Breaking News:

Berita Jogja

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Tolak Pembangunan Dapur SPPG, Usul 2 Skema, Program Magang MBG

UMY dengan tegas menolak pembangunan SPPG di dalam lingkungan kampus untuk mendukung program MBG, tawarkan dua skema kolaborasi ini.

Tayang:
Penulis: ninda iswara
Editor: ninda iswara
Instagram @badangizinasional.ri
POLEMIK MBG - (Ilustrasi) UMY dengan tegas menolak pembangunan SPPG di dalam lingkungan kampus untuk mendukung program MBG, tawarkan dua skema kolaborasi ini. 

Ringkasan Berita:
  • UMY dengan tegas menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dalam lingkungan kampus untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG)
  • Sebagai gantinya, UMY menawarkan dua skema kolaborasi yang masih berkaitan dengan MBG
  • Kedua skema yakni kajian akademik yang menyeluruh terhadap SPPG dan program magang mahasiswa pada SPPG

TRIBUNTRENDS.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) perintahkan minimal ada satu dapur SPPG di kampus.

Namun ternyata usulan BGN ini tak langsung diterima.

Beberapa kampus setuju dan akan membangun dapur SPPG di lingkungan belajar mereka.

Tak sedikit pula yang menolak usulan tersebut.

Salah satu kampus yang menolak yakni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

UMY dengan tegas menolak pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dalam lingkungan kampus untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Bukan tanpa alasan pihak UMY menolak usulan tersebut.

Baca juga: Motivasi Pigai untuk Korban Keracunan MBG: Cepat Sembuh, Biar Bisa Jadi Menteri Seperti Saya

Tak serta merta menolak, pimpinan universitas memberikan penawaran yang juga berkaitan dengan MBG.

Pihak UMY mengusulkan dua skema keterlibatan berbasis akademik, yakni kajian ilmiah dan program magang mahasiswa di fasilitas SPPG yang sudah beroperasi di luar kampus.

Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dr. Dyah Mutiarin, M.Si., buka suara terkait penolakan ini.

Menurutnya, ada berbagai cara untuk mendukung dan menyukseskan program prioritas nasional.

Keterlibatan perguruan tinggi tidak melulu harus diwujudkan lewat pembangunan infrastruktur fisik di area kampus.

Berdasarkan penuturan Prof. Dr Dyah Mutiarin, ada cara yang lebih tepat.

Bahkan cara ini tetap selaras dengan mandat akademik sebuah perguruan tinggi.

Menurutnya, konsep kampus sebagai laboratorium hidup (living laboratory) dalam program MBG tetap dapat dijalankan tanpa perlu memaksakan pembangunan dapur gizi di area kampus yang memiliki keterbatasan tertentu.

Halaman 1/2
Tags:
UMYYogyakartaSPPGMBG
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved