Penabrak WNI di Singapura Dibebaskan dengan Jaminan, KBRI Bagi Info Kondisi Terbaru Ashar dan Raisha
Kasus WNI kecelakaan di Singapura memasuki perkembangan terbaru setelah penabrak dibebaskan dengan jaminan.
Editor: Galuh Palupi
Ringkasan Berita:
- Penabrak WNI di Singapura dibebaskan dengan jaminan, KBRI bagi update kondisi Ashar dan Raisha
- Ashar Ardianto disebut masih emosional, belum bisa menerima sepenuhnya musibah yang menimpa keluarga kecilnya
- Sementara Raisha Anindra masih dirawat di RS, sudah sadar tapi kondisi lemah karena luka parah yang ia derita
TRIBUNTRENDS.COM - Kasus WNI kecelakaan di Singapura memasuki perkembangan terbaru setelah penabrak dibebaskan dengan jaminan.
Diberitakan sebelumnya, kecelakaan ini merenggut nyawa anak perempuan berusia enam tahun, putri dari pasangan Ashar Ardianto (30) dan Raisha Anindra (31). Kecelakaan terjadi pada 6 Februari 2026 siang di kawasan Chinatown, Singapura.
Sheyna Lashira bersama ibunya, Raisha, sedang berjalan beriringan lalu ditabrak sebuah mobil listrik yang dikendarai wanita berusia 38 tahun. Akibat kejadian ini, Sheyna mengalami luka fatal cidera di kepala dan meninggal dunia.
Sementara Raisha harus dirawat di rumah sakit Singapura karena cidera serius yang ia alami.
Juru Bicara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura sekaligus Deputy Chief of Mission, Thomas Ardian Siregar, mengatakan Ashar saat ini dalam kondisi sangat terpukul secara emosional.
“Secara fisik ia terlihat baik-baik saja, tetapi secara emosional sangat terguncang. Secara psikologis, ini masih sangat sulit baginya untuk menerima,” ujar Thomas kepada CNA, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Janji Manis Ascott Ringankan Beban Ayah Sheyna Korban Kecelakaan Singapura: Hati Kami Bersama Anda
Ashar disebut beberapa kali harus menghentikan percakapan karena kesulitan menahan emosi. Ia juga memilih menolak wawancara media.
Istri masih dirawat di RS
Sementara itu, istrinya, Raisha, masih menjalani perawatan di High Dependency Unit (HDU) Singapore General Hospital (SGH). Meski sudah bisa berkomunikasi, kondisinya masih lemah akibat luka yang cukup parah.
Untuk mendampingi istrinya, KBRI Singapura menyediakan tempat tinggal sementara bagi Ashar di Wisma Duta atau Kediaman Duta Besar RI di Singapura.
Duta Besar RI untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan, mengizinkan Ashar tinggal sementara di kediaman tersebut agar KBRI dapat dengan mudah memberikan bantuan jika dibutuhkan.
Selain itu, jaringan hotel Ascott juga menawarkan akomodasi gratis sebagai bentuk dukungan selama masa sulit ini.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan terjadi pada 6 Februari 2026 sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Saat itu, keluarga tersebut sedang menyeberang jalan di dekat Buddha Tooth Relic Temple di South Bridge Road. Sebuah mobil listrik berwarna gelap yang diduga keluar dari area parkir dan berbelok ke kanan menabrak Raisha dan putrinya, Sheyna Lashira Smaradiani (6).
Ashar yang saat itu mendorong kereta bayi berisi anak mereka yang berusia dua tahun berada sedikit lebih depan dan tidak tertabrak. Sheyna mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di SGH tak lama setelah kejadian.
Jenazahnya telah dipulangkan ke Jakarta dan dimakamkan pada 8 Februari 2026 di TPU Tanah Kusir.
Baca juga: Istri Ashar Ardianto Dituduh Nyebrang Sembarangan di Singapura, Kerabat Bantah, Ada Bukti dari Saksi
Penggalangan dana dan bantuan hukum
Sejumlah komunitas diaspora Indonesia di Singapura bergerak untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
Sumber: Kompas.com
| Pinkan Mambo Sebut Hubungannya dengan Michelle Ashley Memburuk, Sang Anak Singgung Nafkah Arya Khan |
|
|---|
| Mantan Karyawan Fuji Akui Gelapkan Dana Hingga Miliaran, Jalankan 'Gali Lubang Tutup Lubang' 2 Tahun |
|
|---|
| Pasca-Nus Kei Tewas, Mossad Refra Putra John Kei Dikabarkan Siap Kuasai Golkar Maluku Tenggara |
|
|---|
| Golkar Menuntut Keadilan untuk Nus Kei, Desak Aparat Seret Pelaku Penikaman ke Meja Hijau |
|
|---|
| 9 Siswa SMAN 1 Purwakarta yang Menghina Guru Disanksi Hingga 3 Bulan, Sekolah Gandeng Psikolog |
|
|---|