Breaking News:

Berita Viral

Nestapa Balita 4 Tahun di Surabaya Dianiaya Paman dan Bibi, Dipukul Mulut dan Dada hingga Terluka

Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan hasil visum balita 4 tahun yang dianiaya paman dan bibi di Surabaya, karena rewel dianiaya.

Editor: Sinta Darmastri
Pixabay
Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan hasil visum balita 4 tahun yang dianiaya paman dan bibi di Surabaya, karena rewel dianiaya. (Ilustrasi) 
Ringkasan Berita:
  • Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan hasil visum balita 4 tahun yang dianiaya paman dan bibi di Surabaya, karena rewel dianiaya
  • Hampir di sekujur tubuh KA ditemukan jejak kekerasan
  • Yang paling memilukan adalah luka sobek di bagian dagu yang begitu dalam

 

TRIBUNTRENDS.COM - Surabaya, yang selama ini dikenal dengan predikat Kota Layak Anak, mendadak tersentak. Sebuah kisah pilu datang dari bilik kos sempit di kawasan Jalan Bangkingan, Lakarsantri. KA, seorang balita mungil berusia 4 tahun, harus menelan kenyataan pahit, rumah yang seharusnya menjadi perlindungan, justru berubah menjadi neraka kecil akibat ulah paman dan bibinya sendiri.

Jejak Kekejaman dalam Hasil Visum

Tabir gelap ini tersingkap setelah Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, membeberkan hasil visum yang menyayat hati. Tubuh mungil KA seolah menjadi saksi bisu atas temperamen tak terkendali dari pasangan UFA (30) dan SA (23).

Hampir di sekujur tubuh KA ditemukan jejak kekerasan. Ada luka memar yang membiru di dada dan punggung, serta bekas gigitan yang ditemukan di tiga hingga empat titik berbeda. Namun, yang paling memilukan adalah luka sobek di bagian dagu yang begitu dalam.

"Yang paling parah, pada saat mandi, korban didorong kemudian terbentur di toilet, sampai luka di dagu cukup dalam, karena sampai kelihatan tulangnya," ujar Luthfie saat ditemui awak media di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (18/2/2026).

Meski pelaku SA sempat berdalih hanya sekali melakukan kekerasan, fakta medis berbicara lain. Perbedaan tingkat keparahan luka menunjukkan bahwa penganiayaan ini bukanlah insiden tunggal, melainkan sebuah pola kekejaman yang berulang.

Baca juga: Hadiri Lamaran Anak ke Surabaya, Kesederhanaan Wawalkot Tasikmalaya Naik KA Tanpa Ajudan, Eks Artis

Dalih Rewel yang Tak Masuk Akal

Mengapa mereka tega? Alasan yang diutarakan pelaku terdengar sangat klasik sekaligus miris, mereka mengaku kesal karena KA sulit diatur dan sering menangis.

"Motif, berdasarkan hasil pemeriksaan. Yang bersangkutan merasa kesal karena, ya rewel nangis kan gitu. Dia kesal sehingga dipukul di bagian mulut, di bagian dada yang lain, termasuk juga digigit, karena saking keselnya," ungkap Luthfie.

Kapolrestabes Surabaya pun tak mampu menyembunyikan keprihatinannya atas kejadian ini. Ia menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap kedua pelaku yang kini dijerat dengan Pasal 44 ayat 1 UU Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Baca juga: Jerit Pilu Balita 4 Tahun di Surabaya Disekap hingga Dianiaya Paman dan Bibinya: Wajah Banyak Luka

Pecahnya Tangis yang Menyelamatkan Nyawa

KA adalah anak semata wayang dari pasangan DPP dan NH yang telah berpisah sejak 2020. Sang ayah, yang bekerja di Gresik, menitipkan KA kepada adiknya, SA, dengan harapan sang anak mendapatkan kasih sayang keluarga. Siapa sangka, kepercayaan itu justru dikhianati dengan siksaan.

Kejadian ini mulai terendus warga pada Senin (9/2/2025). Hari itu, KA dikunci sendirian di dalam kamar kos tanpa makanan. Tangisannya yang pecah karena lapar dan rasa sakit yang tak tertahankan akhirnya memicu naluri kemanusiaan para tetangga.

Warga bahu-membahu menjebol jendela dan pintu untuk menyelamatkan nyawa kecil tersebut sebelum akhirnya melaporkannya ke pihak berwajib. Kini, KA sedang dalam proses pemulihan, sementara paman dan bibinya harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi.

(TribunTrends.com/Surya.co.id)

Tags:
Surabayapamanbalita
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved