Di Tengah Banjir Keruh Sumatera, Danau Singkarak Mendadak Sebening Kaca, Ini yang Sebenarnya Terjadi
Fenomena naiknya permukaan air di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat menampilkan pemandangan air yang sebening kaca.
Penulis: Sinta Manila
Editor: Sinta Manila
Ringkasan Berita:
- Fenomena naiknya permukaan air di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat ramai kontras dengan daerah banjir.
- Luapan air yang jernih ini pun kontras dengan situasi banjir di sejumlah daerah lain di Sumatera, yang umumnya membawa lumpur dan sampah.
- Air yang meluap dialirkan lewat terowongan bawah tanah menuju Batang Anai untuk menggerakkan PLTA Singkarak di Lubuk Alung.
TRIBUNTRENDS.COM - Ada fenomena bertolak belakang di balik bencana ama banjir bandang yang terjadi di Aceh dan Sumatera.
Sebuah danau di Sumatera Barat justru memperlihatkan air yang jernih layaknya di Swiss.
Fenomena ini viral di TikTok yang diperbincangankan banyak orang.
Fenomena naiknya permukaan air di kawasan Danau Singkarak, Sumatera Barat menampilkan pemandangan air yang sebening kaca.
Luapan air Danau Sinkarak jernih, deras, dan terlihat indah.
Baca juga: Penampilan Terbaru Kim Joo Ae, Putri Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Gadis Cantik yang Tinggi
Warga menyebut kejadian ini sebagai bagian dari dinamika alami dan pengelolaan bendungan yang rutin dilakukan.
Salah satu yang pertama memberi penjelasan adalah Sondra Agung Mulyadi, warga lokal yang videonya viral di TikTok.
Mengutip wawancara Kompas.com, inilah penjelasan Sondra Agung Mulyadi.
“Saya warga lokal asli di sini. Air meluap karena hujan, bukan karena sampah. Di perkarangan tempat air naik, tidak ada sampah atau kotoran,” ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (2/12/2025).
Sondra menambahkan bahwa ketika air mencapai batas tertentu, pintu bendungan otomatis dibuka selama 24 jam untuk menjaga stabilitas.
“Sekarang bendungan dibuka 24 jam. Airnya mengalir ke timur melalui Batang Ombilin,” jelasnya.
Aliran ini kemudian terhubung ke Sungai Indragiri di Riau hingga bermuara di Selat Malaka, sementara sebagian lainnya dialirkan lewat terowongan bawah tanah menuju Batang Anai untuk menggerakkan PLTA Singkarak di Lubuk Alung.
Situasi di sekitar bendungan dikatakan masih cukup aman. Warga biasanya memantau debit dari tepian sungai, dan sejauh ini belum ada gangguan berarti. “Alhamdulillah aman.
Tapi kalau debitnya terlalu tinggi, bisa mengikis permukaan tanah tempat warga yang tinggal dekat aliran sungai,” kata Sondra.
Sumber: TribunTrends.com
| Bukan Film Horor Tapi Bikin Takut Banyak Pihak, Inilah Fakta Sensitif di Balik Film 'Pesta Babi' |
|
|---|
| MPR Minta Maaf atas Skandal LCC 4 Pilar Kalbar, Kejadian Serupa Pernah Terjadi di Provinsi Lain |
|
|---|
| Akhir Sok Jago di Jalanan: Penghalang Ambulans di Depok Resmi Jadi Tersangka, Terancam 2,5 Tahun Bui |
|
|---|
| Alasan Pria Karanganyar Diserang Istri di Losmen Parangtritis, Pelaku Tak Terima Ketahuan Selingkuh |
|
|---|
| Kondisi Warga Karanganyar Usai Diterjang Pisau Istri di Losmen Parangtritis, Nyawa Nyaris Melayang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/DANAU-SINGKARAK-Fenomena-naiknya-permukaan-air-di-kawasan-Danau-Singkarak.jpg)