia, di dalam mobil terdapat seorang ibu berhijab cokelat yang duduk di kursi belakang, seorang perempuan lain di kursi tengah, serta seorang anak balita laki-laki sekitar usia tiga tahun.
Sementara pengemudi duduk sendiri di kursi depan.
"Di situ sudah langsung banyak orang-orang yang udah pada mukulin (mobil).
Ada yang mukul pakai bata lah, ada yang mukul pakai helm lah, ya kan.
Ibu-ibu itu langsung dikeluarin tuh, dikeluarin dari mobil ya," ujar Wawa kepada wartawan saat dijumpai di Jalan Pasar Baru Timur, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2026).
"Soalnya sudah kelihatan ada ibu-ibu di dalam, jadi dikeluarin sama ada satu wanita, ya kan dikeluarin juga," lanjutnya.
Wawa menuturkan, balita tersebut sudah menangis dan berteriak saat dikeluarkan dari mobil.
Anak itu tampak digendong oleh perempuan berhijab cokelat menuju mobil patroli polisi.
Ketiganya kemudian diamankan oleh dua petugas dan dibawa menggunakan mobil patroli.
Saat itu, kata dia, kaca belakang dan samping kiri mobil sudah dalam kondisi pecah.
"Sementara pengemudi mobil sudah enggak bisa apa-apa, sudah diem aja," ungkapnya.
"Polisi lainnya kemudian masuk mobil dan mengamankan pengemudi.
Lalu mobil hitam diamankan polisi lainnya," lanjut Wawa.
Menurut dia, total terdapat empat orang di dalam mobil tersebut.
"Total penumpangnya empat.
Ibu-ibu, sama wanita, sama anak kecil, terus sama yang pengemudinya," katanya.
Ia juga sempat melihat perempuan berhijab cokelat berteriak bahwa tas miliknya tertinggal di dalam mobil.
Perempuan tersebut kemudian kembali menghampiri mobil untuk mengambil tas sebelum kembali ke mobil patroli.
"Tas yang diambil tas perempuan.
Lalu langsung dibawa ke mobil polisi lagi," tambah Wawa.
Setelah itu, polisi membawa pengemudi dan ketiga penumpang menggunakan kendaraan terpisah.
Dites urine
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan, pengemudi mobil Toyota Calya menjalani tes urine di Mapolres Metro Jakarta Pusat, malam.
Tes urine dilakukan usai pengemudi berinsial HM itu dibawa ke kantor polisi.
"Kami lakukan pengecekan khususnya tes urine maupun cek kesehatan terhadap pengemudi," ujarnya.
"Apakah ada indikasi menggunakan barang-barang yang dilarang atau berdampak di dalam hal membuat pengemudi jadi ugal-ugalan atau lalai dalam melaksanakan ataupun menjalani kendaraannya tersebut," jelas Reynold.
Hasil tes urine terhadap HM telah keluar.
Kasatlantas Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Arry Setyo Utomo, mengatakan, hasilnya menunjukkan negatif
"Hasil tes urine (pengemudi) negatif," ujar Arry saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Pengemudi takut ditilang polisi
Pengemudi mobil Toyota Calya hitam mengaku melawan arah di Gunung Sahari karena takut ditilang oleh polisi.
HM mengaku saat itu tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
"Karena saya tidak punya SIM dan tidak bawa STNK jadinya takut sama polisi.
Takutnya ditilang," kata HM dikutip Kompas TV, Kamis (26/2/2026).
Sumber: Kompas.com
| Ashari Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Mangkir, Polisi Jemput Paksa, Keberadaan Misterius |
|
|---|
| Sosok AKBP Saharudin, Rekam Warga Usai Ditegur Merokok, Serahkan Nasib Kariernya ke Tangan Propam |
|
|---|
| Curhat Terakhir Mandala, Siswa di Samarinda Diduga Meninggal karena Sepatu Kekecilan, Tahan Sakit |
|
|---|
| Merokok Sambil Nyetir, Polisi Pangkat AKBP Ngeyel saat Ditegur, Polda Kalsel Bertindak, Minta Maaf |
|
|---|
| Kasus Dugaan Pencabulan Santri di Ponpes Pati Sudah Berlangsung Lama, Manipulasi Ajaran Thoriqoh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Pengemudi-mobil-yang-viral-lawan-arah-di-Gunung-Sahari-2.jpg)