Breaking News:

Berita Viral

Ali Larijani Diyakini Ambil Alih Kendali Iran, Orang Kepercayaan Khamenei Siap Hadapi Trump!

Usai tewasnya Khamenei, nama Ali Larijani mencuat sebagai sosok sentral. Ia disebut-sebut berpotensi mengambil alih kendali negara

Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/via Kompas
IRAN DISERANG - Nama Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani kini muncul sebagai sosok kunci usai kematian Ayatollah Ali Khamenei. Ali Larijani diisukan akan mengambil alih kendali negara. 

Ringkasan Berita:
  • Ali Larijani muncul sebagai figur kunci pasca-wafatnya Khamenei
  • Larijani dikenal sebagai orang kepercayaan Khamenei dengan rekam jejak kuat di militer, media, dan legislatif
  • Larijani membela hak pengayaan uranium Iran, namun mendorong penyelesaian melalui negosiasi dan menilai perang terbuka dengan AS kecil kemungkinan terjadi

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) mengguncang fondasi kekuasaan Republik Islam. Di tengah ketidakpastian suksesi, satu nama mencuat ke permukaan sebagai figur kunci yang diyakini memegang kendali transisi kekuasaan: Ali Larijani.

Media internasional, termasuk Al Jazeera, melaporkan bahwa Larijani disebut-sebut akan mengambil alih kendali negara dalam situasi genting pasca-wafatnya Khamenei. Meski demikian, hingga kini Iran belum secara resmi menetapkan sosok pengganti pemimpin tertinggi.

Konstitusi Iran mengatur mekanisme khusus jika pemimpin tertinggi meninggal dunia, menjadikan proses suksesi sebagai pertaruhan politik yang sensitif dan menentukan arah masa depan negara tersebut.

Baca juga: Serangan AS ke Iran Sasar Warga Sipil, Sekolah Hancur, 200 Anak Perempuan Tewas, Ali Khamenei Wafat

Larijani dan Kedekatannya dengan Khamenei

Ali Larijani bukan sosok sembarangan dalam struktur kekuasaan Iran. Dikutip dari AFP, Rabu (25/2/2026), ia baru-baru ini dipercaya untuk menjalankan misi diplomatik penting, termasuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa serta menjalin komunikasi dengan sejumlah pejabat negara Teluk yang berperan sebagai mediator antara Teheran dan Washington.

Dikenal sebagai figur berkacamata dengan gaya bicara tenang dan terukur, Larijani diyakini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Khamenei.

Rekam jejak panjangnya di militer, media, dan legislatif membuatnya memahami secara mendalam anatomi sistem politik Iran yang kompleks dan berlapis.

Ia kembali menjabat sebagai Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) tak lama setelah konflik Iran-Israel meletus pada 2025. Jabatan ini bukan hal baru baginya hampir dua dekade lalu ia pernah menduduki posisi yang sama, yang berfungsi mengoordinasikan strategi pertahanan serta mengawasi secara penuh program nuklir Iran.

"Dia sekarang memainkan peran yang lebih menonjol daripada kebanyakan pendahulunya," kata Ali Vaez, direktur proyek International Crisis Group untuk Iran.

"Larijani adalah orang dalam sejati, seorang operator yang cerdik, memahami cara kerja sistem dan memahami kecenderungan pemimpin tertinggi," lanjutnya.

AYATOLLAH ALI KHAMENEI TEWAS - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban
AYATOLLAH ALI KHAMENEI TEWAS - Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan berkelanjutan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut. Laporan yang sama menyebut putri, menantu, dan cucu Khamenei turut menjadi korban (Kremlin)

Lahir dari Lingkaran Elite Republik Islam

Larijani lahir di Najaf, Irak, pada 1957 dari keluarga ulama terkemuka yang memiliki kedekatan dengan pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Selama puluhan tahun, keluarga Larijani dikenal memiliki pengaruh signifikan dalam lanskap politik Iran.

Meski beberapa kerabatnya sempat diterpa tuduhan korupsi, semua tudingan tersebut dibantah. Dari sisi akademik, Larijani memiliki latar belakang kuat dengan gelar doktor filsafat Barat dari Universitas Teheran—sebuah kombinasi langka antara pendidikan modern dan akar ideologis Republik Islam.

Sebagai veteran Korps Garda Revolusi Islam dalam perang Iran-Irak, ia kemudian memimpin lembaga penyiaran negara IRIB selama satu dekade sejak 1994. Karier politiknya berlanjut sebagai Ketua Parlemen Iran selama tiga periode, dari 2008 hingga 2020.

Pada 1996, ia ditunjuk langsung sebagai perwakilan Khamenei di SNSC, mempertegas statusnya sebagai orang kepercayaan inti lingkaran kekuasaan. Meski sempat kalah dalam pemilihan presiden 2005 dari Mahmoud Ahmadinejad dan didiskualifikasi dalam pencalonan 2021 serta 2024, kembalinya Larijani ke jantung keamanan nasional dipandang sebagai sinyal kembalinya manajemen keamanan yang lebih pragmatis.

Baca juga: Trump Bersumpah Bombardir Iran Tanpa Henti Pasca Kematian Khamenei: Rebut Kembali Negara Kalian!

Antara Negosiasi dan Ancaman Konfrontasi

Dalam isu paling krusial bagi Iran program nuklir Larijani dikenal konsisten membela hak kedaulatan negaranya untuk melakukan pengayaan uranium. Namun, ia juga menekankan pentingnya penyelesaian cepat melalui jalur diplomasi.

Halaman 1/2
Tags:
Donald TrumpKhameneiAli Larijani
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved