Breaking News:

Berita Viral

Suami Ditagih Miliaran Rupiah Plus Bunga, Dwi Sasetyaningtyas Pernah Pamer Banyak Aset di Indonesia

Besarnya dana yang harus dikembalikan ini membuat cuitan Tyas soal aset di tanah air ikut viral lagi.

Tayang:
Editor: Galuh Palupi

Tyas lantas menjawab pertanyaan itu dengan menyinggung aset pribadi di Indonesia.

Ia beralasan punya banyak aset di Indonesia sehingga harus tetap menjadi WNI.

"Gabisa aset atas namaku di Indonesia banyaak sekaliiii hehe," tulisnya.

Kemudian masih di unggahan yang sama, Tyas keukeuh bahwa anaknya akan diuntungkan jika memegang paspor luar.

"Justru saya bingung sama orang kaya kamu. Saya punya anak saya kasih privilege sebesar mungkin biar hidupnya di masa depan enak lah.

Faktanya paspor ijo itu NYUSAHIN, kemana-mana meski pake visa. Terima aja itu fakta," ungkapnya.

Minta Maaf

Baca juga: Curhatan Suami Dwi Sasetyaningtyas Saat Diperiksa LPDP Lewat Zoom, Sedih Karena Kelakuan Istri

Menanggapi gelombang kritik yang muncul, Dwi Sasetyaningtyas akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf melalui akun media sosialnya. Ia mengakui ucapannya telah memicu polemik dan menimbulkan salah paham di tengah masyarakat.

“Saya meminta maaf atas pernyataan saya yang menimbulkan kegaduhan dan melukai perasaan banyak pihak. Tidak ada sedikit pun niat saya untuk merendahkan bangsa sendiri. Saya bangga menjadi WNI,” tulisnya, dikutip dari Wartakotalive.om.

Ia menegaskan bahwa video tersebut merupakan ekspresi pribadi sebagai orang tua, bukan bentuk sikap terhadap Indonesia. Berikut pernyataan dan permintaan maaf lengkap dari Dwi:

"Sehubungan dengan unggahan saya sebelumnya yang memuat kalimat “cukup saya saja yang WNI, anak-anak saya jangan”, dengan ini saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat yang merasa tersakiti, tersinggung, maupun tidak nyaman atas pernyataan tersebut.

Pernyataan tersebut lahir sepenuhnya dari rasa kecewa, lelah, dan frustrasi pribadi saya sebagai Warga Negara Indonesia terhadap berbagai kondisi yang saya rasakan.

Namun, saya menyadari bahwa kekecewaan tersebut tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai perasaan banyak orang, terlebih berkaitan dengan identitas kebangsaan yang kita junjung bersama.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia.

Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik. Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya.

Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi.

Baca juga: Ditargetkan Mulai 2026, Warga Jakarta Bisa Mendapatkan Beasiswa LPDP, Peluang Kuliah di Luar Negeri 

Halaman 2/3
Tags:
Dwi SasetyaningtyasArya IwantoroLPDP
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved