Drama MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana Sebut Jurusan Gizi Kini Mendadak Diminati Gara-Gara Program MBG
Kepala BGN Dadan Hindayana sebut program studi gizi yang sebelumnya kurang populer kini menjadi favorit setelah adanya program MBG
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Program studi gizi yang sebelumnya kurang populer kini menjadi favorit setelah adanya program MBG
- Setiap SPPG wajib memiliki minimal satu ahli gizi, sehingga permintaan tenaga profesional melonjak
- BGN juga membuka peluang bagi bidang terkait seperti kesehatan masyarakat, teknologi pangan, dan keamanan pangan
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah derasnya perbincangan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), muncul satu fenomena tak terduga di dunia pendidikan.
Jurusan yang dulu kerap dipandang “sepi peminat” kini justru berbalik arah menjadi incaran baru para calon mahasiswa.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyebut perubahan ini sebagai dampak langsung dari kebutuhan besar di lapangan.
Program MBG yang terus berkembang ternyata membuka peluang luas bagi tenaga ahli di bidang gizi.
Baca juga: DPR Sebut Kebijakan BGN Tidak Masuk Akal: Rakyat Keracunan Kok SPPG-nya Malah Diguyur Rp6 Juta/Hari?
Lonjakan Kebutuhan, Lonjakan Minat
Menurut Dadan, meningkatnya minat terhadap program studi gizi bukanlah kebetulan. Hal ini didorong oleh kebutuhan nyata yang muncul dari operasional ribuan dapur MBG di berbagai daerah.
"Program studi gizi yang dulu tidak terlalu diminati, sekarang justru menjadi yang paling laku karena kebutuhan di lapangan sangat besar," kata Dadan.
Setiap unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi diwajibkan memiliki setidaknya satu tenaga ahli gizi. Dengan jumlah SPPG yang telah mencapai puluhan ribu, kebutuhan tenaga profesional pun melonjak drastis.
"Setiap unit membutuhkan setidaknya satu tenaga ahli, belum termasuk tim pendukung lain di bidang pengolahan pangan dan pengawasan kualitas," jelasnya.
Tak Hanya Lulusan Gizi, Banyak Bidang Ikut Terlibat
Menariknya, kebutuhan ini tidak terbatas hanya pada lulusan gizi murni. Pemerintah juga membuka peluang bagi berbagai latar belakang keilmuan yang masih berkaitan.
Mulai dari kesehatan masyarakat, teknologi pangan, hingga keamanan pangan, semuanya dilibatkan untuk memperkuat kualitas layanan MBG.
Langkah ini diambil demi mempercepat pemenuhan sumber daya manusia sekaligus menjaga standar makanan yang disajikan.
Baca juga: BGN Usul Tiap Kampus Punya SPPG Sendiri, Mahasiswa Bakal Kelola Sawah dan Ternak demi Dukung MBG
Peran Krusial Ahli Gizi di Balik MBG
Dadan menegaskan bahwa keberadaan tenaga ahli gizi bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi fondasi utama keberhasilan program ini.
"Keberadaan tenaga ahli gizi menjadi kunci dalam keberhasilan program MBG, terutama karena pendekatan yang digunakan berbasis potensi lokal," ujarnya.
Setiap daerah memiliki karakteristik bahan pangan dan pola konsumsi yang berbeda.
Sumber: TribunTrends.com
| Menelusuri Alur Pemberian Insentif Rp 6 Juta, SPPG Suspend Tetap Dapat, BGN: Bentuk Penghargaan |
|
|---|
| BGN Usul Tiap Kampus Punya SPPG Sendiri, Mahasiswa Bakal Kelola Sawah dan Ternak demi Dukung MBG |
|
|---|
| Kebanggaan Prabowo Atas Skala Masif Program MBG: Cari di Negara Lain Mana Ada Seperti Ini? |
|
|---|
| Prabowo Tegaskan Tak Ada Dosa Gelontorkan Uang Negara untuk Rakyat Lewat MBG dan Kopdes Merah Putih |
|
|---|
| DPR Sebut Kebijakan BGN Tidak Masuk Akal: Rakyat Keracunan Kok SPPG-nya Malah Diguyur Rp6 Juta/Hari? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/POLEMIK-PROGRAM-MBG-Kepala-BGN-Dadan-Hindayana.jpg)