Drama MBG
Dadan Hindayana Kecewa Progres Besar MBG Dihancurkan Konten Menu Jelek: Yang Bagus Malah Tidak Viral
BGN kecewa kasus menu buruk MBG yang viral justru berasal dari sebagian kecil pelaksanaan, sementara ribuan lainnya yang berjalan baik tidak viral
Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Menurut Dadan Hindayana, dari 25 ribu SPPG yang beroperasi saat Ramadan, hanya 62 yang bermasalah
- Kasus menu buruk yang viral justru berasal dari sebagian kecil pelaksanaan, sementara ribuan lainnya yang berjalan baik kurang mendapat perhatian
- DPRD Jateng menilai produksi massal berisiko menurunkan kualitas makanan dan memicu food waste serta potensi keracunan
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah gencarnya pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar jutaan masyarakat, perbincangan publik justru kerap tersedot pada sisi-sisi yang viral dan kontroversial.
Padahal, di balik sorotan tersebut, pemerintah menilai sebagian besar pelaksanaan program berjalan sesuai harapan.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, yang mencoba meluruskan persepsi publik terhadap pelaksanaan program tersebut.
Baca juga: BGN Bongkar Fakta Sebenarnya di Balik Isu Alat Makan & Laptop MBG, Dadan Hindayana Merasa Difitnah
Sorotan Viral vs Realita di Lapangan
Dadan mengungkapkan bahwa dari sekitar 25 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi selama Ramadan, hanya sebagian kecil yang menuai kritik.
“Dari 25 ribu yang jalan di Ramadhan, 62 yang menghasilkan menu yang jelek. Dan menu yang jelek itulah yang viral,” kata Dadan saat peresmian SPPG di Bogor dikutip TribunTrends, Kamis, 16 April 2026.
Ia menekankan bahwa kasus-kasus tersebut tidak mencerminkan keseluruhan program. Mayoritas SPPG, menurutnya, tetap berjalan baik dan memberikan layanan sesuai standar kepada masyarakat.
“Padahal yang 24 ribu sekian itu bagus-bagus tidak viral,” ujarnya.
Fenomena ini, lanjut Dadan, menunjukkan bagaimana perhatian publik cenderung terpusat pada hal-hal negatif, sementara keberhasilan yang lebih luas justru luput dari sorotan.
Ajakan Mengangkat Cerita Positif
Dadan juga mengajak berbagai pihak untuk ikut menyeimbangkan narasi publik dengan menyampaikan kisah-kisah positif dari penerima manfaat program.
“Mohon bantuan mengangkat cerita masyarakat pemanfaat dari program makan bergizi ini, agar diketahui publik,” katanya.
Menurutnya, penyampaian informasi yang lebih berimbang penting agar masyarakat mendapatkan gambaran utuh tentang implementasi program MBG secara nasional.
Baca juga: DPRD Jateng Desak MBG Dimasak Langsung di Sekolah, Sebut Sistem saat Ini Berisiko Bikin Makanan Basi
Jangkauan Luas dan Komitmen Evaluasi
Program MBG sendiri telah menjangkau sekitar 62 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Kelompok yang menjadi prioritas antara lain ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita yang tergolong rentan terhadap masalah gizi.
Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan. Pengawasan akan terus diperketat guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan program berjalan optimal dalam jangka panjang.
Kritik dan Usulan Perbaikan dari DPRD
Di sisi lain, kritik terhadap pelaksanaan MBG juga datang dari legislatif daerah. Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Messy Widiastuti, mendorong evaluasi total menyusul adanya kasus keracunan massal serta tingginya sisa makanan (food waste).
Sumber: TribunTrends.com
| Banyak Kasus MBG Tak Rasional, Mahfud MD Tetap Dukung, Singgung Pencitraan: Ada Omong-omong Kosong |
|
|---|
| BGN Beli Motor hingga Kaus Kaki, Mahfud MD Sebut Pemborosan, Puji MBG: Harus Ada Pertanggungjawaban |
|
|---|
| Prabowo Fokuskan MBG ke Anak Kurang Gizi, Keluarga Mampu Tak Dapat, BGN ke Lapangan Validasi Data |
|
|---|
| DPRD Jateng Desak MBG Dimasak Langsung di Sekolah, Sebut Sistem saat Ini Berisiko Bikin Makanan Basi |
|
|---|
| Sindiran Mahfud MD soal Anggaran Triliunan Motor MBG & Kaos Kaki, Sebut BGN Pemborosan: Untuk Apa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/DADAN-HINDAYANA-MBG-Kepala-BGN-Dadan-Hindayana-sebut-MBG-selamatkan-anak-putus-sekolah.jpg)