Breaking News:

Prabowo Kaji WFH demi Hemat BBM, Bobby Nasution Pastikan Layanan Publik Tetap Normal

Gubernur Sumut Bobby Nasution merespons rencana hemat BBM Prabowo akibat dampak perang Iran, AS, dan Israel pada energi global.

Tribunnews.com/Fersianus Waku
WFH HEMAT BBM - Bobby Nasution menjelaskan penerapan kerja campuran bagi pegawai pemerintahan usai arahan penghematan BBM dari Presiden Prabowo. 

TRIBUNTRENDS.COM -- Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons rencana Prabowo Subianto terkait penghematan konsumsi bahan bakar minyak akibat dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Salah satu skenario yang dibahas pemerintah pusat adalah pengurangan hari kerja dan penerapan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Menurut Bobby, kebijakan tersebut hanya berlaku pada pekerjaan tertentu di lingkungan pemerintahan dan tidak diterapkan secara menyeluruh kepada seluruh masyarakat.

"Pak presiden menyampaikan kemarin kan untuk kegiatan operasional kantor ya, bukan masyarakat secara umum, tetapi kegiatan operasional perkantoran yang mungkin kerjanya di pemerintahan dan kerjanya di desk office mungkin bisa WFH atau WFA," ujar Bobby saat ditemui wartawan di Stasiun Kereta Api Medan, Senin (16/3/2026).

Ia menegaskan layanan publik yang berhubungan langsung dengan masyarakat tetap berjalan normal.

Bidang pelayanan masyarakat dan pendidikan, menurutnya, tetap diwajibkan hadir langsung di lapangan.

Bobby juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menerima petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan kebijakan tersebut.

Bahkan, penerapan sistem kerja campuran disebut mulai dijalankan.

WFH HEMAT BBM - Bobby Nasution menjelaskan penerapan kerja campuran bagi pegawai pemerintahan usai arahan penghematan BBM dari Presiden Prabowo.
WFH HEMAT BBM - Bobby Nasution menjelaskan penerapan kerja campuran bagi pegawai pemerintahan usai arahan penghematan BBM dari Presiden Prabowo. (Tribunnews.com/Fersianus Waku)

"Tapi yang layanan-layanan masyarakat, yang pendidikan itu yang bersentuhan dengan masyarakat, itu tetap diminta berada di lapangan, sudah ada juknis-nya (petunjuk teknis) juga, sudah kami dapatkan, itu nanti yang (kerja) yang dari pemerintahan 50 persen masuk, 50 persen WFA, mulai dari hari ini (berlakunya)," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran kabinet mengkaji skenario kerja dari rumah dan pengurangan hari kerja guna menekan konsumsi BBM nasional.

Arahan itu disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Baca juga: Momen Bobby Nasution Walk Out Saat Rapat Virtual, Sumut Hanya Dapat 2,1 T untuk Dana Bencana

"Kita bersyukur, kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita," ujar Prabowo.

Presiden menilai langkah antisipatif perlu disiapkan jika krisis ekonomi akibat konflik Timur Tengah berdampak pada lonjakan harga minyak dunia.

Menurutnya, kenaikan harga energi berpotensi memengaruhi berbagai sektor, termasuk harga pangan.

"Tapi, tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif," kata Prabowo.

Sumber: Tribun Bogor
Halaman 1/2
Tags:
BBMWFHPrabowo SubiantoBobby Nasution
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved