Es Gabus Suderajat Disebut dari Spons, Pembuat Tak Terima: Nggak Pernah Ada yang Keracunan!
Narsumi sebagai pembuat menekankan bahwa selama ini tidak pernah ada konsumen yang keracunan akibat es gabus buatannya yang dijual Suderajat.
Ringkasan Berita:
- Narsumi, produsen es gabus yang dijual Suderajat, membantah tudingan es tersebut mengandung spons karena bahan itu justru lebih mahal daripada sagu aren.
- Ia menjelaskan pembuatan es gabus dilakukan dengan susah payah bersama keluarganya, memakan waktu berjam-jam dan hanya sedikit menghasilkan keuntungan.
- Narsumi menegaskan Suderajat telah membeli es buatannya selama belasan tahun, dan tidak pernah ada konsumen yang keracunan.
TRIBUNTRENDS.COM - Narsumi, pemilik sekaligus produsen es gabus yang dijual Suderajat, menegaskan tuduhan bahwa es tersebut mengandung spons tidak benar.
Ia menjelaskan bahwa membeli spons justru akan lebih mahal dibandingkan bahan asli seperti sagu aren.
Narsumi membantah tudingan itu karena produksi es gabus dilakukan dengan susah payah bersama anggota keluarganya.
Hal itu disampaikan Narsumi saat ditemui Pancoran Mas, Kota Depok, Kamis (29/1/2026).
"Enggak ada lah (spons), sponsnya lebih mahal daripada sagu aren," kata Narsumi dikutip dari KOMPAS.COM, Jumat (30/1/2026).
Proses pembuatan memakan waktu berjam-jam, mulai dari mengaduk, merebus, mencetak, membekukan, hingga membungkus es.
Ia menilai membuat es gabus lebih melelahkan daripada merawat bayi, sementara keuntungan yang diperoleh sangat sedikit.
"Capeknya setengah mati bikin es gabus, tapi keuntungannya juga enggak ada.
Cuma ya ini membantu orang yang menganggur saja," papar Narsumi.
Setiap kali produksi, Narsumi membuat es gabus untuk lima pedagang, termasuk Suderajat.
Menurutnya, Suderajat telah membeli es buatannya selama belasan tahun, bahkan ketika anak-anaknya masih kecil.
Narsumi menekankan bahwa selama ini tidak pernah ada konsumen yang keracunan akibat es gabus buatannya.
"Pak Suderajat tuh dagangnya enggak beli dari saya doang, kadang di saya tapi kadang di tempat lain.
Dari dulu sampai sekarang, kan enggak ada orang keracunan makan es krim," pungkas Narsumi.
Baca juga: Deretan Bantuan yang Diterima Pedagang Es Gabus yang Difitnah Aparat, Termasuk Uang dari Gibran!
Kronologi kasus Suderajat, pedagang es gabus dituduh pakai spons
Suderajat (49), pedagang es gabus di Kemayoran, Jakarta Barat, menjadi sorotan setelah dituduh menggunakan bahan baku spons untuk dagangannya.
Sumber: TribunTrends.com
| Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik, Kapolres Solok Minta Maaf, Polisi Diperiksa Propam |
|
|---|
| Napi Korupsi Keluyuran, Meeting di Coffee Shop Kendari, Ditemani Petugas, Ditjen Pas: Kami Tindak |
|
|---|
| Niat Tanya Menu, Warga Cianjur Berujung Dipukuli Pegawai MBG & Diseret Keluar: Saya Tidak Terima! |
|
|---|
| Bela Anak, Lupa Korban: Heboh Grup Chat Ortu Mahasiswa FH UI, Minta Pelaku Pelecehan Tak di-DO |
|
|---|
| 16 Mahasiswa FH UI yang Lecehkan 27 Orang Punya Jabatan di Organisasi Kampus, Kini Terancam DO |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Suderajat-pedagang-es-gabus-viral-Barang-barang-produksi-es-gabus-di-pabrik.jpg)