Breaking News:

Berita Viral

Mahfud MD Marah pada Dwi Sasetyaningtyas, tapi Minta Pemerintah Berbenah: Mau Cari Kerja Belum Dapat

Mahfud MD marah dnegan ucapan Dwi Sasetyaningtyas, minta pemerintah juga berbenah diri, ungkap akar permasalahannya

Editor: ninda iswara
Youtube/Mahfud MD Official | Instagram @sasetyaningtyas
TANGGAPAN MAHFUD MD - Mahfud MD, memberikan respons menohok ke Dwi Sasetyaningtyas (DS), alumni LPDP, yang dianggap menghina negara dengan pernyataannya "Saya saja yang WNI, anak saya jangan.". Mahfud menegaskan bahwa meski dirinya marah besar terhadap sikap tersebut, pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap fakta pahit yang menjadi pemicu keputusasaan warga negara. 

Ringkasan Berita:
  • Mahfud MD ikut berkomentar terkait viralnya ucapan Dwi Sasetyaningtyas
  • Mantan Menko Polham ini ikut marah lantaran merasa Indonesia telah dilecehkan
  • Mahfud MD juga meminta pemerintah berbenah diri lantaran viralnya Dwi Sasetyaningtyas buntut ungkapan kecewa terhadap negara

TRIBUNTRENDS.COM - Polemik pernyataan alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, viral karena narasi kontroversialnya: “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan.”

Komentar ini memicu respons luas, termasuk dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.

Mahfud memberikan respons menohok, menilai pernyataan itu sebagai penghinaan terhadap negara.

Ia mengaku marah besar saat pertama kali mendengar ucapan Dwi.

Namun, Mahfud juga mengajak pemerintah untuk menyoroti akar masalah yang membuat sebagian warga merasa putus asa.

“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” katanya dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam.

Baca juga: Tere Liye Tak Suka Dwi Sasetyaningtyas Buat Video Receh, Harusnya Privacy, Sebut Reaksi Publik Lebay

Ia menekankan bahwa meski marah, penting bagi pemerintah untuk introspeksi kondisi yang memicu kekecewaan publik.

Menurut Mahfud, sikap Dwi bertentangan dengan prinsip yang ia selalu gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.

“Ini tampaknya lelah. Padahal saya selalu mengatakan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujarnya.
Polemik ini menjadi cermin bagi publik dan pemerintah untuk melihat realitas sekaligus menjaga rasa cinta tanah air tetap hidup.

Marah, Tapi Paham Akar Kekecewaan

Meski mengkritik keras sikap Dwi, Mahfud menilai ekspresi itu tidak lahir dari ruang hampa.

“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.

Ia menilai sebagian publik merasa kritik tak lagi didengar dan perbaikan kebijakan tak kunjung dilakukan.

“Ini bukan tanpa data, tanpa fakta. Apa yang dikatakan itu berangkat dari fakta-fakta yang sering mengecewakan,” kata Mahfud.

Ia mengingatkan, nasionalisme bisa luntur jika negara tidak mampu mengayomi rakyatnya.

“Kesetiaan kepada republik ini akan luntur. Rasa cinta kepada bangsa ini akan hilang pelan-pelan kalau negara tidak mampu mengayomi rakyatnya, memfasilitasi hak hidup secara wajar,” tegasnya.

Kritik Boleh, Jangan Hina Negara

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/3
Tags:
Dwi SasetyaningtyasMahfud MDLPDP
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved