Breaking News:

Politik Viral

Gegara Ucapan Tyas! DPR Minta LPDP Sisir Alumni yang Sembunyi di Luar Negeri dan Lari dari Kewajiban

DPR minta LPDP melakukan pendataan ulang alumni untuk menilai komitmen pengabdian mereka kepada Indonesia, menyusul pernyataan Tyas

Editor: jonisetiawan
Instagram @sasetyaningtyas
KELAKUAN DWI SASETYANINGTYAS - Dwi Sasetyaningtyas viral imbas meremehkan paspor Indonesia padahal dirinya merupakan penerima beasiswa LPDP. DPR beri kritikan. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melakukan pendataan ulang alumni penerima beasiswa
  • Syarief menegaskan beasiswa LPDP berasal dari uang rakyat, sehingga ilmu dan kompetensi penerima harus diabdikan bagi kemajuan Indonesia
  • Selain pendataan ulang, DPR mendorong seleksi LPDP diperketat, terutama bagi studi luar negeri, dengan menekankan integritas dan komitmen kebangsaan

 

TRIBUNTRENDS.COM - Kontroversi yang mencuat akibat unggahan viral seorang alumni penerima beasiswa negara kembali menyeret perhatian publik dan parlemen.

Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan pendataan ulang terhadap para alumni penerima beasiswa.

Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan komitmen para awardee terhadap Indonesia, terutama setelah viralnya pernyataan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memicu polemik luas.

Baca juga: Seluruh Alumni LPDP Diancam Purbaya Gegara Ulah Tyas: Tidak Patriotis Tak Apa, Tapi Jangan Menghina!

Dana Negara Harus Berbuah Pengabdian

Habib Syarief menegaskan bahwa penggunaan uang negara untuk pendidikan bukan sekadar investasi individu, melainkan amanah untuk kemajuan bangsa.

"Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia.

Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa LPDP dirancang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Peningkatan tersebut, tegasnya, tidak berhenti pada capaian akademik pribadi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat melalui pengabdian di tanah air.

"Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI," ujar Syarief.

PENERIMA LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, influencer penerima LPDP dihujat gegara pamer anaknya tak lagi jadi WNI, minta maaf, BRIN tanggapi
PENERIMA LPDP - Dwi Sasetyaningtyas, influencer penerima LPDP dihujat gegara pamer anaknya tak lagi jadi WNI, minta maaf, BRIN tanggapi (Instagram/@sasetyaningtyas)

Seleksi Diminta Lebih Ketat

Selain pendataan ulang alumni, Syarief juga mendesak pemerintah memperketat proses seleksi bagi calon penerima beasiswa, khususnya yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.

Menurutnya, LPDP bersumber dari uang rakyat sehingga membutuhkan integritas dan komitmen kuat dari penerimanya, bukan hanya kecerdasan akademik.

"Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan.

Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara," ujar Syarief.

Baca juga: Penyesalan Terlambat: Purbaya Tetap Blacklist Permanen Meski Tyas Alumnus LPDP Sudah Minta Maaf

Awal Mula Kontroversi

Sebelumnya, LPDP telah memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus yang melibatkan Dwi Sasetyaningtyas, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).

Halaman 1/2
Tags:
DPRLPDPDwi Sasetyaningtyas
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved