'Botol Kosong' Jadi Kode Relawan saat Temukan Pendaki Yasid yang Hilang di Mongkrang, Ini Maknanya
Yasid dilaporkan hilang sejak Minggu (18/1/2026) dan baru ditemukan Selasa (10/2/2026). Penemuan Yasid ini disebut dengan kode 'botol kosong'.
Editor: Galuh Palupi
Namun, saat perjalanan turun, mereka terpisah di sekitar Pos 3 jalur pendakian.
Hingga pukul 11.30 WIB, hanya tiga orang yang kembali ke basecamp, sementara Yazid tidak kunjung turun.
Kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada petugas basecamp setelah upaya pencarian mandiri oleh rekan-rekannya tidak membuahkan hasil.
Baca juga: Awal Mula Jenazah Yasid Ahmad Firdaus Ditemukan, Gara-gara Ada Botol Kosong, Lokasi Medan yang Sulit
Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar Hendro Prayitno menjelaskan bahwa rombongan terpisah dengan formasi Salman di depan, disusul Cahya, Yazid, dan Riyan di posisi paling belakang.
Salman dan Cahya menunggu di basecamp, sedangkan yang tiba hanya Riyan, sehingga keberadaan Yazid langsung dilaporkan.
Operasi pencarian SAR
Petugas basecamp sempat melakukan pencarian hingga ke puncak pada Minggu sore, tetapi tidak menemukan korban.
Pencarian kemudian dilanjutkan hingga malam hari dengan membagi tim ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU).
Operasi pencarian dan pertolongan resmi dimulai pada Senin (19/1/2026) dengan melibatkan tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat.
Selama 13 hari pencarian, tim SAR menyisir jalur pendakian dari puncak hingga area loket masuk.
Penyisiran juga dilakukan ke jurang-jurang di sekitar Pos 3 dengan kedalaman lebih dari 200 meter.
Rescuer Basarnas Surakarta Aditya menyebut tim menghadapi cuaca ekstrem berupa badai selama tiga hari berturut-turut di kawasan Bukit Mongkrang.
Ia mengaku sempat menemukan sejumlah barang yang dicurigai milik korban, seperti jaket dan tempat makan.
Namun, setelah dilakukan konfirmasi, barang-barang tersebut dipastikan bukan milik Yazid.
Baca juga: Yasid Hilang Misterius, Mitos di Balik Keindahan Bukit Mongkrang, Situs Sakral, Tempat Singgah Dewa
Menurut Aditya, tidak ditemukan tanda-tanda yang biasanya muncul pada kasus pendaki jatuh ke jurang.
“Kalau pun dia jatuh ke jurang biasanya meninggalkan jejak seperti potongan pakaian atau pun sepatu,” kata Aditya.
Sumber: Tribun Solo
| Kasus Keracunan MBG Disorot, Bupati Klaten Bongkar Biang Masalah hingga Perputaran Uang Rp150 Miliar |
|
|---|
| Myta Dokter Magang Unsri Tidak Mendapat Libur, Hari Minggu Disuruh Masuk untuk Mengecek Bangsal |
|
|---|
| Peserta Tes Kopdes Merah Putih Ungkap Jawaban CAT Berubah Sendiri, BKN Jamin Keamanan: Cuma Delay |
|
|---|
| Yayasan Penyalur ART Kini Trauma Salurkan Tenaga Kerja ke Erin Wartia, Punya Bukti Perlakuan Kasar |
|
|---|
| Terungkap Pesan Suara Terakhir Dokter Magang Unsri, Minta Tolong ke Teman Karena Sudah Tidak Kuat |
|
|---|