Berita Viral
Mahfud MD Marah pada Dwi Sasetyaningtyas, tapi Minta Pemerintah Berbenah: Mau Cari Kerja Belum Dapat
Mahfud MD marah dnegan ucapan Dwi Sasetyaningtyas, minta pemerintah juga berbenah diri, ungkap akar permasalahannya
Editor: ninda iswara
Ringkasan Berita:
- Mahfud MD ikut berkomentar terkait viralnya ucapan Dwi Sasetyaningtyas
- Mantan Menko Polham ini ikut marah lantaran merasa Indonesia telah dilecehkan
- Mahfud MD juga meminta pemerintah berbenah diri lantaran viralnya Dwi Sasetyaningtyas buntut ungkapan kecewa terhadap negara
TRIBUNTRENDS.COM - Polemik pernyataan alumni beasiswa LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, viral karena narasi kontroversialnya: “cukup saya saja yang WNI, anak saya jangan.”
Komentar ini memicu respons luas, termasuk dari mantan Menko Polhukam, Mahfud MD.
Mahfud memberikan respons menohok, menilai pernyataan itu sebagai penghinaan terhadap negara.
Ia mengaku marah besar saat pertama kali mendengar ucapan Dwi.
Namun, Mahfud juga mengajak pemerintah untuk menyoroti akar masalah yang membuat sebagian warga merasa putus asa.
“Pertama ketika saya mendengar itu, saya ikut marah tentu saja sebagai warga negara Indonesia. Dia mencicipi nikmatnya Indonesia sesudah merdeka, bisa sekolah juga karena Indonesia, lalu melecehkan Indonesia di depan publik dengan begitu parah. Itu menyakitkan bagi kita,” katanya dalam video di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (24/2/2026) malam.
Baca juga: Tere Liye Tak Suka Dwi Sasetyaningtyas Buat Video Receh, Harusnya Privacy, Sebut Reaksi Publik Lebay
Ia menekankan bahwa meski marah, penting bagi pemerintah untuk introspeksi kondisi yang memicu kekecewaan publik.
Menurut Mahfud, sikap Dwi bertentangan dengan prinsip yang ia selalu gaungkan: jangan pernah lelah mencintai Indonesia.
“Ini tampaknya lelah. Padahal saya selalu mengatakan jangan pernah lelah mencintai Indonesia,” ujarnya.
Polemik ini menjadi cermin bagi publik dan pemerintah untuk melihat realitas sekaligus menjaga rasa cinta tanah air tetap hidup.
Marah, Tapi Paham Akar Kekecewaan
Meski mengkritik keras sikap Dwi, Mahfud menilai ekspresi itu tidak lahir dari ruang hampa.
“Saya marah kepada Mbak Dwi Tias. Tapi kalau kita lihat ke belakang, kita juga harus sadar diri. Kenapa dia melakukan itu? Karena perkembangan akhir-akhir ini membuat putus asa,” ucapnya.
Ia menilai sebagian publik merasa kritik tak lagi didengar dan perbaikan kebijakan tak kunjung dilakukan.
“Ini bukan tanpa data, tanpa fakta. Apa yang dikatakan itu berangkat dari fakta-fakta yang sering mengecewakan,” kata Mahfud.
Ia mengingatkan, nasionalisme bisa luntur jika negara tidak mampu mengayomi rakyatnya.
“Kesetiaan kepada republik ini akan luntur. Rasa cinta kepada bangsa ini akan hilang pelan-pelan kalau negara tidak mampu mengayomi rakyatnya, memfasilitasi hak hidup secara wajar,” tegasnya.
Kritik Boleh, Jangan Hina Negara
Sumber: Warta Kota
| Upaya Pembungkaman Penggelapan Dana Jemaat Rp 28 Miliar oleh BNI, Pastor: Minta Postingan Dihapus |
|
|---|
| Kasus Penggelapan Dana Jemaat Aek Nabara, BNI Sempat Angkat Tangan, Korban Bisa Gugat Secara Perdata |
|
|---|
| 9 Siswa Olok Guru di Purwakarta, Dedi Mulyadi Tolak Sanksi Skorsing Sekolah, Sarankan Kerja Sosial |
|
|---|
| Eks Pejabat BNI Aek Nabara Gelapkan Dana Jemaat Gereja Rp 28 M, Invest Kafe, Pensiun Dini Lalu Kabur |
|
|---|
| Kasus Siswa SMA Ejek Guru, Bupati Purwakarta Serukan Evaluasi: Harus Disanksi, Ini Mencederai Etika |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Mahfud-MD-memberikan-respons-menohok-ke-Dwi-Sasetyaningtyas.jpg)