Breaking News:

Drama MBG

Program MBG Pantang Berhenti di Tengah Libur Panjang, Murid Dipersilakan Ambil di Sekolah

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita tidak libur selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Tayang:
Editor: jonisetiawan
TribunSolo/Zharfan Muhana
MBG DI KLATEN - Siswa SMPN 2 Cawas, Kecamatan Cawas, Klaten menikmati menu makan bergizi gratis, Kamis (4/9/2025). MBG tetap tersedia selama libur, namun pelaksanaannya bergantung pada kesepakatan dengan pihak sekolah 
Ringkasan Berita:
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita tidak libur selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
  • Untuk siswa sekolah, MBG tetap tersedia selama libur, namun pelaksanaannya bergantung pada kesepakatan dengan pihak sekolah
  • Distribusi MBG dilakukan dengan dua cara

 

TRIBUNTRENDS.COM - Di tengah suasana libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, ketika aktivitas sekolah melambat dan ruang kelas ditinggalkan sementara, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tetap berjalan.

Pemerintah menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat, terutama kelompok rentan, tidak ikut libur meski kalender akademik berhenti sejenak.

Program ini tetap dilaksanakan dengan dua skema distribusi, menyesuaikan kondisi lapangan dan kesepakatan dengan masing-masing sekolah.

Baca juga: Out of The Box! Pengantar MBG Hibur Siswa SD, Pakai Kostum Power Rangers Beri Gesgtur Finger Heart

Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita Dipastikan Tak Libur

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa MBG bagi kelompok 3B ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal tanpa jeda.

Sementara itu, untuk anak-anak sekolah, pelaksanaan MBG selama libur akhir tahun bersifat fleksibel dan sangat bergantung pada kesepakatan antara BGN dan pihak sekolah.

“Program MBG untuk 3B, Bumil (ibu hamil), Busui (ibu menyusui), dan Balita tidak libur.

Sedangkan untuk anak-anak sekolah tergantung kesepakatan dengan pihak sekolah, kalau muridnya mau ambil di sekolah ya kita kasih, kalau tidak mau ya tidak kita kasih,” kata Nanik saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/12/2025).

Penampakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 103 Bontompare, Sinjai, Jumat (24/10/2025).
Penampakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 103 Bontompare, Sinjai, Jumat (24/10/2025). (Facebook/elhaudin)

Skema Pertama: Murid Datang ke Sekolah Saat Libur

Dalam skema pertama, siswa tetap dipersilakan datang ke sekolah meski sedang libur untuk mengambil MBG.

Anak-anak yang hadir akan menerima makanan siap santap yang langsung bisa dikonsumsi di lokasi.

Model ini memberikan ruang bagi sekolah dan siswa yang tetap ingin memanfaatkan program MBG meskipun kegiatan belajar mengajar sedang berhenti.

Baca juga: Prabowo Jenguk Siswa Korban Tabrakan Mobil MBG, Janji Kirim Bubur Ayam: Gigi Belum Kuat Ngunyah

Skema Kedua: Ambil MBG, Tapi Tidak Setiap Hari

Skema kedua memberikan kelonggaran lebih besar. Murid tetap bisa mengambil MBG ke sekolah, namun tidak dilakukan setiap hari.

Skema ini mengacu pada Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah, yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025.

Dalam pedoman tersebut, paket MBG selama libur sekolah dirancang dalam bentuk kombinasi:

  • satu paket makanan siap santap, dan
  • dua paket makanan kemasan tahan lama.

Dengan skema ini, siswa tetap memperoleh asupan gizi seimbang, meski tidak datang ke sekolah setiap hari.

Frekuensi Distribusi Maksimal Dua Kali Sepekan

Aturan tersebut juga menetapkan bahwa pendistribusian MBG selama masa libur sekolah dilakukan maksimal dua kali dalam sepekan.

Paket yang diberikan merupakan kombinasi makanan siap santap yang dimakan di sekolah dan makanan kemasan yang dapat dibawa pulang.

Dengan demikian, keberlanjutan pemenuhan gizi tetap terjaga tanpa membebani siswa atau sekolah di tengah masa liburan.

Menu Khusus untuk Dibawa Pulang

Nanik menjelaskan bahwa menu MBG yang dibawa pulang selama libur sekolah bukan makanan olahan basah, melainkan jenis makanan kering atau tahan lama.

“Selama libur memperoleh makanan kering (tidak diolah), seperti buah, roti buatan UMKM, susu, dan telur (terutama telur asin),” ujarnya.

Menu ini dipilih agar tetap aman, praktis, dan bernilai gizi, meski tidak langsung dikonsumsi di sekolah.

Baca juga: Sopir MBG Ternyata Hanya Sopir Pengganti, Ngaku Rem Mobil Tak Pakem, Ternyata Salah Injak Pedal Gas

Semua Tetap Berdasarkan Kesepakatan

Meski skema telah disiapkan, Nanik menegaskan bahwa pelaksanaan di lapangan tetap mengedepankan kesepakatan dengan pihak sekolah.

Tidak ada unsur paksaan dalam distribusi MBG selama libur.

“Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar.

Tapi ini sifatnya ada kesepakatan dengan pihak sekolah, ya. Kalau pihak sekolah tidak mau terima, ya kita tidak memaksa,” tuturnya.

Jadwal Libur Akhir Tahun Sekolah

Sebagai informasi, libur akhir tahun bagi siswa merupakan libur semester genap yang bertepatan dengan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Meski jadwal libur antarprovinsi bervariasi, secara umum sekolah mulai libur pada 22 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026.

Di tengah libur panjang itu, MBG tetap hadir sebagai penyangga gizi, memastikan bahwa hak dasar anak dan kelompok rentan tetap terpenuhi, bahkan ketika aktivitas sekolah berhenti sementara.

***

(TribunTrends/Sebagian artikel diolah dari Kompas)

Tags:
MBGMakan Bergizi Gratislibur
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved