Prabowo Akui Banyak Kasus Keracunan MBG, Tapi Presiden Tetap Bangga: 99,99 Persen Berhasil
Prabowo akui banyak kasus keracunan MBG, tapi presiden tetap bangga: 99,99 persen berhasil, 1,5 juta orang bekerja untuk MBG tiap hari
Editor: Agung Santoso
TRIBUNTRENDS.COM - Walau di satu sisi mengakui banyaknya kasus-kasus keracunan MBG, namun di sisi lain Presiden Prabowo bangga dan mengklaim 99,99 persen program Makan Bergizi Gratis berhasil. Bahwa faktanya masih ada 28 ribu penerima manfaat yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah daerah, presiden berusaha keras memperbaiki sampai titik nol persen keracunan.
Prabowo menyebutkan, angka 28 ribu itu tidak sebanding dengan jumlah keberhasilan pendistribusian MBG untuk 60,2 juga rakyat Indonesia yang sudah dijalankan sejauh ini.
Terlebih, kata Prabowo, sebagian besar dari 28 ribu penerima manfaat yang mengalami gangguan setelah menerima MBG itu tidak perlu dirawat dan hanya sebagian kecil yang mendapatkan perawatan.
"Dari 60.200.000 tersebut, kalau dijumlahkan selama ini kita sudah memproduksi dan mendistribusi 4,5 miliar porsi makanan dan kita mengakui terdapat 28 ribu, katakanlah, penerimaan manfaat yang mengalami gangguan dari makanan itu dengan berbagai sebab."
"Statistiknya adalah kalau tidak salah 0,0006 (persen), berarti ini adalah 99,99994 (persen berhasil)," papar Prabowo dalam pidatonya di Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Oleh karena itu, Prabowo menilai bahwa program MBG ini sudah bisa dikatakan berhasil.
"Iya kan? Kita ingin zero error itu harus kita capai," tegas Prabowo.
Prabowo lantas mengatakan bahwa dia juga baru saja meresmikan dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Polri di Palmerah, Jakarta, pada Jumat.
"Tadi pagi saya baru resmikan SPPG polisi, nanti begitu selesai jumlahnya akan lebih dari 1.100. Saya lihat dan saya kagum dengan kualitasnya, saya percaya saya dapat laporan dari Kepala BGN di tempat-tempat lain juga sudah sudah seperti itu," ungkap Prabowo.
Bahkan, kata Prabowo, alat-alat produksi dari dalam negeri yang digunakan di SPPG sudah cukup canggih untuk menjamin kebersihan air hingga kebersihan food tray.
"Juga mengatur limbah daripada MBG ini. Jadi, MBG ini hari ini sudah mencapai 23.000 lebih dapur SPPG," jelas Prabowo.
"Pada puncaknya ini akan sampai 82 juta lebih penerimaan manfaat, pada ujungnya akan mencapai lebih dari 30.000 dapur dan tiap dapur mempekerjakan 50 orang," tambahnya.
Prabowo juga menyampaikan bahwa pekerja dapur MBG sekarang ini diketahui sudah ada lebih dari 1 juta orang.
"Ujungnya akan 1,5 juta orang bekerja tiap hari. Tapi tiap dapur akan menimbulkan dan sudah menimbulkan 5 sampai 10 pemasok, masing-masing pemasok punya 3, 4, 5 petani yang bekerja, ekonomi di desa hidup, petani sayur, petani ikan, peternak ayam, peternak kambing, peternak susu."
"Semua yakin bahwa hasilnya langsung dibeli dan tidak jauh, karena di tiap kampung mereka bisa punya pasar tetap, pasar terjamin," kata Prabowo.
Sumber: TribunTrends.com
| Sosok Chyntia Kalangit, Bupati Sitaro Tersangka Korupsi Dana Bencana Rp 2,7 M, Kakak juga Terseret |
|
|---|
| 3 Poin Gerindra atas Permintaan Maaf Gubernur Kaltim Rudy Masud, Sebatas 'Penenang', Introspeksi |
|
|---|
| Peta Dinasti Politik Keluarga Gubernur Kaltim, Kakak dan Adik Rudy Masud Pejabat, Kini 'Ditendang' |
|
|---|
| Wamendagri Sindir Kursi Pijat Gubernur Kaltim Rudy Masud: Tidak Dirasakan Warga, Tak Usah Dilanjut |
|
|---|
| Gubernur Kaltim Rudy Masud Bandingkan Adiknya dengan Adik Prabowo, Gerindra: Hati-hati Berkomentar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/mbg-prabowo.jpg)