Berita Viral
Ketua BEM UGM Semprot Prabowo Soal Pelajar Tewas Dihantam Helm Oknum Brimob: Jangan Tutup Mata!
Ketua BEM UGM menilai kematian pelajar di Maluku akibat dugaan penganiayaan oknum Brimob, Ia meminta Prabowo Subianto tidak menutup mata
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Ketua BEM UGM menilai kematian pelajar di Tual, Maluku akibat dugaan penganiayaan oknum Brimob adalah buah dari sistem yang melanggengkan kekerasan
- Tiyo menyebut kasus ini sebagai bukti bahwa Komisi Percepatan Reformasi Polri tidak berdampak nyata
- Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyatakan marah atas peristiwa tersebut dan menilai tindakan Bripda MS menodai marwah institus
TRIBUNTRENDS.COM - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, kembali melontarkan kritik keras menyusul insiden dugaan penganiayaan pelajar oleh oknum anggota Brimob Polda Maluku yang berujung kematian.
Peristiwa tragis yang terjadi di Tual, Maluku, pada Kamis (19/2/2026) itu memicu sorotan luas, termasuk dari kalangan mahasiswa.
Tiyo secara terbuka meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menutup mata dan telinga terhadap realitas yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia menilai, peristiwa tersebut bukan sekadar kasus individu, melainkan cerminan persoalan sistemik.
Baca juga: Ketua BEM UGM Telanjangi Janji Manis MBG di Podcast Abraham Samad: Bergizi Tidak, Gratis Pun Bukan
Menurut Tiyo, kematian anak di Tual tidak bisa dilepaskan dari sistem yang dinilai melanggengkan kekerasan.
"Saya yakin Presiden Prabowo sampai hari ini tidak tahu bahwa ada kematian di NTT dan kematian di Tual," katanya saat ditemui di UII Cik Di Tiro, Minggu (22/2/2026).
"Yang satu dibunuh oleh sistem yang tidak berpihak pada pendidikan, yang satu dibunuh oleh sistem yang melanggengkan kekerasan.
"Presiden tidak boleh menutup mata dan telinga tentang realitas yang terjadi di sekitarnya."
Ia juga mendesak orang-orang di lingkaran Presiden agar berani menyampaikan kondisi yang sebenarnya.
Menurutnya, menyampaikan fakta kepada presiden tidak akan membuat kesehatan Presiden Prabowo menurun ataupun memicu kemarahan yang destruktif.
"Kalaupun beliau marah, itu kemarahan yang lebih baik, daripada kebahagiaan yang tidak menjamin keberpihakan pada rakyat," lanjutnya.
Reformasi Polri Dipertanyakan
Tiyo turut menyinggung keberadaan Komisi Percepatan Reformasi Polri. Ia menilai, kematian anak di Tual menjadi bukti bahwa komisi tersebut belum menunjukkan dampak nyata.
Menurutnya, komisi yang dibentuk dengan nilai moral dan komitmen integritas tinggi itu belum menghasilkan perubahan signifikan di tubuh kepolisian.
"Ini kritik kami kepada tidak hanya Komisi Percepatan Reformasi Polri, tapi juga Presiden yang memerintahkan supaya komisi ini bekerja," ujarnya.
Sumber: TribunTrends.com
| Diduga Selingkuh dengan ASN, Oknum Polisi Polres Nganjuk Digrebek Keluarga, Ngontrak Rumah Bareng |
|
|---|
| Peran Oki Setiana Dewi Bongkar Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Sudah Lama Tahu Perbuatan Menyimpang? |
|
|---|
| Calon Polwan Dirudapaksa Oknum Polisi, Polda Jambi Lalai, Diproses Setelah Hotman Paris WA Kapolri |
|
|---|
| Lecehkan Santri Laki-laki, Syekh Ahmad Al-Misry Dilaporkan ke Polisi, Korban Trauma & Nyaris Murtad |
|
|---|
| Bayi Alami Hipotermia di Gunung Ungaran, Orang Tua Cekcok, Ayah Ingin ke Puncak Tapi Ibu Mau Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Tiyo-Ardianto-Ketua-BEM-UGM-bantah-benci-Prabowo.jpg)