Breaking News:

Berita Viral

Mendikti Beri Peringatan untuk Tyas dan Alumni LPDP yang Lupa Daratan: Beasiswa Adalah Amanah Rakyat

Mendikti menegaskan bahwa beasiswa negara, termasuk LPDP, berasal dari dana rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul

Tayang:
Editor: jonisetiawan
KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA
KASUS ALUMNI LPDP - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa beasiswa negara, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, berasal dari dana rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul yang kembali membangun Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • Mendikti Brian Yuliarto menegaskan bahwa beasiswa negara, termasuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan, berasal dari dana rakyat
  • Brian menekankan bahwa polemik tidak boleh menutup fakta bahwa banyak alumni LPDP telah berkontribusi nyata di Indonesia
  • Jika terdapat dugaan pelanggaran oleh alumni LPDP, Brian meminta agar penanganannya dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab

 

TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menegaskan bahwa beasiswa negara merupakan amanah publik yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Pernyataan tersebut disampaikan Brian menanggapi polemik yang melibatkan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Sasetyaningtyas (DS), terkait ungkapan viral “cukup saya WNI, anak jangan”.

Menurut Brian, dana beasiswa yang dikelola negara berasal dari rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul yang kelak kembali membangun bangsa.

"Beasiswa negara adalah amanah publik. Dana yang dikelola berasal dari rakyat dan ditujukan untuk melahirkan talenta unggul yang setelah kembali," kata Brian, kepada Kompas.com, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Tak Cuma Tyas, Dirut LPDP Temukan 44 Orang Nggak Mau Pulang ke Indonesia, 8 Orang Sudah Kena Sanksi

Peran Alumni dalam Membangun Daya Saing Bangsa

Brian menekankan bahwa dengan bekal keilmuan dan wawasan yang diperoleh melalui beasiswa, para penerima seharusnya hadir membawa solusi, terobosan, serta kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.

Penerima beasiswa, kata dia, diharapkan mampu memperkuat daya saing bangsa di berbagai sektor strategis.

Ia juga mengingatkan agar polemik yang muncul tidak mengaburkan fakta bahwa banyak alumni LPDP telah menunjukkan kontribusi konkret bagi negara.

"Kita juga perlu melihat secara utuh. Sangat banyak alumni LPDP yang hari ini berkontribusi nyata, baik di kampus, di pemerintahan, BUMN, sektor swasta, maupun di berbagai bidang strategis lainnya," tutur dia.

PENERIMA LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, influencer penerima LPDP dihujat gegara pamer anaknya tak lagi jadi WNI, minta maaf, BRIN tanggapi
PENERIMA LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, influencer penerima LPDP dihujat gegara pamer anaknya tak lagi jadi WNI, minta maaf, BRIN tanggapi (Instagram/@sasetyaningtyas)

Bukti LPDP sebagai Investasi Jangka Panjang

Menurut Brian, kontribusi para alumni LPDP di berbagai sektor menjadi bukti bahwa skema beasiswa ini berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat besar bagi bangsa.

Program LPDP dinilainya sebagai investasi jangka panjang negara dalam mencetak sumber daya manusia unggul.

"LPDP adalah investasi jangka panjang bangsa melahirkan SDM Unggul di Indonesia," tutur dia.

Karena itu, ia berharap para alumni LPDP tidak hanya membawa pulang keilmuan dan pengalaman global, tetapi juga menjunjung tinggi integritas dan kepatuhan terhadap aturan yang telah disepakati.

Baca juga: Tyas dan Suami Terancam! DPR Dukung Langkah Purbaya Tutup Pintu Rezeki Alumnus LPDP yang Berkhianat

Integritas dan Transparansi Jadi Syarat Utama

Brian menegaskan bahwa kapasitas akademik saja tidak cukup. Integritas, komitmen, serta kepatuhan terhadap aturan merupakan prasyarat utama bagi setiap penerima beasiswa negara. Jika terdapat dugaan pelanggaran yang melibatkan alumni LPDP, ia meminta agar penanganannya dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab.

"Selain kapasitas keilmuan yang tinggi, integritas, komitmen, dan kepatuhan terhadap aturan merupakan syarat utama. Setiap dugaan pelanggaran harus ditangani secara transparan dan akuntabel," ujar dia.

Awal Kegaduhan di Ruang Publik

Halaman 1/2
Tags:
Dwi SasetyaningtyasLPDPMendikti Saintek
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved