Bahaya Cara Kerja Aplikasi Mata Elang, Bocorkan Data Rahasia Pengendara Hingga Sisa Cicilan
Aplikasi mata elang dirancang untuk membantu proses penagihan kendaraan bermasalah, celah keamanannya dinilai berpotensi besar disalahgunakan.
Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
Ringkasan Berita:
- Komdigi menghapus delapan aplikasi mata elang (matel) yang diduga menyebarkan data nasabah secara ilegal.
- Aplikasi ini dirancang untuk membantu proses penagihan kendaraan bermasalah, namun celah keamanannya dinilai berpotensi besar disalahgunakan.
- Dalam hitungan detik, aplikasi akan menampilkan apakah kendaraan tersebut memiliki tunggakan cicilan atau tidak.
TRIBUNTRENDS.COM - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI mengambil langkah tegas dengan menghapus delapan aplikasi mata elang (matel) yang diduga digunakan untuk menyebarkan serta memanfaatkan data nasabah secara ilegal.
Dari jumlah tersebut, enam aplikasi tercatat sudah tidak aktif, sementara dua lainnya masih dalam tahap penanganan lebih lanjut.
Salah satu aplikasi yang ikut dihapus adalah BestMatel, aplikasi yang sebelumnya dapat diunduh dengan mudah melalui platform digital dan diakses oleh siapa saja.
Baca juga: Aliran Dana Dugaan Korupsi Eks Direktur PGN dan Komisaris PT IAE, Buat Negara Rugi Rp 246 Miliar
Cara Kerja Aplikasi Mata Elang
Aplikasi ini dirancang untuk membantu proses penagihan kendaraan bermasalah, namun celah keamanannya dinilai berpotensi besar disalahgunakan.
Melalui BestMatel, pengguna hanya perlu memasukkan nomor polisi kendaraan yang melintas di hadapannya.
Dalam hitungan detik, aplikasi akan menampilkan apakah kendaraan tersebut memiliki tunggakan cicilan atau tidak.
Jika terdeteksi bermasalah, berbagai data pendukung langsung muncul di layar.
Informasi yang ditampilkan cukup lengkap, mulai dari nomor polisi, nomor rangka, nomor mesin, model kendaraan, nama serta cabang leasing, hingga identitas debitur dan sisa cicilan.
Dengan data tersebut, para mata elang dapat dengan mudah melakukan penarikan kendaraan di jalan atau di lokasi yang dianggap strategis.
Di dalam aplikasi BestMatel sendiri terdapat empat menu utama, yakni Cari Nopol, Update Data, Info Leasing, dan Profil.
Fitur Cari Nopol memungkinkan pengguna melacak status kredit kendaraan secara instan, sedangkan menu Update Data berfungsi memperbarui informasi kendaraan bermasalah yang diklaim diperbarui setiap menit.
Bahasa Aplikasi Mata Elang
Kemudahan akses inilah yang menjadi sorotan utama.
Proses pendaftaran aplikasi tergolong sederhana karena pengguna baru hanya diminta memasukkan nomor telepon, nama, kota asal, dan kata sandi.
Dengan sistem seperti ini, bukan hanya debt collector resmi yang bisa mengakses aplikasi, tetapi juga pihak lain yang berpotensi menyalahgunakan data, termasuk pelaku kriminal yang menyamar sebagai mata elang.
Tak berhenti pada penghapusan aplikasi, Komdigi juga menyatakan akan mendalami dugaan penjualan serta penyalahgunaan data nasabah kendaraan bermotor oleh pihak tertentu.
Langkah penyelidikan ini dilakukan untuk memastikan perlindungan data pribadi masyarakat tetap terjaga.
“Proses penindakan dilakukan melalui tahapan pemeriksaan, analisis, serta rekomendasi pemutusan akses atau penghapusan aplikasi berdasarkan surat resmi dari instansi pengawas sektor terkait, seperti Otoritas Jasa Keuangan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi Alexander Sabar yang dikutip dari Kompas.com Senin (22/12/2025).
Komdigi menilai, meski aplikasi semacam BestMatel dibuat untuk mempermudah penagihan kredit kendaraan, akses yang terlalu terbuka justru membuka peluang besar terjadinya penyalahgunaan data nasabah pembiayaan kendaraan bermotor.
***
(TribunTrends.com/MNL)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads dan Facebook
Sumber: TribunTrends.com
| Mobil Hangus Dibom Molotov, Kades Hoho Alkaf Tolak Tawaran Repaint Gratis, Ledek Peneror: Iri Hati |
|
|---|
| Siswi SD di Bali Lompat dari Lantai 3 Pasar saat Rekam Video Joget, Sempat Bilang Mau Beri Kejutan |
|
|---|
| Konten vs Kenyataan: Della Septiani Diduga Bohong Terkait Perlakuan Sales BYD, Rekaman CCTV Viral |
|
|---|
| Ironi Toni Aji, Pembuat Website yang Terjerat Pusaran Korupsi Dana Desa Karo, Gaji Rp 5 Juta |
|
|---|
| Petugas Damkar Sleman Dikerjai DC Pinjol, Dikira Cari Ular Ternyata Disuruh Tagih Utang ke Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Mata-Elang-1.jpg)