Breaking News:

Berita Viral

Undip Tindaklanjuti Dugaan Pelecehan Seksual oleh Mahasiswa yang Dikeroyok, Kumpulkan Fakta!

Undip telah membentuk dua tim untuk menelusuri kasus dugaan pengeroyokan dan pelecehan seksual terkait Arnendo, mahasiswa yang dikeroyok 30 temannya.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Amir M
Kompas.com/Dian Ade Permana
PENGEROYOKAN UNDIP - Bagus Ariyadi ayah Arnendo, mahasiswa Undip korban pengeroyokan. 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswa Undip, Arnendo, dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual sebelum dikeroyok sekitar 30 rekannya di kos Bulusan, Semarang. 
  • Korban mengalami patah hidung, gegar otak, gangguan penglihatan, dan trauma berat, kini cuti kuliah. 
  • Kuasa hukum membantah pelecehan, menyebut korban hanya menarik tangan mahasiswi untuk mengajak makan, sementara polisi tingkatkan status kasus ke penyidikan dengan memanggil sekitar 20 saksi.

TRIBUNTRENDS.COM - Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bernama Arnendo dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi sebelum menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 30 rekannya.

Pihak kampus segera membentuk dua tim terpisah, yakni tim etik untuk menelusuri kekerasan fisik dan Satgas Pencegahan serta Penanganan Kekerasan Seksual untuk menindaklanjuti dugaan pelecehan.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menimbulkan perdebatan antara dugaan pelecehan dan aksi main hakim sendiri di lingkungan kampus.

Dugaan pelecehan seksual

Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) bernama Arnendo yang menjadi korban pengeroyokan oleh sekitar 30 mahasiswa dilaporkan atas dugaan pelecehan terhadap seorang mahasiswi.

Direktur Direktorat Jejaring Media, Komunitas dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan pihak kampus telah membentuk dua tim untuk menelusuri kasus tersebut.

"Tim ini yang akan melakukan investigasi dari kampus," kata Nurul kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2026).

Menurut dia, dua tim yang dibentuk memiliki tugas berbeda.

Tim etik akan melakukan investigasi terkait dugaan kekerasan yang menimpa Arnendo, sementara Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) akan menangani laporan dugaan pelecehan seksual.

"Tim satgas kekerasan seksual untuk menangani kasus pelecehan seksual," ujarnya.

Nurul mengatakan, hingga saat ini kedua tim tersebut masih bekerja secara terpisah untuk mengumpulkan fakta terkait peristiwa tersebut.

"Saat ini, kedua tim ini sedang bekerja secara terpisah," ungkapnya.

Kronologi Dugaan Pengeroyokan

Kuasa hukum Arnendo, Zaenal Petir, mengatakan kliennya mengalami luka serius akibat dugaan pengeroyokan tersebut.

"Korban anak penjual nasgor dihajar 30 mahasiswa Undip. Anaknya diharapkan jadi sarjana nampaknya gagal di tengah jalan," kata Zaenal kepada Kompas.com.

Zaenal menjelaskan, peristiwa itu bermula pada 15 November 2025 sekitar pukul 10.57 WIB saat Arnendo mendapat ajakan dari seorang mahasiswa bernama Adyan untuk berdiskusi di sebuah kos di kawasan Bulusan, Tembalang, Kota Semarang.

Menurut Zaenal, pertemuan itu disebut untuk membicarakan rencana acara musik kampus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Tags:
pengeroyokan UndipUndipArnendopelecehan seksual
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved