Breaking News:

Iran vs AS

Dunia di Ambang Kekacauan Imbas Perang Iran-AS: Prabowo Minta Rakyat Bersiap Menghadapi Masa Sulit

Prabowo menilai konflik antara Iran-Amerika berpotensi menyeret negara lain ke dalam krisis, minta rakyat bersiap menghadapi masa sulit

Editor: jonisetiawan
YouTube Sekretariat Presiden
PIDATO PRESIDEN PRABOWO - Presiden Prabowo Subianto menilai konflik antara Iran-Amerika berpotensi menyeret negara lain ke dalam krisis, minta rakyat bersiap menghadapi masa sulit. 

Ringkasan Berita:
  • Prabowo berencana memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai dampak memanasnya konflik di Timur Tengah
  • Prabowo menilai konflik antara kekuatan besar dunia berpotensi menyeret negara lain ke dalam krisis
  • Prabowo menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara optimal, termasuk upaya mengurangi ketergantungan impor BBM
 

 

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan akan segera menyampaikan taklimat khusus kepada seluruh rakyat Indonesia terkait situasi geopolitik dunia yang semakin memanas, terutama konflik di Timur Tengah setelah serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan 218 jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui konferensi virtual pada Senin (9/3/2026). Acara tersebut disiarkan melalui kanal resmi Sekretariat Presiden di YouTube.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah perlu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai situasi global yang berpotensi mempengaruhi kondisi nasional.

"Kita punya kekuatan yang besar, tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat," ujar Prabowo.

Baca juga: Prabowo Yakin Indonesia Segera Merdeka dari Impor BBM, Ubah Sawit dan Singkong Jadi Bahan Bakar

Dunia Dinilai Sedang Berada dalam Situasi Berbahaya

Prabowo juga menyoroti meningkatnya ketegangan antara kekuatan-kekuatan besar dunia. Ia menilai konflik yang sedang berlangsung berpotensi menyeret negara lain ke dalam krisis yang lebih luas.

Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut setiap negara untuk lebih waspada serta memperkuat ketahanan nasional agar mampu menghadapi dampak yang mungkin muncul.

"Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya. Pihak-pihak berkekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain dalam keadaan yang susah," ujar Prabowo.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran pemerintah bahwa konflik di satu kawasan dapat berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dan politik global.

AS-ISRAEL SERANG IRAN -
AS-ISRAEL SERANG IRAN - Prabowo berencana memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai dampak memanasnya konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. (Instagram @presidenrepublikindonesia)

Indonesia Diminta Bersiap Menghadapi Kesulitan

Prabowo juga mengingatkan masyarakat Indonesia untuk bersiap menghadapi kemungkinan dampak yang ditimbulkan oleh konflik internasional tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menutup-nutupi tantangan yang mungkin dihadapi bangsa ke depan.

Menurutnya, sikap terbuka terhadap kesulitan justru menjadi langkah penting agar negara dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.

"Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan," ujar Prabowo.

Baca juga: Indonesia Tidak Memihak Iran, Prabowo Pilih Lindungi Kepentingan Nasional daripada Ikut Perang

Dorong Kemandirian Energi Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo kembali menyinggung pentingnya kemandirian energi bagi Indonesia. Ia berharap suatu saat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor bahan bakar minyak (BBM) dari luar negeri.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan energi sendiri dari berbagai komoditas pertanian seperti kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu.

Gagasan ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang pemerintah untuk memperkuat ketahanan nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Ketahanan Pangan Jadi Fondasi Menghadapi Krisis

Halaman 1/2
Tags:
PrabowoIranAmerika
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved