Breaking News:

Berita Viral

Keseharian Evia Maria Mahasiswi UNIMA, Guru dan Keluarga Jadi Saksi: Berprestrasi, Rajin Ibadah

Keluarga dan guru ungkap keseharian Evia Maria sebelum akhiri hidup, korban dikenal berprestasi dan rajin ibadah, jadi panutan untuk adiknya

Tayang: | Diperbarui:
Editor: jonisetiawan
Instagram/@kriminews
MAHASISWI UNIMA TEWAS - Ayah Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA menangis. Pihak keluarga menilai kematian Maria penuh kejanggalan dan tidak meyakini korban mengakhiri hidupnya sendiri. 

Ringkasan Berita:
  • Ibu kandung Evia, Sofia Lontolawa, dan guru SMP-nya mengenang sosok Evia yang meninggal tak wajar di tempat kosnya di Tomohon
  • Menurut ibu dan kuasa hukum keluarga, Evia adalah pribadi penurut, pendiam, pintar, rajin belajar, serta berprestasi
  • Evia dikenal religius, kerap mengingatkan ibunya untuk beribadah, menjadi teladan bagi adiknya

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kesedihan menggantung pekat di ruang duka Perum CBA Gold Mapanget, Minahasa Utara. Di samping sebuah peti jenazah berwarna terang, dua perempuan saling berpelukan erat seolah ingin menahan waktu yang terus berjalan. 

Tangis mereka pecah, berulang kali, Jumat (2/1/2026). Di dalam peti itu terbaring Antoineta Evia Maria Mangolo, sosok yang semasa hidup dikenal lembut, cerdas, dan penuh harapan.

Evia adalah mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) yang meninggal dunia secara tidak wajar di tempat kosnya di Tomohon, Sulawesi Utara.

Kepergiannya menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi mereka yang pernah membimbing dan menyayanginya.

Baca juga: Teka-teki Keberadaan Dosen Danny Usai Maria Tewas, Ternyata Belum Tersentuh Polisi, UNIMA Bohong?

Ibu dan Guru, Dua Hati yang Sama-sama Kehilangan

Dua perempuan yang berpelukan itu bukan orang asing bagi Evia. Salah satunya adalah Sofia Lontolawa, ibunda Evia Maria Mangolo.

Yang lainnya adalah guru SMP Evia, sosok yang pernah menjadi saksi tumbuhnya potensi sang murid sejak usia belia.

Dari pelukan yang penuh duka itu, langkah mereka seolah terhenti di satu titik: tubuh sang murid dan anak yang kini terbaring kaku di dalam peti jenazah.

Tangis pun kembali pecah menangis, lalu mengenang; mengingat, lalu kembali terisak.

Murid Teladan yang Dicintai Para Guru

Di tengah kesedihan, Sofia mencoba merangkai kata. Ia mengatakan, Evia memang dikenal sebagai anak yang disayangi oleh para gurunya.

"Dia dengar-dengaran (penurut), baik, penurut dan pintar, setiap saya ketemu gurunya, semua menanyakan kabarnya," kata dia.

Bagi Sofia, kalimat itu bukan sekadar pujian. Itu adalah pengakuan atas kepribadian Evia yang tumbuh dengan nilai-nilai kesantunan dan tanggung jawab, baik di sekolah maupun di rumah.

MAHASISWI UNIMA TEWAS - Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA yang bunuh diri diduga karena depresi dilecehkan dosen.
MAHASISWI UNIMA TEWAS - Antoineta Evia Maria Mangolo, mahasiswi UNIMA yang bunuh diri diduga karena depresi dilecehkan dosen. (Kolase TribunTrends/Istimewa)

Bintang di Sekolah, Cahaya di Rumah

Di mata sang ibu, Evia bukan hanya bersinar di ruang kelas. Ia juga menjadi cahaya dalam kehidupan keluarga.

Sofia mengenang bagaimana putrinya selalu bangun pagi, seolah tak ingin menyia-nyiakan waktu.

"Ia ingin cepat-cepat ke sekolah, dia juga sangat rajin belajar," kata dia.

Halaman 1/3
Tags:
Evia Maria MangoloUNIMAdosen
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved