Breaking News:

Diperingatkan Immanuel Ebenezer Bakal 'Di-Noel-kan', Menkeu Purbaya Tidak Takut: Gue Ga Terima Duit!

Menkeu Purbaya yakin tak akan mengalami kasus serupa Neol Ebenezer karena tidak pernah menerima uang dari pihak manapun.

Tayang:
Penulis: Amir M
Editor: Amir M
Kompas.com/LPS// HARYANTI PUSPA SARI
PURBAYA NOEL EBENEZER - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dan Immanuel Ebenezer. Purbaya tanggapi pernyataan dirinya bakal 'di-Noel-kan' dari Noel Ebenezer. 

Ringkasan Berita:
  • Immanuel Ebenezer memperingatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar berhati-hati karena menilai ada potensi jerat hukum seperti dirinya. 
  • Noel sendiri merupakan terdakwa kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikasi K3, diduga menerima suap Rp 3 miliar dan motor Ducati, serta terancam hukuman hingga seumur hidup. 
  • Menanggapi hal tersebut, Purbaya menegaskan tidak takut karena tidak pernah menerima uang dan mengaku menjaga integritas.

TRIBUNTRENDS.COM - Peringatan Immanuel Ebenezer kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik.

Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan yang akrab disapa Noel itu menilai Purbaya berpotensi mengalami nasib hukum serupa dengannya.

Seperti diketahui, Immanuel Ebenezer ditangkap KPK dalam OTT pada 20 Agustus 2025 terkait kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Noel diduga membiarkan dan meminta jatah suap senilai Rp3 miliar serta menerima motor Ducati dari perusahaan swasta. 

Atas perbuatannya, Noel didakwa melanggar Pasal 12 huruf e Juncto Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 20 huruf c Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Juncto Pasal 127 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Noel terancam hukuman pidana maksimal seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun.

Pernyataan tersebut disampaikan Noel saat berada di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (26/1/2026).

Ia mengklaim memperoleh informasi kuat bahwa Purbaya berada dalam posisi rawan jerat hukum.

“Pesan nih buat Pak Purbaya, nih. Pesan, Pak Purbaya.  Modusnya hampir sama semua. Hati-hati, Pak PurbayaSejengkal lagi, nih.

Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan di-'Noel'-kan. Hati-hati tuh, Pak Purbaya,” kata Noel dikutip dari KOMPAS.COM, Selasa (27/1/2026).

Noel mengingatkan bahwa pejabat yang mengganggu kepentingan kelompok tertentu berisiko diserang balik secara hukum.

Ia menilai ada “pesta” yang terganggu dan pihak-pihak tersebut tidak segan melancarkan serangan balik.

Dalam konteks itu, Noel menyebut Purbaya perlu berhati-hati.

Ia bahkan menyebut bahwa siapapun yang merusak kepentingan para “bandit” akan dijadikan sasaran.

"Siapapun yang mengganggu pesta para bandit-bandit ini, mereka akan melepaskan anjing liar untuk gigit Pak Purbaya.

Kasihan Pak Purbaya. Ada pesta yang terganggu," papar Noel.

Dalam kesempatan yang sama, Noel turut menyinggung kasus hukum yang menjerat dirinya.

Ia menyatakan bahwa operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK terhadapnya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Noel mengklaim awalnya hanya diminta datang untuk klarifikasi, namun kemudian justru ditetapkan sebagai tersangka.

Ia juga merasa dijanjikan perlakuan kooperatif, tetapi akhirnya dituduh terlibat pemerasan dalam jumlah besar.

Noel mengaku heran karena dituding menerima hasil pemerasan hingga Rp 201 miliar.

Ia mempertanyakan tuduhan tersebut dan menyebut ingin mengetahui pengusaha mana yang merasa diperas olehnya. 

"Operasi tipu-tipu. Operasi tipu-tipu yang dilakukan oleh para konten kreator yang ada di Gedung Merah Putih," ujar Noel.

"Kayak pertama saya waktu apa, katanya di OTT.

Mereka bilang, ‘Pak, datang, Pak, (KPK bilang) ke kantor saya’, ‘Mau ngapain?’ saya bilang. ‘Ada klarifikasi, mau dikonfrontir’.

Halaman 1/3
Tags:
MenkeuPurbaya Yudhi SadewaPurbayaImmanuel Ebenezer
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved