Breaking News:

Banjir Sumatera

Bahlil Lahadalia Dituduh Berbohong, Presiden Prabowo Minta Maaf: Listrik Belum Menyala Merata

Presiden Prabowo Subianto minta maaf kepada masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera karena listrik belum sepenuhnya menyala.

Penulis: Amir M
Editor: Amir M
Sekretariat Presiden | Tribunnews/ Taufik Ismail
PRABOWO BAHLIL - Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil Lahadalia dikritik keras karena melaporkan kepada Presiden Prabowo pada tanggal 7 dan 8 Desember 2025 listrik di Aceh sudah menyala 93 persen dan 97 persen. 

Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada warga terdampak banjir dan longsor di Sumatera karena sejumlah kebutuhan, termasuk listrik di Aceh Tamiang, belum terpenuhi, meski pemerintah terus berupaya melakukan pemulihan. 
  • Di sisi lain, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dikritik karena memberikan laporan yang dinilai tidak akurat terkait persentase listrik yang menyala di Aceh, sehingga memicu protes dari warga dan anggota DPR. 
  • Setelah polemik tersebut, Bahlil menyampaikan permintaan maafnya.

TRIBUNTRENDS.COM - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.

Hal itu terkait dengan beberapa kebutuhan mereka belum terpenuhi, termasuk listrik yang belum sepenuhnya menyala di wilayah Aceh Tamiang.

Permintaan maaf itu disampaikan kepada para pengungsi di Desa Sukajadi, Karang Baru, Aceh Tamiang, pada Jumat (12/12/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga memastikan bahwa pemerintah akan terus membantu dan berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah akan turun akan membantu semuanya, saya minta maaf kalau masih ada yang belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya, listrik," kata Presiden Prabowo Subianto dikutip dari KOMPAS.COM.

Presiden Prabowo Subianto kemudian menanyakan kepastian listrik menyala kepada Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi.

Ia menjelaskan bahwa listrik sudah mulai menyala secara bertahap. 

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa pemerintah akan selalu berusaha, meski situasi di lapangan sering kali sulit dan menantang, sehingga diperlukan upaya bersama agar kondisi masyarakat dapat segera pulih dan kembali normal.

"Ya kita berusaha kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama, saya kira itu saja, ya. 

Mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," pungkas Presiden Prabowo Subianto.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berbohong?

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Minera (ESDM) Bahlil Lahadalia dikritik keras karena melaporkan kepada Presiden Prabowo pada tanggal 7 dan 8 Desember 2025 listrik di Aceh sudah menyala 93 persen dan 97 persen.

Padahal kenyataannya, saat itu, mayoritas listrik di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor masih dalam keadaan padam.

Pernyataan Bahlil ini diprotes warga Aceh, bahkan anggota DPR RI dari Partai Gerindra Teuku Abdul Khalid pun meminta agar Bahlil tidak memberikan data yang bohong ke presiden. 

Teuku Abdul Khalid menilai laporan Bahlil ke Presiden Prabowo tidak akurat.

"Saat ini baru 60 persen listrik menyala di 18 kabupaten/kota yang terdampak banjir dan longsor di Aceh. 

Halaman 1/2
Tags:
banjir SumateraBahlil LahadaliaPrabowo SubiantoAceh Tamiang
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved