Di Sel Isolasi, Anton Napi Eks Polisi Hubungi Keluarga Sebelum Meninggal? Ditjenpas: Tak Ada Akses
Anton Kurniawan, mantan polisi jadi napi ditemukan meninggal di sel isolasi, sempat menghubungi keluarga sebelum meninggal, ini kata Ditjenpas.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Anton Kurniawan, mantan polisi jadi narapidana seumur hidup ditemukan meninggal di sel isolasi
- Anton disebut sempat menghubungi keluarga sebelum meninggal
- Ditjenpas tegaskan tak ada akses komunikasi di sel isolasi
TRIBUNTRENDS.COM - Kematian narapidana Anton Kurniawan di sel super maximum Lapas Kelas IIA Palangka Raya masih menyimpan berbagai tanda tanya yang belum terjawab.
Salah satu sorotan utama muncul dari informasi yang berbeda terkait komunikasi terakhir Anton sebelum ia ditemukan meninggal dunia.
Polemik ini bermula dari pernyataan pihak keluarga yang mengaku sempat menerima pesan dari Anton pada hari yang sama sebelum kabar duka tersebut diterima.
Keterangan itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya akses komunikasi dari dalam sel super maximum.
Di sisi lain, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Tengah menegaskan bahwa Anton tidak memiliki akses untuk berhubungan dengan pihak luar selama menjalani penempatan di sel tersebut.
Perbedaan informasi inilah yang kini menjadi perhatian publik.
Baca juga: Telepon & Pesan Terakhir Anton, Eks Polisi Divonis Seumur Hidup, Dugaan Penyebab Kematiannya di Sel
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Kalimantan Tengah, I Putu Murdiana, mengaku belum menemukan fakta yang dapat membenarkan kabar mengenai komunikasi antara Anton dan keluarganya selama berada di sel super maximum.
Menurut Putu, aturan yang berlaku di sel tersebut memang membatasi seluruh akses komunikasi maupun kunjungan dari luar.
Karena itu, pihaknya masih mendalami informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
"Ya, kami sih belum mendapatkan informasi itu. Akses juga tidak ada. Pada saat di sel itu yang bersangkutan kan tidak boleh menerima kunjungan," kata Putu saat ditemui di Lapas Kelas IIA Palangka Raya, dikutip dari Tribun Kalteng, Senin (1/6/2026).
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Ditjenpas yang hingga kini belum menemukan bukti adanya komunikasi antara Anton dan keluarganya.
Meski demikian, pengakuan keluarga tetap menjadi bagian penting yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut.
Perbedaan keterangan dari kedua pihak membuat kasus kematian Anton semakin menyita perhatian.
Publik pun menanti hasil penelusuran resmi untuk mengetahui fakta sebenarnya di balik komunikasi terakhir narapidana tersebut.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan rinci yang dapat menjawab bagaimana pesan yang disebut keluarga itu bisa disampaikan.
Sumber: Kompas.com
| Kepala BGN Dadan Hindayana Sebut Ribuan Anak PMI di Arab Saudi Kompak Tuntut Hak MBG ke Pemerintah |
|
|---|
| Rekomendasi Sate Ayam Paling Hits di Karanganyar, Ratingnya Tembus Langit, Dijamin Bikin Nagih! |
|
|---|
| Viral ART di Bogor Dianiaya Teman Hingga Tewas Karena Charger Majikan Hilang, Majikan di Luar Kota |
|
|---|
| Anies Baswedan Bongkar Rekam Jejak Dino Patti Djalalal, Puji Kebijakan Dino Saat Jabat Duta Besar AS |
|
|---|
| Betrand Peto Tak Ingin Ikut Campur Masalah Sarwendah & Ruben Onsu, Tahu Situasi yang Sebenarnya |
|
|---|