Breaking News:

Drama MBG

Prabowo Sedih Copot Dadan Hindayana Cs dari BGN: Saya Sangat Sayang Mereka, Tapi Saya Terpaksa

Prabowo menyatakan keputusan mengganti Dadan Hindayana Cs bukan hal yang mudah karena mereka adalah orang yang selama ini dipercaya

Tayang:
Editor: jonisetiawan
Tribunnews.com/Jeprima
KORUPSI MBG - Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengenakan rompi merah muda saat meninggalkan Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026). Prabowo menyatakan keputusan mengganti Dadan Hindayana Cs bukan hal yang mudah karena mereka adalah orang yang selama ini dipercaya 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo menyatakan keputusan mengganti Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung bukan hal yang mudah karena mereka adalah orang yang selama ini dipercaya
  • Meski memiliki kedekatan dan kepercayaan kepada para mantan pimpinan BGN, Prabowo memilih menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan korupsi MBG kepada proses hukum yang sedang berjalan
  • Sebelum mengambil keputusan, Presiden mendapat berbagai laporan terkait kekurangan, kejanggalan, hingga dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah upaya pemerintah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan perasaan yang jarang ia tunjukkan di depan publik.

Dalam sebuah acara yang dihadiri ribuan penggerak MBG di Sentul, Bogor, Prabowo mengaku keputusan mengganti pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bukanlah langkah yang mudah.

Di balik ketegasan pemerintah memberantas dugaan penyimpangan dalam program strategis nasional tersebut, tersimpan rasa kecewa dan kesedihan mendalam dari seorang presiden yang merasa harus berpisah dengan orang-orang yang selama ini ia percaya untuk menjalankan amanah negara.

Pernyataan itu disampaikan setelah mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, bersama dua mantan wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Kejaksaan Agung dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga: Gantikan Dadan Hindayana yang Ketahuan Korupsi, Nanik S Deyang Banjir Karangan Bunga: Semoga Amanah

Di Hadapan 12.000 Penggerak MBG, Prabowo Curahkan Kesedihan

Saat berdiri di hadapan sekitar 12.000 penggerak Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo tidak menutupi perasaan yang sedang dirasakannya.

Ia mengakui bahwa keputusan mencopot para pimpinan BGN merupakan salah satu keputusan berat yang harus diambil sebagai kepala negara.

Menurut Prabowo, orang-orang yang kini harus diberhentikan dari jabatannya adalah sosok yang selama ini ia percaya dan ia beri tanggung jawab besar untuk menjalankan program penting bagi bangsa.

"Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih.

Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara, yang sangat berat," ujar Prabowo di Sentul, Bogor, Rabu (3/6/2026).

Pernyataan tersebut menjadi gambaran bahwa keputusan yang diambil pemerintah bukan semata-mata persoalan administratif, tetapi juga menyangkut hubungan kepercayaan yang selama ini telah dibangun dalam menjalankan tugas negara.

POLEMIK MBG - Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026).
POLEMIK MBG - Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (via Kompas)

Tak Ingin Campuri Proses Hukum yang Sedang Berjalan

Meski mengaku sedih, Prabowo menegaskan dirinya tidak ingin terlalu jauh memberikan komentar mengenai kasus hukum yang kini menjerat Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung.

Ia memilih menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan menyerahkan seluruh penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

Presiden juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan melakukan intervensi atau mempengaruhi jalannya proses penyidikan yang sedang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Baginya, hukum harus berjalan secara independen dan transparan demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Baca juga: Mantan Pimpinan BGN Dadan Hindayana dkk Ditahan, Rumahnya Ikut Digeledah: Dokumen, HP, Laptop Disita

Nasihat Sang Ayah Menjadi Pegangan

Halaman 1/3
Tags:
PrabowoDadan HindayanaBGN
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved