Iran vs AS
Kontroversi Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ali Khamenei Dituduh Curangi Pemilu!
Mojtaba Khamenei kerap dituding oposisi terlibat dalam penindasan demonstrasi dan mencampuri pemilu, terutama saat gelombang protes besar pada 2009.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran pada Senin (9/3/2026), menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat–Israel.
- Selama ini Mojtaba dikenal sebagai ulama tertutup yang jarang tampil di publik, namun disebut memiliki pengaruh kuat di lingkar kekuasaan dan hubungan dekat dengan militer elite Iran.
- Penunjukannya juga diiringi kontroversi karena ia lama dituding oposisi terlibat dalam penindasan demonstrasi dan mencampuri pemilu.
TRIBUNTRENDS.COM - Penunjukan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran memicu sorotan terhadap rekam jejak kontroversialnya.
Putra Ali Khamenei itu selama bertahun-tahun kerap dituding oposisi terlibat dalam penindasan demonstrasi dan mencampuri pemilu, terutama saat gelombang protes besar melanda Iran pada 2009.
Meski jarang tampil di publik, Mojtaba disebut-sebut memiliki pengaruh kuat di balik lingkar kekuasaan sebelum akhirnya resmi ditunjuk memimpin Iran.
Seperti diketahui, Ayatollah Mojtaba Khamenei resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi baru Iran, Senin (9/3/2026).
Mojtaba menggantikan posisi ayahnya yang terbunuh dalam serangan Amerika Serikat-Israel pada Sabtu (28/3/2026) pekan lalu.
"Dengan suara yang menentukan, Majelis Ahli menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin ketiga sistem suci Republik Islam Iran," kata majelis tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan tepat setelah tengah malam waktu Teheran, dikutip dari AFP.
Posisi ini memberinya wewenang terakhir dalam semua urusan negara di Iran.
Lantas, siapa Ayatollah Mojtaba Khamenei?
Dikutip dari Al Jazeera, Mojtaba tidak pernah mencalonkan diri untuk jabatan publik atau mengikuti pemilihan umum.
Meski begitu, selama berpuluh-puluh tahun, ia dikenal sebagai tokoh sangat berpengaruh di lingkaran dalam ayahnya.
Mojtaba juga dilaporkan membina hubungan yang erat dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Naiknya Mojtaba ke puncak kekuasaan dipandang sebagai sinyal kuat bahwa faksi garis keras tetap memegang kendali penuh atas pemerintahan Iran, sekaligus menutup pintu negosiasi dengan Barat dalam jangka pendek.
Mojtaba dikenal sangat tertutup.
Ia tak pernah memberikan pidato politik, khutbah Jumat, atau kuliah umum.
Sikap ini membuat banyak warga Iran bahkan belum pernah mendengar suaranya secara langsung, meskipun namanya selalu disebut sebagai tokoh yang sedang naik daun dalam rezim teokratis tersebut.
Tuduhan terhadap Mojtaba Khamenei
Sumber: TribunTrends.com
| Pelaut Bertemu Kapal Gamsunoro di Selat Hormuz, Semua Kru WN India, Pertamina: Kerja Sama Penyewa |
|
|---|
| Hujan Peluru di Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal Tanker Tanpa Ampun: Tidak Ada yang Boleh Lewat! |
|
|---|
| Baru Dibuka Sehari, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz! Harga Minyak Dunia Terancam Meroket Gila-gilaan! |
|
|---|
| 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Gus Miftah Klaim Hasil Diplomasi Prabowo, Kaesang: Segera Lewat |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Mojtaba-Khamenei.jpg)