Politik Viral
Gegara Ucapan Tyas! DPR Minta LPDP Sisir Alumni yang Sembunyi di Luar Negeri dan Lari dari Kewajiban
DPR minta LPDP melakukan pendataan ulang alumni untuk menilai komitmen pengabdian mereka kepada Indonesia, menyusul pernyataan Tyas
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi X DPR Habib Syarief meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan melakukan pendataan ulang alumni penerima beasiswa
- Syarief menegaskan beasiswa LPDP berasal dari uang rakyat, sehingga ilmu dan kompetensi penerima harus diabdikan bagi kemajuan Indonesia
- Selain pendataan ulang, DPR mendorong seleksi LPDP diperketat, terutama bagi studi luar negeri, dengan menekankan integritas dan komitmen kebangsaan
TRIBUNTRENDS.COM - Kontroversi yang mencuat akibat unggahan viral seorang alumni penerima beasiswa negara kembali menyeret perhatian publik dan parlemen.
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melakukan pendataan ulang terhadap para alumni penerima beasiswa.
Langkah tersebut, menurutnya, penting untuk memastikan komitmen para awardee terhadap Indonesia, terutama setelah viralnya pernyataan Dwi Sasetyaningtyas di media sosial yang memicu polemik luas.
Baca juga: Seluruh Alumni LPDP Diancam Purbaya Gegara Ulah Tyas: Tidak Patriotis Tak Apa, Tapi Jangan Menghina!
Dana Negara Harus Berbuah Pengabdian
Habib Syarief menegaskan bahwa penggunaan uang negara untuk pendidikan bukan sekadar investasi individu, melainkan amanah untuk kemajuan bangsa.
"Penggunaan uang negara berarti penerima harus memastikan bahwa ilmu dan kompetensi yang diperoleh benar-benar diabdikan untuk kemajuan Indonesia.
Jika ada yang tidak menjalankan komitmennya, maka harus ada penegakan aturan yang tegas," ujar Syarief dalam keterangannya, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa LPDP dirancang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia.
Peningkatan tersebut, tegasnya, tidak berhenti pada capaian akademik pribadi, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat melalui pengabdian di tanah air.
"Bahwa saat ini kondisi bangsa belum seperti yang mereka idealkan tentu menjadi tanggung jawab bersama untuk memperbaikinya, bukan malah menunjukkan penyesalan sebagai WNI," ujar Syarief.
Seleksi Diminta Lebih Ketat
Selain pendataan ulang alumni, Syarief juga mendesak pemerintah memperketat proses seleksi bagi calon penerima beasiswa, khususnya yang akan menempuh pendidikan di luar negeri.
Menurutnya, LPDP bersumber dari uang rakyat sehingga membutuhkan integritas dan komitmen kuat dari penerimanya, bukan hanya kecerdasan akademik.
"Kami meminta agar pemerintah memperketat seleksi LPDP. Pernyataan yang disampaikan oleh alumni penerima LPDP yang viral itu menunjukkan bahwa masih ada yang belum sepenuhnya mematuhi aturan.
Penerima beasiswa harus memiliki integritas dan komitmen kuat karena ini menggunakan uang negara," ujar Syarief.
Baca juga: Penyesalan Terlambat: Purbaya Tetap Blacklist Permanen Meski Tyas Alumnus LPDP Sudah Minta Maaf
Awal Mula Kontroversi
Sebelumnya, LPDP telah memberikan teguran dan klarifikasi atas kasus yang melibatkan Dwi Sasetyaningtyas, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB).
Sumber: TribunTrends.com
| Rudy Masud Tak Bisa Lagi Menghindar dari Gelombang Protes, Janjikan Pertemuan Bahas Demo 21 April |
|
|---|
| Menkeu Purbaya Siapkan Rp 40 Triliun dari APBN Hanya untuk Cicilan Kopdes Merah Putih |
|
|---|
| Loker Dibuka, Tapi Sumber Gaji 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Masih Gelap, Purbaya Ngaku Tak Tahu |
|
|---|
| DPR Endus Potensi Bagi-bagi Kursi di Balik Rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes: Bukan Jatah Kader Partai |
|
|---|
| Gubernur Rudy Masud Tertangkap Kamera Intip Demo dari Balik Kaca, Langsung Kabur saat Massa Bubar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Sosok-Sasetyaningtyas.jpg)