Berita Viral
Kades Hoho Kecewa Pada Aparat, Pertanyakan Pengamanan yang Lengah saat Dirinya Dikeroyok Massa LSM
Aksi demonstrasi di Balai Desa Purwasaba, Mandiraja, Banjarnegara, berakhir ricuh, Kades Hoho Alkaf menjadi korban pengeroyokan
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Aksi demonstrasi di Balai Desa Purwasaba, Mandiraja, Banjarnegara, berakhir ricuh
- Kepala Desa Welas Yuni Nugroho yang dikenal sebagai Hoho Alkaf menjadi korban pengeroyokan oleh massa setelah aksi unjuk rasa
- Kericuhan dipicu kekecewaan sebagian anggota LSM terhadap hasil penjaringan perangkat desa yang diminta untuk dibatalkan
TRIBUNTRENDs.COM - Suasana tenang yang biasanya menyelimuti Kantor Balai Desa Purwasaba di Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, mendadak berubah menjadi ketegangan yang memuncak.
Di tengah pusaran konflik tersebut, Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, kini angkat bicara dan menuntut keadilan atas insiden yang ia klaim sebagai tindakan pengeroyokan terhadap dirinya.
Merasa menjadi korban kekerasan saat menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintah desa, Hoho menyatakan akan membawa persoalan ini ke ranah yang lebih tinggi.
Ia bahkan meminta perhatian dari aparat hingga Propam Mabes Polri agar insiden yang menimpanya mendapat penanganan yang adil dan transparan.
Kericuhan ini bermula dari aksi demonstrasi yang digelar oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kantor Balai Desa Purwasaba pada Selasa (11/3/2026).
Aksi yang semula berlangsung sebagai bentuk penyampaian aspirasi itu berujung ricuh ketika situasi memanas di tengah tuntutan pembatalan proses penjaringan perangkat desa.
Baca juga: Dikeroyok Imbas Tolak Seleksi Ulang Perangkat Desa, Kades Hoho Minta Keadilan ke Camat-Propam Polri
Demo Berujung Ketegangan
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara.
Sejumlah massa yang berasal dari anggota sebuah LSM mendatangi kantor desa untuk menyampaikan keberatan terhadap proses seleksi perangkat desa yang sedang berlangsung.
Situasi yang awalnya berjalan dalam suasana penyampaian aspirasi mulai berubah ketika massa mendesak pemerintah desa untuk membatalkan proses penjaringan perangkat desa yang telah berjalan hingga tahap pengumuman hasil.
Ketegangan semakin meningkat ketika tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh pihak pemerintah desa. Di tengah situasi yang semakin panas, Hoho kemudian berniat meninggalkan kantor balai desa setelah demonstrasi tersebut.
Namun langkah itu justru menjadi awal dari peristiwa yang menurut pengakuannya berujung pada pengeroyokan.
Hoho Mengaku Diserang Massa
Dalam keterangannya melalui akun media sosial pribadinya @hoho_alkaff, Hoho mengaku tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa saat dirinya hendak meninggalkan lokasi.
"Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok.
Kacamata saya pecah dan baju saya robek," ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.
Sumber: TribunTrends.com
| Ahmad Luthfi Resmikan Daycare Khusus Buruh: Jangan Seperti di Jogja, Disuruh Rawat Malah Diikat |
|
|---|
| Candaan Spontan Prabowo saat Massa Buruh Histeris Lihat Seskab Teddy: Gue Presidennya, Bukan Dia! |
|
|---|
| Penyesalan Oknum TNI AL Usai Video Aksi Gebrak Ambulans Viral: Minta Maaf, Janji Tak Ulangi Lagi |
|
|---|
| Kronologi Oknum TNI Gebrak Ambulans yang Bawa Pasien di Surabaya: Melawan Arus, Melawan Kemanusian |
|
|---|
| Jejak Kriminal Ketua Yayasan Little Aresha Dibongkar Polisi: Dari Koruptor Jadi Pengelola Daycare |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Hoho-Alkaff-kades-bertato-asal-Banjarnegara-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)