Breaking News:

Berita Viral

Perseteruan Lama dengan Bripka AS yang Diduga Pembunuhnya, Ayah Mahasiswi UMM Bongkar Tabiat Mantu

Ditemukannya jasad wanita mahasiswi UMM yang diduga dibunuh kakak iparnya sendiri, Ayah korban ungkap tabiat mantu dan anaknya yang tak akur.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
YouTube TribunJatim Official
Ditemukannya jasad wanita mahasiswi UMM yang diduga dibunuh kakak iparnya sendiri, Ayah korban ungkap tabiat mantu dan anaknya yang tak akur. 
Ringkasan Berita:
  • Terduga pelaku utama, Bripka AS, bukanlah orang asing bagi korban. Ia merupakan kakak ipar FAN yang bertugas di Unit Propam Polsek Krucil
  • Namun, alih-alih menjadi pelindung, AS diduga kuat menjadi dalang di balik hilangnya nyawa mahasiswi asal Probolinggo tersebut
  • Menurut pengakuan ayah korban, Ramlan, hubungan antara putrinya dan Bripka AS sudah lama retak 

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus kematian mengenaskan FAN (21), seorang mahasiswi Program Studi Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mulai menemui titik terang. 

Di balik penemuan jasadnya di tepian sungai Jalan Wonorejo, Pasuruan, pada Selasa (16/12/2025), terungkap sebuah drama keluarga yang kelam dan dugaan keterlibatan oknum aparat.

Terduga pelaku utama, Bripka AS, bukanlah orang asing bagi korban. Ia merupakan kakak ipar FAN yang bertugas di Unit Propam Polsek Krucil. 

Namun, alih-alih menjadi pelindung, AS diduga kuat menjadi dalang di balik hilangnya nyawa mahasiswi asal Probolinggo tersebut.

Luka Lama dan Hubungan yang Disharmonis

Menurut pengakuan ayah korban, Ramlan, hubungan antara putrinya dan Bripka AS sudah lama retak. 

Perselisihan di dalam keluarga besar ini tampaknya sudah menjadi api dalam sekam sebelum akhirnya meledak dalam tragedi berdarah ini.

“AS dan anak saya ini memang bermusuhan sejak lama. Bukan hanya dengan FAN, tapi juga dengan kakak sulungnya. FAN sering melawan AS,” ujar Ramlan, yang berasal dari Desa Tiris, Rabu (17/12/2025), melansir dari Kompas.com.

Ramlan meyakini bahwa pembunuhan ini tidak terjadi secara spontan. Ada motif yang lebih dalam, yang diduga berkaitan dengan keinginan pelaku untuk menguasai harta keluarga. Bukti fisik pada jasad korban memperkuat adanya kekerasan sebelum kematian.

“FAN ini anak ketiga saya, saat ini masih semester 3 Prodi Hukum UMM. Dugaan kami, motifnya untuk menguasai harta. Di leher anak saya juga ada bekas cekikan,” tegas Ramlan.

Baca juga: Rekayasa Bripka AS Bunuh Mahasiswi UMM, Dibuat Seolah Korban Begal, Ada Kejanggalan, Ipar Tak Akur

Jejak Kejanggalan: Dari Helm Pink hingga Mobil Mewah

Kepergian FAN meninggalkan banyak tanda tanya bagi pihak keluarga. Ramlan menyoroti beberapa kejanggalan di lokasi penemuan jasad. 

Saat ditemukan, FAN masih mengenakan helm berwarna pink, namun barang berharga milik korban hilang tanpa jejak.

“Helm itu bukan punya anak saya. Helm tersebut diduga dibelikan baru di lokasi kejadian,” ungkap Ramlan.

Petunjuk penting juga datang dari rekaman CCTV. 

Sebelum ditemukan tak bernyawa, FAN diketahui dijemput oleh ojek online dari tempat kosnya pada Selasa malam. 

Di saat yang hampir bersamaan, sebuah mobil mewah jenis Strada Triton double cabin terpantau mondar-mandir di sekitar lokasi kejadian. Mobil tersebut rupanya milik Bripka AS.

"Bahkan mobil double cabin itu saya sendiri yang membelikannya,” kata Ramlan dengan nada getir.

Baca juga: Mahasiswi UMM di Pasuruan Ditemukan Tewas, Dibunuh Oknum Polisi, Ternyata Kakak Ipar, Dugaan Motif

Dugaan Pelaku Lebih dari Satu Orang

Polda Jawa Timur bergerak cepat dengan mengambil alih kasus ini dari Polres Pasuruan. 

Dalam waktu kurang dari 24 jam, Bripka AS berhasil diamankan oleh tim Jatanras. Namun, fakta baru mulai terkuak: polisi menduga Bripka AS tidak bekerja sendirian.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast mengonfirmasi bahwa saat ini penyidik sedang memburu pelaku lain yang diduga turut membantu aksi keji tersebut.

“AS setelah kita mengetahui adanya dugaan keterlibatan mengakibatkan penyebab meninggalnya korban langsung diamankan pada saat itu juga dan dibawa ke Mapolda Jatim,” kata Kombes Jules, Rabu (17/12/2025).

Polisi kini tengah mendalami peran masing-masing pelaku serta mengumpulkan barang bukti tambahan untuk memperkuat penyidikan.

“Kemudian dari hasil penyelidikan juga perlu saya sampaikan bahwa diduga masih ada pelaku atau tersangka lainnya yang turut serta melakukan tindak pidana kepada korban,” terangnya lebih lanjut.

“Dari hasil penyelidikan sementara yang diduga masih ada pelaku lainnya. Jadi yang bersangkutan (AS) tidak melakukan sendirian terhadap tindak pidana yang terjadi,” tegas Jules.

Komitmen Transparansi Polda Jatim

Kasus ini menjadi atensi serius bagi kepolisian Jawa Timur mengingat status terduga pelaku sebagai anggota aktif. Polda Jatim berjanji akan mengusut tuntas kasus ini tanpa ada yang ditutup-tutupi.

“Kami memastikan Polda Jatim akan memproses kasus ini secepat-cepatnya dan transparan dan kami memproses baik pidana maupun etik,” pungkas Jules.

Kini, keluarga FAN hanya bisa berharap keadilan ditegakkan setegak-tegaknya bagi mahasiswi muda yang masa depannya direnggut secara paksa tersebut.

(TribunTrends.com/TribunJatim.com)

Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook 

Tags:
Bripka ASmahasiswi UMMayah
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved