Sudah Tahu Berbulan-bulan! Alasan Menkeu Purbaya Pilih Diam Meski Tahu Safe House Oknum Bea Cukai
Apa alasan Menkeu Purbaya diam meski sudah mengetahui modus safe house para koruptor oknum Bea Cukai gratifikasi importasi barang?
Editor: Sinta Manila
Ringkasan Berita:
- Purbaya menjelaskan bahwa dalam praktik operasi gelap seperti kasus suap, umumnya terdapat safe house yang digunakan para pelaku untuk berkumpul dan menjalankan aksinya.
- Safe house tersebut, menurut Purbaya, biasanya hanya dapat dimasuki oleh oknum pejabat tertentu.
- Purbaya kemudian mengungkapkan bahwa informasi mengenai keberadaan safe house oknum Bea Cukai tersebut telah dilaporkan kepadanya sejak beberapa bulan lalu.
TRIBUNTRENDS.COM - Isu mengenai modus safe house yang diduga dipakai dalam praktik suap dan gratifikasi importasi barang oleh oknum Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencuat ke publik setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Selama ini, keberadaan tempat rahasia tersebut disebut-sebut hanya diketahui segelintir orang.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, ternyata mengaku sudah mengetahui adanya safe house yang diduga digunakan dalam praktik gelap tersebut. Namun, ia menegaskan posisinya bukan sebagai aparat penegak hukum sehingga tidak bisa melangkah lebih jauh dalam proses penindakan.
Purbaya menjelaskan, dalam praktik operasi ilegal seperti suap, keberadaan safe house bukanlah hal asing. Tempat itu biasanya dijadikan ruang aman bagi para pelaku untuk berkumpul tanpa terdeteksi.
Baca juga: Rahasia Segelintir Orang, Menkeu Purbaya Ternyata Tahu Safe House Oknum Bea Cukai, Dianggap Sepele?
"Kalau operasi gelap pasti ada safe house-nya. Tempat di mana mereka bisa berkumpul, enggak terdeteksi siapapun. Itu biasanya handphone juga enggak boleh masuk."
Ia menambahkan bahwa lokasi seperti itu umumnya sangat tertutup dan hanya dapat diakses oleh pejabat tertentu yang terlibat.
"Biasanya tempat kayak gitu selalu ada. Jadi tempat yang strik untuk para pejabat yang terlibat saja yang bisa masuk," kata Purbaya, di Gedung Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Jumat (6/2/2026), dilansir Kompas TV.
Sudah Tahu Sejak Beberapa Bulan Lalu
Purbaya kemudian mengungkapkan bahwa informasi mengenai keberadaan safe house oknum Bea Cukai tersebut telah dilaporkan kepadanya sejak beberapa bulan lalu.
Namun, menurutnya, pengungkapan ke publik baru dilakukan belakangan oleh aparat penegak hukum dan hal itu merupakan keputusan aparat.
"Saya pikir sudah lama itu, saya sudah tahu berapa bulan yang lalu ada safe house. Tapi memang belum saatnya dibuka kali."
"Saya sih enggak tahu (kenapa baru diungkap sekarang). Saya kan bukan penegak hukum. Tapi mereka sudah memberi sinyal ke saya," jelas Purbaya.
Informasi Diketahui Segelintir Orang
Purbaya menambahkan bahwa informasi mengenai safe house tersebut hanya diketahui oleh sedikit orang, termasuk dirinya.
Saat pertama kali menerima informasi itu, ia sempat menilai kasus tersebut tidak serius.
Namun belakangan terungkap bahwa safe house tersebut berkaitan dengan dugaan kasus suap besar di lingkungan Bea Cukai.
"Enggak. Hanya sedikit orang saja yang tahu. Bukan rahasia umum."
"Saya tahu karena orang sana telepon saya ngasih informasi tapi saya pikir enggak serius. Rupanya betul-betul serius," ungkap Purbaya.
KPK Bongkar Safe House Oknum Bea Cukai
| KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, Diduga Dipicu Taksi Mogok di Perlintasan |
|
|---|
| Kemendagri Perintahkan Kursi Pijat Gubernur Rudy Masud Dibatalkan: Kalau Gak Penting, Buang Saja |
|
|---|
| Donald Trump Ungkap Syarat Damai dengan Iran, Minta Teheran Hubungi AS Langsung |
|
|---|
| Korban Tewas Kecelakaan KRL-Argo Bromo Bertambah, Dedi Mulyadi Langsung Gratiskan Semua Biaya RS! |
|
|---|
| Kronologi KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi, 7 Tewas dan Puluhan Penumpang Terjebak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Menkeu-Purbaya-Yudhi-Sadewa-saat-ditemui-di-Gedung-DPR.jpg)