Berita Viral
Tak Menyerah pada Koma, Satpam Khoirul Kumpulkan 2 Gelar S1, Master, dan Rekor MURI
Berawal dari masa kritis saat koma, Khoirul bangkit dan menorehkan prestasi akademik luar biasa hingga meraih gelar master, dua sarjana
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Di balik seragam satpam yang dikenakannya setiap hari, tersimpan kisah perjuangan yang jarang terdengar. Khoirul Anam, satpam bank di Jakarta Utara, membuktikan bahwa keterbatasan profesi bukan penghalang untuk berprestasi di dunia akademik.
Nama Khoirul Anam belakangan menjadi perbincangan setelah diketahui mengoleksi sejumlah gelar pendidikan dan mencetak prestasi nasional. Padahal, kesehariannya tak jauh dari tugas menjaga keamanan dan melayani nasabah di BRI Kantor Cabang Tanjung Priok.
Setiap pagi, Anam berdiri di depan pintu masuk bank, menyapa nasabah dengan senyum ramah dan mengarahkan mereka sesuai keperluan. Namun di luar jam kerja, waktunya habis untuk membaca, menulis, dan mengerjakan penelitian ilmiah.
Perjalanan hidup Anam tidak dimulai dari kenyamanan. Pada 2018, ia nekat merantau dari Kabupaten Tanggamus, Lampung, ke Jakarta hanya dengan modal Rp 1 juta. Di tahun yang sama, cobaan berat datang. Ia jatuh sakit hingga mengalami koma, kondisi yang sempat membuat keluarganya kehilangan harapan.
Baca juga: Tindakan Bejatnya Nyaris Kepergok Satpam Kampus, Oknum Dosen UNIMA Sebut Evia Maria Mangolo Istri!
Namun justru dari titik terendah itulah tekadnya tumbuh.
“Dari sakit itu saya merasa punya umur kedua. Saya harus hidup lebih baik dan lebih bermanfaat,” ujar Anam.
Sejak saat itu, ia menjadikan pendidikan sebagai jalan hidup. Di balik kesibukannya sebagai satpam, Anam menuntaskan pendidikan S2 Manajemen di Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma. Tak hanya itu, ia juga meraih dua gelar sarjana: S1 Manajemen di Universitas Pamulang dan S1 Pendidikan Agama Islam di STIT Bustanul Ulum Lampung Tengah.
Menjalani kuliah sambil bekerja bukan perkara mudah. Tantangan terbesar baginya adalah membagi waktu.
“Kadang waktu tidur yang dikorbankan untuk menyelesaikan penelitian,” katanya.
Baca juga: Kisah Satpam Sragen Jadi Relawan Banjir Sumatera, Baru Pamit Istri saat Tiba di Lokasi Bencana
Kegigihan itu berbuah hasil. Anam telah menerbitkan delapan buku ber-ISBN yang terdaftar di Perpustakaan Nasional. Tiga buku lainnya kini sedang ia garap melalui program kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan lewat Dana Indonesiana.
Tak hanya menulis buku, Anam juga aktif mempublikasikan karya ilmiah. Sebanyak 13 artikel ilmiah telah terbit di jurnal nasional dan internasional, sementara dua lainnya disusun sebagai bagian dari tugas akhir akademik.
Produktivitasnya mengantarkannya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai satpam dengan karya ilmiah terbanyak. Penghargaan itu diterimanya pada Jumat (30/1/2026).
Meski demikian, jalan akademiknya belum sepenuhnya mulus. Kendala biaya masih menjadi tantangan besar, terutama untuk publikasi di jurnal bereputasi tinggi.
“Biaya publikasi jurnal itu tidak sedikit. Jadi saya harus menyesuaikan dengan penghasilan,” tuturnya.
Namun keterbatasan itu tak memadamkan cita-citanya. Anam bermimpi suatu hari bisa menjadi pengajar—guru atau dosen—dan terus berkontribusi mencerdaskan bangsa.
“Profesi apa pun tidak menghalangi kita untuk belajar,” pesannya.
Kisah Khoirul Anam menjadi pengingat bahwa semangat, ketekunan, dan kemauan untuk bangkit mampu mengubah jalan hidup, bahkan dari titik yang paling gelap sekalipun.
Sumber: TribunTrends.com
| Mobil Dinas Tabrak Anak-anak SD Sukaratu 5 yang Tengah Jajan Saat Istirahat, Satu Siswa Meninggal |
|
|---|
| 'Zaman Secanggih Gini Kecelakaannya Kok Gitu'?, Pertanyaan Ayah Mendiang Nur Ainia ke Dirut KAI |
|
|---|
| CCTV Rusak di Kasus Bayi Tertukar RSHS Bandung, Ada Kelalaian Perawat yang Gunting Gelang Identitas |
|
|---|
| KAI Buka Posko Informasi untuk Korban yang Butuh Pendampingan Lanjutan, Bisa Klaim Reimbursement |
|
|---|
| Sosok Nurlela, Guru yang Jadi Korban Kecelakaan KRL Bekasi, Buat Gerakan Literasi di Sekolah |
|
|---|