Berita Viral
Bukan Bokek! Ini Alasan Sebenarnya Pembayaran SPPG Dapur Bergizi Sempat Tersendat: Duitnya Ada
SPPG mengeluh belum dibayar, pihak BGN pun memberi pernyataan kalau uangnya ada namun hanya ada kendala teknis atas pengajuan proposol.
Editor: Sinta Darmastri
Ringkasan Berita:
- Isunya pemerintah kehabisan bensin untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung dipatahkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN)
- Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa kas negara untuk program ini masih sangat tebal
- Meski mengakui adanya laporan keterlambatan pembayaran di daerah seperti Madura dan wilayah lainnya, Nanik meyakinkan bahwa masalah tersebut sedang dibereskan
TRIBUNTRENDS.COM - Isu miring yang menyebut pemerintah kehabisan bensin untuk membiayai program Makan Bergizi Gratis (MBG) langsung dipatahkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Alih-alih ketiadaan dana, tersendatnya pembayaran ke Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) di sejumlah daerah ternyata murni akibat kerikil administrasi.
Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa kas negara untuk program ini masih sangat tebal.
Isu keterlambatan yang santer terdengar belakangan ini disebutnya murni karena kendala teknis di lapangan.
"Itu hanya masalah teknis, bukan masalah keuangan enggak ada duitnya. Tidak, karena duitnya ada," kata Nanik dalam Konferensi Pers Satu Tahun Program MBG di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Baca juga: Purbaya Tolak Alihkan Anggaran MBG untuk Banjir Sumatera, Dana Makan Siang Gratis Haram Disentuh
Drama Administrasi: Telat Proposal, Telat Cair
Meski mengakui adanya laporan keterlambatan pembayaran di daerah seperti Madura dan wilayah lainnya, Nanik meyakinkan bahwa masalah tersebut sedang dibereskan.
Akar masalahnya ternyata ada pada disiplin administrasi di tingkat dapur umum.
BGN menerapkan sistem pencairan dana operasional setiap 10 hari sekali yang berbasis pengajuan proposal.
Jika pihak SPPG meleset sedikit saja dari jadwal, maka pencairan akan otomatis "mengantre" di siklus berikutnya.
"Anak-anak SPPG ini kalau mau minta uang itu harus ngirim proposal. Nah ada yang karena proposalnya telat, begitu telat satu hari dia bisa terlambatnya (cair) 10 hari. Mengapa? Karena dikirimnya per 10 hari sekali," jelas Nanik.
Selain faktor proposal, transisi internal berupa pergantian Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di tubuh lembaga juga sempat menjadi hambatan teknis yang memperlambat arus birokrasi keuangan.
Baca juga: Turunkan Stunting, Ibu Hamil dan Menyusui di Solo Bakal Dapat MBG, Libatkan Kader PKK, Ini Menunya
Dana Melimpah: Rp 11 Triliun Balik ke Kas Negara
Sebagai bukti bahwa anggaran program MBG jauh dari kata krisis, Nanik membeberkan fakta mengejutkan.
Alih-alih kurang, BGN justru mengembalikan sisa anggaran tahun 2025 yang tidak terpakai ke Departemen Keuangan.
Dari total pagu Rp 71 triliun, terdapat sisa dana jumbo sebesar Rp 11 triliun yang dikembalikan ke negara karena efisiensi dan pencapaian target yang melampaui ekspektasi.
Sumber: TribunTrends.com
| Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Khusus Buruh: Jangan Seperti di Jogja, Disuruh Rawat Malah Diikat |
|
|---|
| Candaan Spontan Prabowo saat Massa Buruh Histeris Lihat Seskab Teddy: Gue Presidennya, Bukan Dia! |
|
|---|
| Penyesalan Oknum TNI AL Usai Video Aksi Gebrak Ambulans Viral: Minta Maaf, Janji Tak Ulangi Lagi |
|
|---|
| Kronologi Oknum TNI Gebrak Ambulans yang Bawa Pasien di Surabaya: Melawan Arus, Melawan Kemanusian |
|
|---|
| Jejak Kriminal Ketua Yayasan Little Aresha Dibongkar Polisi: Dari Koruptor Jadi Pengelola Daycare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Para-pekerja-SPPG-Wiro-Bayat-lap-ompreng.jpg)