Breaking News:

Isi Pesan Ancaman yang Diterima Ketua BEM UGM, Nomor Pengirim dari Inggris, Tapi Bahasanya Indonesia

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto ungkap isi pesan teror yang ia terima setelah melaporkan kasus anak SD akhiri hidup

Editor: Galuh Palupi
Instagram/@tiyoardianto_
TEROR BEM UGM - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, diteror setelah suarakan kasus siswa SD akhiri hidup di NTT, dikuntit dan difoto diam-diam, dapat ancaman penculikan 

Ringkasan Berita:
  • Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto diteror pesan ancaman setelah mengirimkan laporkan soal anak SD akhiri hidup ke UNICEF
  • Tiyo mengungkap sejumlah pesan ancaman yang ia dapatkan

 

TRIBUNTRENDS.COM - Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, Tiyo Ardianto ungkap isi pesan teror yang ia terima setelah melaporkan kasus anak SD akhiri hidup ke Unicef.

Pesan teror itu diterima Tiyo di nomor WhatsApp miliknya, dikirim sebuah nomor dari Inggris Raya.

Anehnya, meski dikirim dari nomor Inggris Raya, pesan yang dituliskan dalam bahasa Indonesia.

Tiyo menerima sejumlah ancaman, bahkan diancam akan diculik.

Pesan tersebut masuk terus-menerus, di antaranya berbunyi: “Agen asing”, “Culik mau?”, “Jangan cari panggung jadi tongkosong”, “Cari dosamu entr” “Banci” “Jangan cari panggung loe ya jual narasi sampah”.

Pesan itu masuk dari nomor yang sama, namun dikirim dalam waktu yang berbeda-beda.

Baca juga: Profil Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto, Diteror Sosok Misterius usai Lapor UNICEF Soal Siswa SD di NTT

TEROR BEM UGM - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, diteror setelah suarakan kasus siswa SD akhiri hidup di NTT, dikuntit dan difoto diam-diam, dapat ancaman penculikan
TEROR BEM UGM - Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, diteror setelah suarakan kasus siswa SD akhiri hidup di NTT, dikuntit dan difoto diam-diam, dapat ancaman penculikan (Instagram/@tiyoardianto_)

Pertama kali, teror itu diterima Tiyo pada Senin (9/2/2026), teror berlanjut namun tidak ditanggapi.

Tidak hanya teror pesan, mahasiswa Fakultas Filsafat UGM itu juga dikuntit oleh dua orang tidak dikenal dan difoto dari kejauhan.

Sayangnya, dua sosok bertubuh tegap itu hilang ketika dikejar.

Teror Bermula dari Kirim Surat ke UNICEF 

Tiyo menceritakan teror itu diterima pasca BEM UGM mengirimkan surat ke Nations Children’s Fund (UNICEF), Jumat (6/2/2026).

Surat tentang 'ketidaktahuan' Presiden RI

Surat itu dikirimkan karena melihat ironi di tanah air. 

Kala seorang anak di Ngada, NTT memilih untuk mengakhiri hidup karena tidak mampu membeli pena dan buku, negara menggelontorkan Rp 16,7 triliun untuk iuran pda Board of Peace (BoP). 

Pemerintah juga menggelontorkan dana Rp 1,2 triliun per hari untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca juga: UGM Pasang Badan! Ketua BEM Diteror & Dikuntit Orang Usai Sentil Kasus Anak di Ngada NTT ke UNICEF

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/3
Tags:
Tiyo ArdiantoUGMInggris
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved