Sosok
Sosok Mojtaba Khamenei, Diprediksi Naik Takhta Pasca Kematian Sang Ayah, Dinasti Khamenei Berlanjut?
Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, yaitu Seyyed Mojtaba Khamenei, dilaporkan sebagai kandidat pengganti ayahnya setelah Khamenei tewas
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Putra kedua Ayatollah Ali Khamenei, yaitu Seyyed Mojtaba Khamenei disebut calon kuat Pemimpin Tertinggi Iran
- Laporan menyebut Mojtaba telah dipersiapkan selama sekitar dua tahun, termasuk pembahasan rahasia di Majelis Ahli Iran pada 2024
- Mojtaba bukan figur baru dalam politik Iran. Ia diyakini berperan di balik layar sejak krisis pemilu 2009
TRIBUNTRENDS.COM - Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2/2026) tidak hanya mengguncang stabilitas kawasan, tetapi juga membuka kembali perdebatan lama mengenai suksesi kekuasaan di Republik Islam.
Di tengah situasi genting itu, satu nama kembali mengemuka dan menjadi sorotan utama: Seyyed Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei.
Sejumlah media Iran, termasuk kantor berita pemerintah Fars, melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei disebut-sebut telah dipersiapkan sebagai kandidat kuat Pemimpin Tertinggi Iran berikutnya.
Ayahnya, Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam serangan udara di kantornya bersama sekitar 40 komandan senior.
Tragedi tersebut juga merenggut nyawa sejumlah anggota keluarga dekat Khamenei, termasuk putrinya, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuannya.
Baca juga: Rekam Jejak Ali Khamenei, Usia 11 Tahun Sudah Jadi Ulama, Jadi Pejuang Revolusioner Sejak Muda!
Disiapkan Secara Senyap Selama Dua Tahun
Laporan Bhaskar English pada Minggu (1/3/2026) menyebut bahwa persiapan untuk mendorong Mojtaba ke posisi tertinggi Republik Islam telah berlangsung setidaknya dalam dua tahun terakhir.
Meski demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Iran mengenai pencalonan tersebut.
Media juga mengungkap bahwa pada 2024, Ayatollah Ali Khamenei diduga telah memberikan sinyal internal terkait kemungkinan Mojtaba sebagai penerus, seiring memburuknya kondisi kesehatannya.
Dalam konteks itu, Majelis Ahli lembaga yang berwenang memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi dilaporkan menggelar diskusi rahasia pada 26 September 2024 untuk membahas skenario suksesi.
Disebutkan pula bahwa Khamenei meminta anggota terpilih Majelis Ahli untuk membicarakan isu tersebut secara tertutup dan individual.
Meski Mojtaba dikabarkan mendapat dukungan kuat dari kalangan ulama berpengaruh, keputusan akhir tetap sepenuhnya berada di tangan Majelis Ahli yang beranggotakan 88 ulama.
Figur yang Tak Asing di Balik Layar Kekuasaan
Di Iran, Mojtaba Khamenei bukan sosok baru. Ia dikenal memiliki pemahaman mendalam dalam teologi Islam serta kemampuan menjaga jejaring pengaruh di lingkaran keagamaan dan politik.
Sorotan internasional terhadap namanya menguat secara signifikan saat krisis pemilihan presiden Iran tahun 2009.
Pemilu tersebut dimenangi presiden garis keras Mahmoud Ahmadinejad atas penantang reformis Mir Hossein Mousavi. Tuduhan kecurangan masif memicu gelombang protes besar di berbagai kota Iran.
Sumber: TribunTrends.com
| Rekam Jejak Letjen Djon Afriandi, Hoaks Tampar Seskab Teddy, Raih Adhi Makayasa, Panglima Kopassus |
|
|---|
| Sosok Irma Suryani, Istri Perwira Mabes Polri Ikut Demo Gubernur Kaltim, Sebut Rudy Masud Buat Gaduh |
|
|---|
| Sosok Hendrikus Rahayaan, Pelaku Pembunuh Nus Kei, Atlet MMA, Motif Balas Dendan, Keponakan John Kei |
|
|---|
| Sosok Nus Kei, Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas Ditikam, Pernah Terlibat Konflik dengan Kelompok |
|
|---|
| Sosok Syekh Ahmad Al-Misry, Lecehkan Santri Laki-laki, Dilaporkan, Oki Setiana: Dia Belum Sembuh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Putra-kedua-Ayatollah-Ali-Khamenei-yaitu-Seyyed-Mojtaba-Khamenei.jpg)