Jusuf Kalla Sarankan Pemerintah Naikkan Harga BBM, Subsidi Besar Cuma Sementara: tapi Utang Menumpuk
Jusuf Kalla meminta pemerintah agar menaikkan harga BBM, menahan agar tetap stabil hanya bersifat sementara, utang bisa semakin menumpuk.
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah tekanan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik global di kawasan Timur Tengah, Jusuf Kalla kembali mengingatkan pemerintah untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan energi, khususnya terkait subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Mantan Wakil Presiden RI itu menilai, keputusan pemerintah yang tetap menahan harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, memang memberikan dampak positif dalam jangka pendek.
Namun di balik itu, ada konsekuensi besar yang perlu diperhitungkan secara matang.
Menurutnya, mempertahankan subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia justru berpotensi membuat anggaran negara semakin terbebani.
Beban subsidi yang terus membengkak ini, kata dia, pada akhirnya dapat mendorong peningkatan utang negara.
Tak hanya soal anggaran, JK juga melihat kebijakan ini bisa memicu efek lanjutan, mulai dari konsumsi BBM yang tidak terkendali hingga tekanan fiskal yang semakin berat.
Baca juga: Jusuf Kalla Kritik soal WFH, Saran Naikkan Harga BBM, Ferdinand Hutahaean: Jebakan untuk Prabowo
Ia menilai kondisi tersebut bukan tanpa risiko bagi stabilitas ekonomi nasional.
Lebih jauh, JK mencontohkan bahwa sejumlah negara telah mengambil langkah untuk mengurangi subsidi sebagai upaya menghindari potensi krisis dalam negeri.
"Kita minta bahwa agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga,"
"Dia akan (menciptakan) jalan macet jalan karena murah BBM. Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah, kalau meningkat terus maka utang naik terus."
"Jadi itulah sebabnya memang ada mengatakan jangan dinaikkan. Iya betul, tidak dinaikkan mungkin sementara bagus tetapi utang akan menumpuk, dengan subsidi yang besar,"
Dalam pandangannya, persoalan utang negara jauh lebih krusial jika dilihat dalam jangka panjang.
Ia menegaskan bahwa beban utang tersebut pada akhirnya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Meski demikian, JK tak memungkiri kenaikan harga BBM pasti akan menimbulkan protes dari masyarakat.
Namun menurut JK, ini adalah masalah pilihan. Jika pemerintah bisa menjelaskan dengan baik kepada masyarakat maka mereka akan bisa menerima.
Sumber: Tribunnews.com
| Rudy Masud Bandingkan Status Adiknya dengan Hashim Djojohadikusumo, Gerindra: Beda! Jangan Monopoli |
|
|---|
| Nama Hakim di Struktur Yayasan Little Aresha, Bawas MA Duga Ada Pengawasan Internal, Langgar Etik? |
|
|---|
| Rudy Masud Tanggung Kursi Pijat Rp125 Juta, Aslinya Rp47 Juta? Sekda Kaltim: Bukan di Rujab Gubernur |
|
|---|
| Keputusan Gubernur Rudy Masud 'Tendang' Keluarga dari Pemerintahan Mulai Hari Ini: Saya Keluarkan! |
|
|---|
| Mengapa Pengasuh Ikat Anak di Little Aresha? Kriminolog Bahas SOP & Nurani, Bahasa Tubuh jadi Kunci |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/jusuf-kalla-harga-bbm.jpg)