Drama MBG
Proyek Triliunan MBG: Rahasia di Balik Sunyinya Showroom, Pria Seragam Loreng, Karyawan 'Comotan'
Mengintip aktivitas di balik showroom motor listrik program MBG di Jakarta Barat, ada selisih harga antara data e-purchasing pemerintah dengan BGN.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Mengintip aktivitas di balik pembangunan showroom motor listrik program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Barat
- Pembangunan showroom ini ternyata belum kantongi izin resmi dari RT
- Terdapat selisih harga signifikan antara data e-purchasing pemerintah dengan nilai pengadaan yang dirilis Badan Gizi Nasional
TRIBUNTRENDS.COM - Di balik proyek pengadaan motor listrik bernilai triliunan rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), terselip sebuah ironi yang mencuri perhatian.
Di pinggir Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, berdiri gerbang besi tua yang penuh coretan grafiti, seolah menjadi simbol kontras yang mencolok.
Pemandangan ini menghadirkan kesan berbeda dari megahnya nilai proyek yang tengah digagas.
Suasana di sekitar lokasi pun tampak lengang, jauh dari hiruk-pikuk aktivitas yang diharapkan.
Fasad bangunan yang tampak sunyi menyimpan cerita yang tak langsung terlihat dari luar.
Di balik tampilannya yang sederhana, terdapat sejumlah fakta lapangan yang mulai terungkap.
Baca juga: Pengamat Pertanyakan Kejelasan Anggaran Sewa EO oleh BGN, Harusnya Berhemat: Bagaimana Pemilihannya?
Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang kesiapan fasilitas pendukung program tersebut.
Sorotan publik pun perlahan mengarah pada kesesuaian antara rencana besar dan realitas di lapangan.
Perbedaan mencolok ini menghadirkan perspektif baru yang layak untuk dicermati lebih dalam.
Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa besarnya anggaran belum tentu sejalan dengan kesiapan infrastruktur di lapangan.
Gerbang Tak Simetris dan Teriakan Tak Terbalas
Gerbang biru setinggi dua meter yang sudah tidak simetris dan dipenuhi coretan grafiti bergaya bubble writing itu seolah menyembunyikan aktivitas besar di dalamnya.
Tepat di bawah logo Emmo pada gerbang utama, satu tangga perancah (scaffolding) masih berdiri tegak, menandakan adanya pekerjaan yang belum tuntas.
Tidak ada yang menyangka bangunan yang terkesan kosong dengan dua pohon besar menutupi fasadnya ini merupakan showroom utama merek Emmo Electric Mobility.
Guna memastikan aktivitas di dalamnya, tim liputan Tribunnews.com mencoba menunggu di lokasi tersebut selama empat jam pada Senin (13/4/2026).
Sambil sesekali berteriak dengan harapan ada seseorang yang keluar, bangunan beratap seng silver itu tetap bergeming tanpa jawaban.
Sumber: Tribunnews.com
| FSGI Kritik Insentif SPPG Rp 6 Juta/Hari, Singgung Kesejahteraan Guru, Bisa untuk Perbaiki Sekolah |
|
|---|
| Pengamat Pertanyakan Kejelasan Anggaran Sewa EO oleh BGN, Harusnya Berhemat: Bagaimana Pemilihannya? |
|
|---|
| Pengamat Sebut Dana EO Rp113 Miliar BGN Ciderai Semangat Efisiensi Negara: Di Mana Letak Hematnya? |
|
|---|
| Kondisi Kantor Pemenang Tender Motor BGN: Mewah Tapi Tak Ada Papan Nama, Warga Justru Tak Tahu |
|
|---|
| BGN Terapkan WFH demi Hemat BBM, Akuntan dan Pengawas Gizi Wajib Siaga di Kantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Kondisi-gerbang-utama-showroom-Emmo-Electric-Mobility-motor-mbg.jpg)