Breaking News:

Berita Viral

Oversharing Berbuntut Polemik, Tercoreng Pencapaian Dwi Sasetyaningtyas, Suami Kembalikan Dana LPDP

Imbas oversharing Dwi Sasetyaningtyas, pencapaian masa bakti tercoreng, suami harus kembalikan dana LPDP.

Tayang:
Editor: ninda iswara
Instagram/@sasetyaningtyas
PENERIMA LPDP - Imbas oversharing Dwi Sasetyaningtyas, pencapaian masa bakti tercoreng, suami harus kembalikan dana LPDP. 

Ringkasan Berita:
  • Oversharing Dwi Sasetyaningtyas soal status kewarganegaraan sang anak berbuntut panjang
  • Suami pun kena imbas harus mengembalikan dana LPDP
  • Pencapaian yang selama ini diraih oleh Dwi Sasestyaningtyas pun tercoreng

TRIBUNTRENDS.COM - Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan publik setelah unggahan alumninya, Dwi Sasetyaningtyas (DS), viral di media sosial.

Konten yang menyebut kewarganegaraan anaknya itu memicu perdebatan luas, hingga menarik perhatian pemerintah dan menimbulkan pertanyaan soal kewajiban pengabdian penerima beasiswa negara.

Polemik ini bermula dari video yang diunggah DS di Instagram dan Threads, di mana ia menampilkan surat dari otoritas Inggris yang menyatakan anak keduanya resmi menjadi British citizen.

Dalam video tersebut, DS mengatakan, “I know the world seems unfair. Tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu.”

Pernyataan itu kemudian cepat menyebar dan menuai respons keras dari warganet, yang menilai narasi tersebut kurang bijak disampaikan oleh penerima beasiswa negara.

Baca juga: Sentilan Menkeu Purbaya & Wamen Stella ke Dwi Sasetyaningtyas, Blacklist: Kegagalan Pendidikan Moral

Sebagian besar komentar menekankan bahwa pendanaan LPDP bersumber dari publik, sehingga sikap tersebut dianggap sensitif dan kontroversial.

Diskusi publik pun meluas, tidak hanya pada isu kewarganegaraan anak, tetapi juga menyentuh aspek kehidupan pribadi DS dan suaminya, Arya Iwantoro (AP).

Sorotan itu mencakup kewajiban pengabdian sebagai awardee LPDP, yang menjadi topik perdebatan di kalangan warganet dan media.

Beberapa pihak mengingatkan bahwa penerima beasiswa seharusnya menunjukkan tanggung jawab terhadap dana publik yang mereka nikmati.

Kasus ini menjadi refleksi publik tentang batasan ekspresi pribadi dan kewajiban moral penerima beasiswa negara, sekaligus menyoroti sensitivitas isu kewarganegaraan di era digital.

Sindiran dan langkah tegas Purbaya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut bereaksi atas polemik tersebut. Dalam Konferensi Pers APBN KiTa edisi Februari 2026 di Jakarta, Senin (23/2/2026), ia menyindir pernyataan DS yang dianggap mencerminkan keraguan terhadap masa depan Indonesia.

Menurut Purbaya, prospek Indonesia dalam dua dekade mendatang dinilai akan jauh lebih baik sehingga ia menyebut pernyataan tersebut berpotensi disesali.

“Teman-teman ada yang ngeledek, termasuk ada yang kemarin tuh, yang dibilang anaknya jangan warga negara Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi dia akan menyesal, karena 20 tahun lagi kita akan bagus banget,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sumber pendanaan LPDP yang berasal dari pajak dan sebagian utang negara yang dialokasikan untuk pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, Purbaya menyayangkan sikap alumni LPDP yang dinilai menghina negara.

Purbaya bahkan meminta agar AP selaku suami DS mengembalikan dana beasiswa yang diterima berikut bunganya serta menyatakan ancaman pemblokiran akses di lingkungan pemerintahan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Dwi SasetyaningtyasLPDPPurbaya
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved