Politik Viral
Bahlil vs Purbaya: Saling Lempar Kode Soal Tarif Listrik 2026, Siap-siap Kantong Rakyat Diuji Lagi
Bahlil sejalan dengan Menkeu Purbaya soal diskon listrik 2026, diskon hanya akan dipertimbangkan jika kondisi ekonomi membutuhkan stimulus.
Editor: jonisetiawan
Ringkasan Berita:
- Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah memastikan tarif listrik tetap stabil dan tidak mengalami kenaikan pada awal tahun 2026
- Hingga kini, pemerintah belum membahas maupun mengusulkan kebijakan diskon tarif listrik untuk 2026
- Sejalan dengan pernyataan Menkeu Purbaya, diskon tarif listrik hanya akan dipertimbangkan jika kondisi ekonomi membutuhkan stimulus
TRIBUNTRENDS.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara terkait kemungkinan pemberian diskon tarif listrik pada tahun 2026. Bahlil menyampaikan bahwa hingga kini pemerintah belum membahas rencana tersebut.
Meski demikian, ia memastikan bahwa tarif listrik tidak akan mengalami kenaikan pada awal 2026.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil merespons pertanyaan mengenai kelanjutan kebijakan diskon tarif listrik yang sebelumnya sempat diberlakukan.
Menurutnya, fokus pemerintah saat ini masih menjaga stabilitas harga listrik, sementara kebijakan diskon belum masuk dalam agenda pembahasan.
"Sampai dengan sekarang, harga listrik tidak naik sampai sekarang," ujar Bahlil usai mengikuti retreat di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1/2026).
Baca juga: Purbaya Cerita saat Ikut Retret di Rumah Prabowo, Suasana di Hambalang Mencekam, Kinerja Diadili
Diskon Tarif Listrik Belum Dibahas
Terkait kemungkinan pemberian diskon tarif listrik, Bahlil menyatakan hingga kini belum ada pembahasan di internal pemerintah.
"Belum ada pembahasan," katanya singkat.
Ia juga menegaskan bahwa skema subsidi listrik pada 2026 belum mengalami perubahan. Pola subsidi masih tetap mengacu pada mekanisme yang selama ini telah berjalan.
"Sampai sekarang belum ada pembahasan dan belum ada perubahan pola termasuk harga listrik tidak kita naikkan," ujar Bahlil.
Keputusan untuk menahan tarif listrik tersebut, menurut Kementerian ESDM, diambil dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional yang masih perlu dijaga stabilitasnya.
Sejalan dengan Pernyataan Menteri Keuangan
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada usulan resmi terkait pemberian insentif berupa diskon tarif listrik.
"Sampai sekarang belum ada usulan, nanti kita lihat seperti apa masukannya," ujar Purbaya dalam media briefing akhir tahun 2025, dikutip Sabtu (3/1/2026).
Purbaya menambahkan, apabila kondisi perekonomian nasional menunjukkan perbaikan pada triwulan pertama 2026, maka kebijakan diskon tarif listrik dinilai tidak diperlukan.
"Jadi kalau ekonominya sudah lari mah enggak usah. Nanti Anda doain saja saya kerjanya benar, sehingga ekonominya bagus," ucapnya.
Baca juga: Aturan Baru Purbaya, Barang Impor Nganggur 30 Hari Disita Negara, Menkeu Bersih-bersih Pelabuhan
Kilas Balik Diskon Listrik 2025
Sumber: TribunTrends.com
| Prabowo Bakal Sebar Utusan Khusus ke Seluruh BUMN, Kaget Anak Perusahaan Pertamina Tak Bisa Diaudit |
|
|---|
| Prabowo Sebut Indonesia Tak Perlu Pusing Krisis Dunia: Kita Bisa Bikin BBM dari Jagung dan Tebu |
|
|---|
| Curhat Menkeu Purbaya Diserang Netizen Soal Rupiah: Saya Dimaki-maki, Katanya Kerja Apa Saja! |
|
|---|
| Purbaya Diserang Kritik! Ekonom Sebut Kinerja Menkeu Jauh dari Janji Meski Sudah 6 Bulan Menjabat |
|
|---|
| Beda Zaman, Beda Harga: Gaji Tim Ahli Rudy Masud Lebih Mahal 3 Kali Lipat Dibanding Era Isran Noor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Menteri-Keuangan-Purbaya-Yudhi-Sadewa-menanggapi-pernyataan-Bahlil-Lahadalia.jpg)