Berita Karanganyar
2 Sapi Milik Warga Karanganyar Disembelih Secara Brutal oleh Anak Sendiri, Daging Batal Diolah
Dua sapi limousin milik warga Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar ditemukan mati disembelih oleh anak sendiri yang gangguan jiwa
Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Dua sapi limousin milik warga Jatiyoso, Karanganyar ditemukan mati disembelih pada Rabu (27/5/2026)
- Pelaku penyembelihan diketahui adalah Eko (39), anak pemilik sapi yang disebut mengalami gangguan jiwa dan baru pulang dari rumah sakit jiwa
- Bangkai sapi diputuskan untuk dikubur dan tidak dikonsumsi
TRIBUNTRENDS.COM - Iduladha Berujung Duka, Dua Sapi Limousin di Karanganyar Mati Disembelih Anak Pemilik yang Alami Gangguan Jiwa
Suasana Hari Raya Iduladha yang seharusnya dipenuhi gema takbir dan semangat berbagi di Dusun Metro, Desa Wonokeling, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, justru berubah menjadi kepedihan mendalam bagi sebuah keluarga peternak.
Dua ekor sapi limousin betina milik warga setempat ditemukan mati bersimbah darah di dalam kandang pada Rabu (27/5/2026) siang.
Peristiwa memilukan itu terjadi bukan karena pencurian ataupun serangan hewan buas, melainkan dilakukan oleh anggota keluarga sendiri.
Baca juga: Deretan 11 Warung Sate Kelinci Terpopuler di Tawangmangu Karanganyar yang Kelezatannya Bikin Nagih
Dua sapi tersebut diketahui disembelih oleh Eko (39), putra pemilik ternak yang disebut mengalami gangguan jiwa.
Kejadian itu sontak membuat warga sekitar terkejut. Apalagi, momen tersebut berlangsung tepat saat masyarakat tengah sibuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban Iduladha di lingkungan dusun.
Baru Pulang dari Rumah Sakit Jiwa
Kepala Desa Wonokeling, Suyat, menjelaskan bahwa Eko memang telah lama mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan, pria tersebut baru saja kembali ke rumah setelah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa sekitar satu minggu sebelum insiden terjadi.
“Yang bersangkutan memang sudah lama mengalami gangguan jiwa. Baru pulang dari rumah sakit jiwa sekitar seminggu,” ujar Suyat kepada awak media, Kamis (28/5/2026).
Menurut penuturan warga, pada pagi hari sebelum kejadian, Eko sempat terlihat berada di lokasi penyembelihan hewan kurban di masjid Dusun Metro. Namun, ia tidak ikut terlibat dalam proses penyembelihan seperti warga lainnya.
Tidak ada yang menaruh curiga saat itu. Hingga akhirnya, tanpa sepengetahuan keluarga maupun warga sekitar, Eko diduga pulang ke rumah, mengambil pisau, lalu masuk ke kandang sapi milik keluarganya sendiri.
Disembelih Seperti Hewan Kurban
Peristiwa tragis itu diduga berlangsung diam-diam. Dua sapi limousin betina yang selama ini dipelihara keluarga Wiji (60) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan luka parah di bagian leher.
Suyat mengatakan, cara penyembelihan yang dilakukan menyerupai proses pemotongan hewan kurban pada umumnya.
“Leher sapi disayat seperti proses penyembelihan pada umumnya. Bahkan sebelumnya sempat ditusuk-tusuk,” kata Suyat.
Dua sapi tersebut sebenarnya bukan hewan yang disiapkan untuk kurban Iduladha tahun ini. Keduanya masih dalam masa pertumbuhan dan masih dipelihara untuk jangka panjang.
“Itu sebenarnya belum poel dan masih dipelihara,” ujarnya.
Kehilangan dua sapi limousin sekaligus tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Selain memiliki nilai ekonomi tinggi, ternak tersebut juga menjadi aset penting yang selama ini dirawat dengan penuh perhatian.
Baca juga: Nasib Pria Karanganyar yang Curi 50 Kg Gula, Polisi Amankan Pelaku tapi Berakhir Tak Terduga
Warga Temukan Kandang Bersimbah Darah
Kejadian itu baru diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Saat keluarga dan warga mendatangi kandang, dua bangkai sapi sudah tergeletak dalam kondisi mengenaskan.
Suasana mendadak berubah mencekam. Warga yang sebelumnya sibuk dengan aktivitas Iduladha dibuat terpukul melihat kondisi kandang yang dipenuhi darah.
Namun di tengah kepedihan itu, keluarga memilih menahan diri. Mereka memahami kondisi Eko yang memiliki riwayat gangguan jiwa dan baru saja menjalani perawatan.
Karena alasan tersebut, keluarga memutuskan tidak membawa kasus ini ke ranah hukum ataupun melaporkannya kepada aparat kepolisian.
Daging Tak Dikonsumsi, Sapi Dikubur
Setelah dimusyawarahkan keluarga, dua bangkai sapi tersebut akhirnya tidak dimanfaatkan untuk konsumsi. Dagingnya diputuskan untuk tidak dibagikan maupun diolah.
Keluarga memilih menguburkan kedua sapi itu sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk menghindari persoalan lain di kemudian hari.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga pemilik ternak, tetapi juga warga Dusun Metro yang mengenal kondisi Eko selama bertahun-tahun.
Di tengah suasana Iduladha yang identik dengan pengorbanan dan kebersamaan, kejadian tersebut menjadi pengingat tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan keluarga bagi penyintas gangguan jiwa.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)
Sumber: TribunTrends.com
| 2 Sapi Milik Warga Karanganyar Disembelih Secara Brutal oleh Anak Sendiri, Daging Batal Diolah |
|
|---|
| Deretan 11 Warung Sate Kelinci Terpopuler di Tawangmangu Karanganyar yang Kelezatannya Bikin Nagih |
|
|---|
| Nasib Pria Karanganyar yang Curi 50 Kg Gula, Polisi Amankan Pelaku tapi Berakhir Tak Terduga |
|
|---|
| Prabowo Kirim Sapi 1,1 Ton ke Kampung Terpencil di Karanganyar, Panitia Kaget: Baru Pertama Kali |
|
|---|
| Siasat Bupati Karanganyar Akali Efisiensi Anggaran di Hari Raya Idul Adha, Kurangi Hewan Kurban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/ilustrasi-sapi-limosin.jpg)