Breaking News:

Berita Viral

Kakek Alvaro Ungkap Rasa Bersalah, Tak Mampu Jaga Cucunya

Kakek Alvaro ungkap rasa bersalah mendalam, mengaku tak mampu jaga cucunya hingga tewas dibunuh ayah tiri, meninggalkan duka yang mendalam.

Tayang:
Youtube KOMPASTV
Kakek Alvaro ungkap rasa bersalah mendalam, mengaku tak mampu jaga cucunya hingga tewas dibunuh ayah tiri, meninggalkan duka yang mendalam. 

Sementara itu, keluarga tengah menunggu hasil DNA sebelum proses pemakaman Alvaro.

"Kalau hasil tes DNA sudah ada, kami urus dan memakamkan di tanah wakaf di sini," jelas Tugimin.

Kakek Alvaro ungkap rasa bersalah mendalam, mengaku tak mampu jaga cucunya hingga tewas dibunuh ayah tiri, meninggalkan duka yang mendalam.
Kakek Alvaro ungkap rasa bersalah mendalam, mengaku tak mampu jaga cucunya hingga tewas dibunuh ayah tiri, meninggalkan duka yang mendalam. (KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISI)

Ibunda Alvaro Masih Terpukul

Senada dengan Tugimin, Arum Indah sebagai ibu Alvaro juga masih terpukul atas kepergian bocah berusia enam tahun itu.

Suasana haru menyelimuti rumah keluarga Alvaro Kiano Nugroho (6) di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025).

Tim psikolog dari Polda Metro Jaya dan Dokkes Polres Metro Jakarta Selatan, mendatangi lokasi untuk memberikan pendampingan trauma healing atau penyembuhan kepada Arum Indah.

Dalam sesi pendampingan yang dilakukan di ruang tengah rumah duka, ibu korban tak kuasa menahan tangis saat bercerita kepada psikolog.

Sang psikolog terus menenangkannya, dengan gestur menggenggam tangan Arum, sampai memberi tepukan kecil untuk relaksasi.

Meski beberapa kali sang ibu sempat tersenyum kecil ketika mencoba mengikuti arahan relaksasi, kondisi emosionalnya masih tampak sangat terpukul.

Baca juga: Minta Pulang ke Kakek, Alvaro Akhiri Hidupnya Setelah Dibekap Handuk oleh Ayah Tiri

Pada sesi pertama ini, psikolog melakukan penilaian untuk mengetahui kondisi ibu korban secara umum.

Sesi tersebut berlangsung kurang lebih 40 menit.

Setelah sesi pendampingan berlangsung, ibu korban yang menggunakan pakaian serba hitam pun tampak langsung beristirahat.

"Saya didampingi dari psikolog dari Polda Metro Jaya dan juga Kasidokkes dari Polres Metro Jakarta Selatan, melakukan pendampingan kepada pihak keluarga almarhum adek Alvaro."

"Pendampingan ini tujuannya untuk trauma healing, lebih kepada untuk menstabilkan emosional dan psikologi dari pihak keluarga," ujar Kapolsek Pesanggrahan, AKP Seala Syah Alam, di lokasi, Senin.

Kakek Korban Duga Pelaku Dendam

Pelaku sempat membawa Alvaro ke sebuah masjid di kawasan Bintaro, Pesanggrahan. 

Saat itu, Alvaro disebut menangis terus‑menerus.

Halaman 2/4
Tags:
Alvaro Kiano NugrohoTugiminAlex Iskandar
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved