Drama MBG
Efek Raksasa Program MBG: Belanja Barang Pemerintah Melonjak Gila-gilaan hingga 130 Persen
Purbaya melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga 30 April 2026 mencapai Rp 826 triliun atau setara 26,2 persen dari target APBN 2026
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Purbaya melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat hingga 30 April 2026 mencapai Rp 826 triliun
- Belanja kementerian/lembaga (K/L) menjadi salah satu penopang utama dengan realisasi Rp 400,5 triliun atau 26,5 persen dari pagu anggaran Rp 1.510,5 triliun
- Belanja barang melonjak hingga 130 persen menjadi Rp 164,2 triliun. Salah satu komponen terbesar berasal dari realisasi program MBG
TRIBUNTRENDS.COM - Pemerintah mulai menggelontorkan anggaran dalam jumlah besar pada awal 2026. Hingga 30 April 2026, realisasi belanja pemerintah pusat tercatat mencapai Rp 826 triliun.
Angka itu setara 26,2 persen dari total target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 yang dipatok sebesar Rp 3.149,7 triliun.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pola belanja tahun ini memang diupayakan lebih merata sejak awal tahun agar program-program prioritas pemerintah bisa langsung bergerak lebih cepat.
“Jadi, kami ingin melihat belanja pemerintah terjadi merata sepanjang tahun,” ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca juga: Pendanaan Program MBG Terus Dikuliti Purbaya, Anggaran Kembali Dipangkas Demi Selamatkan APBN
Yang menarik, angka belanja negara tahun ini melonjak sangat tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada April 2025, realisasi belanja pemerintah pusat baru mencapai Rp 546,7 triliun. Kini angkanya naik 51,1 persen hanya dalam setahun.
MBG Jadi Mesin Utama Lonjakan Belanja
Salah satu pendorong terbesar lonjakan pengeluaran negara datang dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintahan Prabowo Subianto.
Realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) hingga April mencapai Rp 400,5 triliun atau 26,5 persen dari pagu Rp 1.510,5 triliun. Angka itu tumbuh 57,9 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah menyebut kenaikan besar tersebut dipicu oleh pelaksanaan program MBG, penyaluran bantuan sosial, hingga pembayaran tunjangan hari raya (THR).
Belanja barang bahkan melonjak hingga 130 persen menjadi Rp 164,2 triliun. Dari angka itu, program MBG sendiri sudah menyerap sekitar Rp 75 triliun hanya sampai April 2026.
Selain MBG, pemerintah juga mengalokasikan:
- Rp 9,2 triliun untuk insentif biodiesel
- Rp 4,8 triliun untuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Ada semacam pola baru yang mulai terlihat: APBN kini bergerak jauh lebih agresif di awal tahun, terutama untuk mendorong program yang langsung menyentuh masyarakat.
Belanja Pegawai Ikut Naik karena ASN Baru dan THR
Belanja pegawai juga ikut terkerek cukup besar. Hingga April, realisasinya mencapai Rp 126,9 triliun atau 35,4 persen dari target tahunan.
Kenaikannya mencapai 24,4 persen dibanding tahun lalu.
Sumber: TribunTrends.com
| Efek Raksasa Program MBG: Belanja Barang Pemerintah Melonjak Gila-gilaan hingga 130 Persen |
|
|---|
| Anggaran MBG 2026 Dipangkas, Menkeu Purbaya Ungkap Demi Efisiensi: Presiden Sedang Memperbaiki |
|
|---|
| Pendanaan Program MBG Terus Dikuliti Purbaya, Anggaran Kembali Dipangkas Demi Selamatkan APBN |
|
|---|
| Garansi Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG Tak Bebani Negara: Defisit Kita Aman di Bawah 3 Persen |
|
|---|
| BGN Beber Modus Licik Jalur Cepat Verifikasi Dapur MBG yang Telan Puluhan Korban, Catut Nama Pejabat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/MENU-MBG-VIRAL-Ilustrasi-penerima-MBG-Viral-unggahan-di-media-sosial.jpg)