Breaking News:

SMAN 1 Sambas Tolak Final Ulang LCC Empat Pilar, MPR Sebut Polemik Bukan Kecurangan

Polemik yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak MPR.

Tayang:
YouTube MPRGOID
POLEMIK LCC KALBAR - Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto memberikan klarifikasi terkait kontroversi final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. 

TRIBUNTRENDS.COM -- Polemik yang terjadi dalam final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat akhirnya mendapat klarifikasi dari pihak MPR. Ketua Badan Sosialisasi MPR, Abraham Liyanto, menegaskan tidak ada unsur kecurangan dalam perlombaan tersebut.

Menurut Abraham Liyanto, kontroversi yang sempat viral di media sosial itu lebih disebabkan oleh kesalahpahaman saat proses penilaian berlangsung di babak final.

"Saya kira tidak ada tuduhan curang dari dan bagi pihak manapun. Yang terjadi hanya kesalahpahaman, dan mereka ingin meluruskan dan memastikan itu lewat protes tadi," ujar Abraham Liyanto kepada Kompas.com, Minggu (17/5/2026).

Meski demikian, Abraham Liyanto menyayangkan sikap juri dan pembawa acara atau MC yang dinilai kurang memberi ruang kepada peserta untuk mencari kejelasan saat protes terjadi.

Diketahui sebelumnya, tim dari SMAN 1 Pontianak sempat memprotes keputusan juri dalam final LCC Empat Pilar tersebut. Namun saat itu, juri dan MC disebut lebih menegaskan bahwa keputusan penilaian merupakan hak penuh dewan juri.

Menurut Abraham Liyanto, situasi itulah yang kemudian memicu polemik panjang hingga menjadi viral di media sosial.

"Sayangnya juri dan pembawa acara tidak memberikan ruang dan waktu yang banyak untuk mencari kebenaran tersebut. Tapi lebih menekankan pada hak dan kewenangan dewan juri dalam menentukan nilainya," tutur Abraham Liyanto.

"Inilah akar permasalahan sehingga terjadi polemik yang panjang dan viral, dan sebenarnya tidak sesuai dengan tujuan sosialisasi 4 Pilar tersebut," imbuhnya.

POLEMIK LCC KALBAR - Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto memberikan klarifikasi terkait kontroversi final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat.
POLEMIK LCC KALBAR - Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto memberikan klarifikasi terkait kontroversi final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. (Tribun Trends)

Di tengah polemik yang berkembang, pihak SMAN 1 Sambas yang keluar sebagai pihak yang diuntungkan dari keputusan juri juga akhirnya memberikan klarifikasi.

Melalui akun Instagram resmi sekolah, pihak SMAN 1 Sambas membantah keras tuduhan kecurangan maupun praktik tidak sportif selama perlombaan berlangsung.

"Membantah keras tuduhan kecurangan, penyuapan, tindak nepotisme, dan prasangka setting kemenangan yang dituduhkan kepada SMAN 1 Sambas," tulis pihak sekolah, Sabtu (16/5/2026).

Pihak sekolah menegaskan bahwa tim LCC mereka telah mengikuti perlombaan sesuai aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan panitia sejak awal kompetisi berlangsung.

Selain itu, SMAN 1 Sambas juga memastikan para peserta bertanding secara sportif selama mengikuti seluruh rangkaian lomba.

Baca juga: MPR Akan Gelar Ulang Final Lomba Cerdas Cermat Secepatnya, Berjanji Akan Mengawasi dengan Ketat

Tak hanya membantah tuduhan curang, SMAN 1 Sambas juga menolak keputusan pertandingan ulang final LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang sebelumnya diputuskan pihak MPR.

“SMAN 1 Sambas menolak pertandingan final ulang provinsi Kalimantan Barat. Kami berharap seluruh pihak dapat menahan diri menghormati proses yang sedang berlangsung dan mengedepankan penyelesaian yang bijaksana objektif serta berkeadilan,” tulis mereka.

Halaman 1/2
Tags:
Lomba Cerdas Cermat 4 PilarMPRSMAN 1 Pontianak
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved