Breaking News:

Berita Viral

Langkah Tegas BGN Pasca-Insiden Cilincing: Pengantaran Makan Bergizi Dibatasi di Luar Pagar Sekolah

Usai kejadian Cilincing, kini pihak BGN bertindak tegas untuk pengantaran MBG hanya sampai di luar pagar sekolah, resmi sesuai dengan SOP.

Tayang:
Editor: Sinta Darmastri
Kolase TribunTrends/Istimewa
MBG VIRAL - Pemerintah Singapura mengambil langkah besar dengan meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan mulai diterapkan secara penuh pada tahun 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Kriteria Ketat untuk Sopir Pengantar Tak hanya soal zonasi pengantaran, BGN juga menyoroti kompetensi orang di balik kemudi
  • Nanik menekankan bahwa pengantar MBG wajib berprofesi sebagai sopir profesional, bukan tenaga serabutan, apalagi individu yang masih dalam tahap belajar menyetir
  • Kepemilikan SIM A saja dianggap tidak cukup jika tanpa keahlian yang mumpuni

 

TRIBUNTRENDS.COM - Keamanan siswa di lingkungan sekolah kini menjadi prioritas utama Badan Gizi Nasional (BGN) dalam mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Belajar dari insiden memilukan di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara di mana sebuah mobil pengantar menabrak puluhan siswa dan seorang guru BGN resmi memperketat Standar Operasional Prosedur (SOP) pengiriman makanan.

Salah satu poin krusial dalam aturan baru ini adalah larangan bagi kendaraan pengantar untuk masuk ke area dalam sekolah. 

Kini, batas akhir pengantaran hanya diperbolehkan sampai di luar pagar sekolah guna menjamin sterilitas halaman dari kendaraan besar.

"Usahakan tidak masuk membawa makanan ke halaman. Cukup diantar di depan pagar. Kenapa? Karena meskipun tidak ada upacara, anak-anak itu kan sering lari-lari di halaman," tegas Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala BGN bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Kriteria Ketat untuk Sopir Pengantar Tak hanya soal zonasi pengantaran, BGN juga menyoroti kompetensi orang di balik kemudi. 

Baca juga: Prabowo Jenguk Siswa Korban Tabrakan Mobil MBG, Janji Kirim Bubur Ayam: Gigi Belum Kuat Ngunyah

Nanik menekankan bahwa pengantar MBG wajib berprofesi sebagai sopir profesional, bukan tenaga serabutan, apalagi individu yang masih dalam tahap belajar menyetir.

Kepemilikan SIM A saja dianggap tidak cukup jika tanpa keahlian yang mumpuni. 

"Harus punya SIM, tidak sekadar SIM A, karena SIM A sudah kayak SIM C, asal dapat. Kenapa tidak asal SIM A, supaya dia menguasai pemakaian mobil matic ataupun manual. Dia harus berprofesi sopir," ujar Nanik menambahkan.

Selain aspek teknis, rekam jejak dan kepribadian sopir juga menjadi filter utama. 

Sopir pengantar harus dipastikan sehat jasmani dan rohani, memahami medan jalan, serta bersih dari catatan kriminal seperti penyalahgunaan narkoba.

Baca juga: BGN Salahkan Pengemudi Mobil MBG yang Tabrak Siswa SDN Kalibaru 01 Cilincing: Kendaraannya Bagus!

Sanksi Berat bagi Mitra yang Melanggar BGN memberikan peringatan keras kepada mitra dan Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) agar tidak main-main dalam proses rekrutmen. 

Penggunaan tenaga kerja murah tanpa kualifikasi yang jelas akan berujung pada sanksi tegas.

"Saya minta perhatian sama mitra, jangan karena anda mau bayar murah, lalu main cabut saja. Sekarang saya rekomendasikan agar SPPG itu di-suspend dalam waktu yang tidak ditentukan. Nanti kalau ada kejadian, saya pun akan merekomendasikan hal yang sama kepada bapak ibu," ungkap Nanik dengan nada lugas.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
BGNMBGCilincing
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved