Dedi Mulyadi Tanggapi Fenomena Teror Pocong, Warga Diminta Aktifkan Siskamling
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait fenomena “teror pocong” yang belakangan viral dan meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Penulis: Tim Konten Trends
Editor: Tim TribunTrends
TRIBUNTRENDS.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait fenomena “teror pocong” yang belakangan viral dan meresahkan masyarakat di sejumlah wilayah.
Dedi menyebut kemunculan sosok berkain kafan yang diduga pocong itu telah menimbulkan keresahan warga. Ia menilai aksi tersebut mengganggu ketertiban dan kenyamanan lingkungan.
“Di berbagai tempat ada pocong yang dikejar warga karena mencuri kambing. Ada pocong yang mengetuk-ngetuk rumah dengan berbagai modus,” ujar Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71 pada Selasa (26/5/2026).
“Bisa modusnya adalah minta-minta, bisa modusnya pencurian atau perampokan, bisa modusnya main-main atau iseng. Tetapi ketiga-tiganya menurut saya meresahkan," ujarnya.
Menurut Dedi, aksi tersebut tidak hanya menimbulkan ketakutan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk arus lalu lintas di beberapa daerah.
"Dan ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan dan ketertiban lalu lintas," ujar Dedi.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan seperti siskamling dan patroli warga.
"Ini pocong memang menjadi hal yang meresahkan warga. Kalau di Lembang dan di Bandung, pocong dioperasi Satpol PP, karena keluarnya salah."
Baca juga: Candaan Dedi Mulyadi ke Persib usai Juara: Bonus Rp 1 Miliar Jangan Buat Kawin Lagi
"Nah, harusnya pocong keluar malam hari, ini siang hari untuk minta-minta ke setiap mobil yang lewat," kata Dedi dikutip dari Kompas.com pada Selasa (26/05/2026).
Dedi juga meminta warga memanfaatkan grup komunikasi seperti WhatsApp untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing.
"Untuk itu, mari kita bersama-sama untuk melakukan patroli si siskamling di lingkungan masing-masing. Ada grup WA yang bisa diaktifkan di setiap lingkungan warga," ucapnya.
Selain itu, ia menyarankan penggunaan alarm tradisional seperti kentongan sebagai tanda peringatan jika terjadi hal mencurigakan.
"Ada alarm yang bisa dibunyikan saat ada sesuatu yang dianggap bahaya, termasuk pocong yang mengganggu kenyamanan warga. Ada kentongan kalau di desa-desa," kata Dedi.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk memastikan situasi tetap kondusif. Dedi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik.
"Mari kita hadapi berbagai hal yang mengganggu warga dengan sungguh-sungguh dan mari kita bersama menjaga keamanan dan ketertiban warga."
"Untuk warga, panik jangan. Salam untuk semuanya," kata Dedi Mulyadi. (Tribuntrends.com/Grid.ID/Widy Hastuti Chasanah)
Sumber: Grid.ID
| Modus Kiai Pekalongan Diduga Cabuli Santriwati Terungkap, Korban Mengaku Dicuci Otak |
|
|---|
| Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Polisi Sebut Terduga Pelaku ODGJ Putus Obat |
|
|---|
| Kesepakatan Sementara AS-Iran Tercapai, Jalur Minyak Dunia di Selat Hormuz Akan Normal |
|
|---|
| Prabowo Instruksikan Wajib Belajar Bahasa Prancis, DPR Sentil soal SDM: Ada atau Tidak Gurunya? |
|
|---|
| Pesan Solidaritas Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Kupon Penyelamat Mahasiswa, Makan Gratis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Gubernur-Jawa-Barat-Dedi-Mulyadi-menanggapi-fenomena-teror-pocong.jpg)