Iran vs AS
UEA Mencekam, Dihujani Rudal dan Drone Iran, Perusahaan Minyak Terbakar, Sekolah Pindah ke Daring
Rudal dan drone Iran serang UEA hingga menimbulkan korban, suasana mencekam, aktivitas sekolah pun dilakukan secara daring.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
TRIBUNTRENDS.COM - Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya telah “menghadapi” 19 rudal dan drone yang diluncurkan Iran pada Senin (4/5/2026).
Serangan tersebut diketahui melibatkan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah, serta kendaraan udara tanpa awak (UAV).
Kementerian Pertahanan UEA dalam pernyataannya mengatakan, “pertahanan udara UEA menghadapi 12 rudal balistik, 3 rudal jelajah, dan 4 UAV yang diluncurkan dari Iran, yang mengakibatkan 3 luka sedang.”
Meski demikian, pihak berwenang belum memberikan rincian lengkap mengenai jumlah proyektil yang berhasil dicegat atau dihancurkan.
Sebelumnya, otoritas di Fujairah melaporkan adanya serangan drone yang menyasar fasilitas pelabuhan minyak hingga memicu kebakaran.
Baca juga: Donald Trump Klaim Iran Minta AS Buka Selat Hormuz di Tengah Krisis Kepemimpinan
Insiden tersebut juga menyebabkan tiga warga negara India mengalami luka-luka akibat dampak serangan.
Laporan CNN menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara Iron Dome milik Israel diduga turut digunakan untuk membantu mencegat proyektil di wilayah udara UEA.
Sementara itu, Axios melaporkan bahwa Israel secara diam-diam telah mengerahkan Iron Dome untuk membantu UEA, seiring menguatnya hubungan kedua negara sejak normalisasi diplomatik sekitar enam tahun lalu.
Di tengah berbagai laporan tersebut, situasi di kawasan Teluk dilaporkan masih berada dalam status siaga tinggi akibat meningkatnya eskalasi serangan lintas negara.
Kondisi ini menambah kekhawatiran akan stabilitas keamanan regional yang masih rentan terhadap konflik lanjutan.
UEA Alihkan Sekolah ke Pembelajaran Daring
Sekolah-sekolah di Uni Emirat Arab (UEA) kembali beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh setelah adanya serangan terbaru yang dikaitkan dengan Iran di kawasan Teluk.
Kementerian Pendidikan UEA dalam pernyataannya menyebut bahwa seluruh sekolah dan taman kanak-kanak akan menjalankan pembelajaran secara daring mulai Selasa hingga Jumat “demi keselamatan siswa serta seluruh pihak yang bekerja di sektor pendidikan.”
“Situasi saat ini akan dievaluasi kembali pada Jumat, 8 Mei 2026, jika diperlukan perpanjangan periode,” demikian pernyataan kementerian tersebut.
Kebijakan ini diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional yang kembali memengaruhi aktivitas masyarakat sipil, termasuk sektor pendidikan.
Sebelumnya, banyak sekolah dan universitas di kawasan Teluk, termasuk UEA, juga sempat beralih ke pembelajaran daring ketika konflik mulai pecah pada akhir Februari.
Qatar bahkan lebih awal menerapkan kebijakan serupa pada hari pertama pecahnya pertempuran.
Hingga kini, otoritas pendidikan di UEA masih terus memantau situasi keamanan dan menyesuaikan kebijakan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
(TribunTrends/Tribunnews)
Jangan lewatkan berita-berita TribunTrends.com tak kalah menarik lainnya di Google News, Threads, dan Facebook
Sumber: Tribunnews.com
| Pelaut Bertemu Kapal Gamsunoro di Selat Hormuz, Semua Kru WN India, Pertamina: Kerja Sama Penyewa |
|
|---|
| Hujan Peluru di Selat Hormuz, Iran Tembaki Kapal Tanker Tanpa Ampun: Tidak Ada yang Boleh Lewat! |
|
|---|
| Baru Dibuka Sehari, Iran Tutup Lagi Selat Hormuz! Harga Minyak Dunia Terancam Meroket Gila-gilaan! |
|
|---|
| 2 Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Gus Miftah Klaim Hasil Diplomasi Prabowo, Kaesang: Segera Lewat |
|
|---|
| Negosiasi Iran-AS Gagal, Trump Ngamuk, Mulai Blokade Selat Hormuz, Tuduh Taruh Ranjau di Laut |
|
|---|