Prabowo Copot Dadan Hindayana & 2 Pimpinan BGN, Terlibat Jual Beli Titik SPPG? Mensesneg: Audit
Presiden Prabowo copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN, muncul dugaan terlibat jual beli titik SPPG, Mensesneg sebut tengah diaudit.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto copot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
- Selain Dadan Hindayana, dua wakil kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya juga diberhentikan dari jabatannya
- Mengenai alasan diberhentikan, muncul isu keterlibatan dalam jual beli titik SPPG hingga soal SOP
TRIBUNTRENDS.COM - Perombakan jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto memunculkan sejumlah pertanyaan terkait alasan di balik keputusan tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi kemudian mengungkap sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar evaluasi pemerintah.
Dalam reshuffle tersebut, posisi Kepala BGN yang sebelumnya dijabat Dadan Hindayana kini dipercayakan kepada wakilnya, Nanik Sudaryati Deyang.
Pergantian itu menjadi bagian dari perubahan struktur kepemimpinan lembaga yang mengurusi program gizi nasional tersebut.
Tak hanya Dadan, dua wakil kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Soni Sanjaya juga diberhentikan dari jabatannya.
Baca juga: BGN Ingin Beri MBG untuk Anak Sekolah Indonesia di Jeddah, Tunggu Restu Prabowo, Awal Mula Idenya
Ketiganya resmi dicopot pada Selasa (2/6/2026), setelah sebelumnya dilantik pada Agustus 2024.
Sebagai pengganti, pemerintah menunjuk dua pejabat baru untuk mengisi posisi wakil kepala, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen Eddy Trenggono.
Menanggapi alasan pergantian tersebut, Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Menurutnya, keputusan yang diambil Presiden bukanlah langkah mendadak, melainkan hasil dari proses penilaian yang berlangsung secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan tugas dan program lembaga tersebut.
Selain aspek kinerja, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP), terutama yang berkaitan dengan tata kelola makanan.
Faktor-faktor tersebut menjadi bagian dari evaluasi yang akhirnya melahirkan keputusan untuk melakukan penyegaran di tubuh BGN.
Dengan susunan kepemimpinan yang baru, pemerintah berharap pelaksanaan program-program gizi nasional dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
"Tentunya selama 1 setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian itu menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera untuk kita perbaiki."
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP."
"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional," kata Mensesneg.
Baca juga: BGN Ngamuk! Ancam Tutup Massal Puluhan Dapur MBG Gara-gara Tak Beli Telur dari Peternak Lokal
Sumber: Tribunnews.com
| Prabowo Sudah Bidik Dadan Hindayana Sebelum Dicopot, Dugaan Pemborosan Anggaran, BGN Target OTT KPK? |
|
|---|
| Dadan Hindayana Dicopot, Sufmi Dasco Minta BGN Berbenah: Pemerintah Dengarkan Aspirasi Masyarakat |
|
|---|
| Bupati Hamenang Bicara Soal Tren Game Mobile, Sebut Tak Bisa Dilawan tapi Diarahkan Jadi Prestasi |
|
|---|
| Bupati Hamenang Sebut Esports Bisa Jadi Jalan Prestasi Anak Muda Klaten |
|
|---|
| Dikritik Sering Keluar Negeri Bikin Tekor, Teddy: Jika Kelebihan, Prabowo Bayar Pakai Uang Pribadi |
|
|---|