Berita Viral
Sopir WNA Penabrak Sheyna di Singapura Dibebaskan, KBRI Ringankan Beban Korban, Siapkan Pengacara
Singapore Police Force masih menyelidiki kasus WNA tabrak Sheyna di Singapura setelah pengemudi mobil ditangkap dan dibebaskan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Ashar Ardianto kehilangan putri kecilnya, Sheyna Lashira Smaradiani, dalam kecelakaan maut di kawasan Chinatown, Singapura, pada 6 Februari 2026
- Istri Ashar, Raisha Anindra Pascasiswi, masih dirawat intensif di Singapore General Hospital namun sudah mulai bisa berkomunikasi
- Singapore Police Force masih menyelidiki kasus ini; pengemudi mobil telah ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan
TRIBUNTRENDS.COM - Gelombang empati dan solidaritas dari warga Indonesia di Singapura terus mengalir deras untuk Ashar Ardianto (30). Seorang ayah yang kini harus menata ulang hidupnya dari kepingan duka, setelah tragedi memilukan merenggut putri kecilnya dalam kecelakaan maut di kawasan Chinatown.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada 6 Februari 2026. Sejak hari itu, luka batin yang dalam seakan tak pernah benar-benar surut. Ashar disebut berada dalam kondisi “sangat terguncang”, kehilangan buah hati tercinta dalam hitungan detik, tepat di depan mata, namun tanpa daya untuk mencegah takdir yang datang begitu kejam.
Baca juga: Upaya Keluarga Memulangkan Ibunda Sheyna, Teman-teman Korban Kumpulkan Uang untuk Biaya Medis
Istri Masih Terbaring Lemah, Harapan Perlahan Menyala
Di tengah duka yang belum usai, perhatian Ashar sepenuhnya tertuju pada kondisi sang istri, Raisha Anindra Pascasiswi (31). Hingga kini, Raisha masih menjalani perawatan intensif di High Dependency Unit (HDU) Singapore General Hospital (SGH).
Tubuhnya masih sangat lemah akibat cedera berat yang dialaminya. Namun, di balik keterbatasan itu, secercah harapan mulai tumbuh. Raisha kini sudah bisa berkomunikasi, sebuah perkembangan kecil yang menjadi sumber kekuatan tersendiri bagi Ashar untuk terus bertahan di masa tersulit hidupnya.
Negara Hadir, KBRI Membuka Pintu Kediaman Dubes
Perhatian tidak hanya datang dari komunitas warga Indonesia, tetapi juga dari perwakilan negara. Wakil Kepala Misi KBRI Singapura, Thomas Ardian Siregar, menyampaikan bahwa Duta Besar Hotmangaradja Pandjaitan telah memberikan izin khusus bagi Ashar.
Ashar diperbolehkan tinggal sementara di kediaman duta besar. Fasilitas tersebut diberikan agar ia dapat dengan cepat merespons setiap kebutuhan medis sang istri yang masih berjuang di rumah sakit.
“Untuk saat ini, Bapak Ashar tinggal di Kediaman Duta Besar… sementara kami menunggu perawatan istrinya di rumah sakit,” ujar Thomas, seperti dikutip Channel NewsAsia (CNA), Selasa (17/2/2026).
Uluran Tangan Kemanusiaan dari Berbagai Arah
Tak hanya KBRI, empati juga datang dari sektor swasta. Jaringan Ascott secara sukarela menawarkan akomodasi gratis bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut menjadi simbol kuat kepedulian dan kemanusiaan, di tengah masa paling gelap yang harus dilalui Ashar dan keluarganya, jauh dari tanah air.
Baca juga: WNA Penabrak Sheyna Bebas, Ayah Korban Kini Tinggal di Kediaman Dubes RI Selama Masa Pemulihan Istri
Detik-Detik Tragis di South Bridge Road
Kecelakaan fatal itu terjadi sekitar tengah hari, saat keluarga kecil tersebut tengah menyeberang jalan di South Bridge Road, tak jauh dari Kuil Relik Gigi Buddha.
Sebuah mobil listrik berwarna gelap yang baru keluar dari area parkir tiba-tiba melaju dan menabrak Raisha serta putri mereka, Sheyna Lashira Smaradiani (6).
Ashar, yang saat itu sedang mendorong kereta bayi berisi putra bungsu mereka, berada sedikit di depan. Posisi itulah yang membuatnya selamat dari tabrakan. Namun takdir berkata lain bagi Sheyna.
Kepergian Sang Putri Kecil
Sheyna mengalami cedera kepala yang sangat parah dan dinyatakan meninggal dunia di SGH. Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan di TPU Tanah Kusir pada 8 Februari lalu.
Kepergian bocah kecil itu meninggalkan duka yang mendalam. Bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi banyak orang yang mengikuti kisah pilu ini dan turut merasakan perihnya kehilangan.
Proses Hukum Terus Bergulir, Keadilan Dinanti
Sumber: TribunTrends.com
| Nilai Kontrak Tembus Rp 10,8 Triliun, Perusahaan Ini Siapkan 20.600 Truk untuk Koperasi Merah Putih |
|
|---|
| Heboh Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Pihak 'Pria' Sebut Biayai 200 Juta, Tak Terima Dilaporkan |
|
|---|
| Sosok Perawat RSHS Bandung Buat Bayi Pasien Hampir Hilang, Kerja 20 Tahun & Kini Dinonaktifkan |
|
|---|
| Pernikahan Sesama Jenis di Malang Kini Saling Lapor, Intan Dijanjikan Resepsi Mewah, 'Ada Judika' |
|
|---|
| Permintaan Maaf RSHS Bandung Usai Ibu Muda Hampir Kehilangan Bayi Karena Tertukar, Akan Evaluasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/wanita-berusia-38-tahun-ditangkap-kepolisian-Singapura-Sheyna.jpg)