Diduga Dianiaya Senior hingga Tewas, Jenazah Bripda DP Dipulangken ke Pinrang, 6 Polisi Diperiksa
Diduga dianiaya senior hingga meninggal dunia, jenazah Bripda DP dipulangkan ke Pinrang, enam polisi diperiksa pihak berwajib
Editor: Nafis Abdulhakim
Ringkasan Berita:
- Bripda DP diduga meninggal dunia setelah dianiaya oleh seniornya.
- Jenazah almarhum telah dipulangkan ke Pinrang untuk dimakamkan.
- Sementara itu, pihak berwajib telah memeriksa enam anggota polisi terkait kasus tersebut.
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus meninggalnya Bripda DP (19) yang diduga akibat penganiayaan oleh seniornya terus menyita perhatian publik. Setelah rangkaian proses pemeriksaan awal, jenazah almarhum akhirnya dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan, sementara aparat kepolisian telah memeriksa sedikitnya enam anggota polisi terkait peristiwa tersebut.
Jenazah Bripda DP diberangkatkan menuju Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, pada Minggu (22/2/2026) malam. Keberangkatan dilakukan menggunakan ambulans dari RS Bhayangkara setelah proses autopsi di ruang Autopsi Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel.
Ambulans yang membawa jenazah bertolak dari Jalan Kumala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, sekitar pukul 21.53 WITA. Suasana haru menyelimuti prosesi pemulangan tersebut, terutama ketika peti jenazah yang dibalut kain Merah Putih dimasukkan ke dalam ambulans.
Baca juga: Proses Kasus Brimob Aniaya Siswa MTs hingga Tewas di Tual, Polda Maluku Kebut Pemberkasan
Isak tangis ibu almarhum, Sumarni, pecah dan tak terbendung saat melepas kepergian putra tercintanya. Dengan tubuh gemetar, ia harus dipapah oleh kerabat di sekitarnya.
"Anakku, anakku, mauka ikut sama anakku," ucapnya histeris.
Di dalam ambulans, Sumarni memilih duduk di bagian belakang, tepat di samping peti jenazah Bripda DP. Sementara itu, sang ayah, Aipda Muhammad Jabir, berada di kabin depan mendampingi perjalanan terakhir putranya menuju peristirahatan terakhir.
Proses pemulangan jenazah tampak disiapkan langsung oleh Kapolres Pinrang AKBP Edy Sabhara. Edy Sabhara terlihat setia mendampingi Aipda Muhammad Jabir sejak dari RSUD Daya Makassar hingga ke RS Bhayangkara.
Untuk memastikan kelancaran perjalanan, ambulans yang membawa jenazah Bripda DP mendapat pengawalan dari Patwal PJR Ditlantas Polda Sulsel. Sementara keluarga dan kerabat lainnya mengikuti di belakang menggunakan bus yang juga disiapkan oleh Kapolres Pinrang.
Di tengah suasana duka mendalam keluarga, pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan terus berjalan. Sejumlah anggota polisi telah diperiksa guna mengungkap secara terang peristiwa yang menyebabkan meninggalnya Bripda DP, dengan komitmen penegakan hukum yang profesional dan transparan.
6 Polisi Senior dan Seangkatan Bripda DP Diperiksa
Bripda DP (19) personel Ditsamapta Polda Sulsel yang merenggang nyawa diduga akibat dianiaya seniornya.
Peristiwa dugaan penganiayaan itu disebut terjadi di Asrama Ditsamapta Polda Sulsel, Minggu (22/2/2026) subuh.
Lokasi asrama itu berada di dalam Lingkungan Mapolda Sulsel Jl Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Untuk mengungkap penyebab pasti kematian Bripda DP, jenazah almarhum pun diautopsi di RS Bhayangkara.
Ayah Bripda DP, Aipda Muhammad Jabir mengatakan, hasil koordinasi sementara dengan Bid Propam Polda Sulsel, ada enam orang polisi yang diperiksa.
Ke enam orang itu, adalah teman seangkatan dan senior Bripda DP.
| Presiden Prabowo Sahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga di May Day 2026 |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Salurkan Santunan Korban KRL Bekasi Rp 50 Juta, Tak Peduli Asal KTP |
|
|---|
| Di Hadapan Buruh, Presiden Prabowo Kritik Pejabat: Banyak yang Pintar Tapi Dipakai Maling |
|
|---|
| Mengapa Kursi Pijat Rp 47 Juta Tidak Boleh Dibiayai Uang Pribadi Gubernur Kaltim? Tak Bisa Dihapus |
|
|---|
| Prabowo Subianto Akui Dukungan Buruh Membawanya Jadi Presiden, Bersumpah Terus Bela Rakyat Kecil |
|
|---|