Breaking News:

Banjir Sumatera

Demi Bertahan Hidup, Rahmat Nekat Susuri Banjir Aceh 7 Jam Cari Beras: Keluarga Kelaparan!

Rahmat rela menyusuri banjir Aceh selama tujuh jam demi beras untuk keluarganya yang kelaparan karena banjir Sumatera.

Tayang:
Penulis: Amir M
Editor: Amir M
Kompas.com/HUMAS ACEH TIMUR// ANTARA FOTO/AMPELSA
BANJIR ACEH - Rahmat (45) warga Desa Sejudo dan Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Utara, Minggu (30/11/2025) (Kiri). Warga menyaksikan sejumlah rumah rusak tertimbun lumpur dan sampah kayu pascabanjir bandang di Desa Manyang Cut, Kecamatan Mereudu, Kabupaten Pidie, Aceh, Kamis (27/11/2025). Gubernur Aceh Muzakir Manaf menetapkan status darurat bencana hidrometerologi setelah 16 kabupaten/kota di Aceh dilanda banjir hingga longsor, terhitung 28 November hingga 11 Desember 2025  

Ringkasan Berita:
  • Rahmat, warga Aceh Utara, terpaksa menembus banjir dan longsor demi mencari makanan setelah enam hari keluarganya terisolasi dan kehabisan persediaan. 
  • Ia berjalan kaki dua jam, lalu melanjutkan dengan motor dan menumpang mobil perusahaan hingga menempuh perjalanan tujuh jam untuk mendapatkan beras dan bahan pangan lainnya. 
  • Setelah memperoleh satu karung beras, ia kembali ke desanya dengan bantuan tim gabungan hingga batas aman, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan motornya.

TRIBUNTRENDS.COM - Seorang korban banjir Sumatera, tepatnya di Aceh, berjuang keras untuk bisa bertahan hidup di tengah bencana.

Ia rela menyusuri banjir Aceh selama tujuh jam demi beras untuk keluarganya yang kelaparan.

Seperti apa kisah lengkapnya?

Rahmat (45), adalah warga yang tinggal di Desa Sejudo dan Desa Sahraja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Utara.

Ia terpaksa menerabas banjir dan longsor agar bisa mendapatkan bahan makanan untuk keluarganya pada Minggu (30/11/2025).

"Kalau tidak turun, kami kelaparan," ucap Rahmat dikutip dari KOMPAS.com, Senin (1/12/2025).

Rahmat menceritakan bahwa selama enam hari ia dan keluarganya bertahan di area pegunungan.

Hal itu membuat mereka kehabisan bahan makanan dan bahkan pakaian.

"Kami kekurangan air minum, beras, bahan pangan lain, dan pakaian," katanya.

Saat hendak turun, jalanan tertimbun longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

Hal itu membuatnya terpaksa berjakan kaki selama dua jam.

Setelah berjalan kaki, ia mengendarai sepeda motor, dan menumpang mobil perusahaan di pedalaman kabupaten itu demi menyelamatkan keluarganya yang kelaparan.

Butuh waktu tujuh jam baginya untuk menuju ibu kota kabupaten untuk mencari bahan makanan.

Ia khirnya tiba di pendopo Bupati Aceh Timur di Idi, Aceh Timur.

Rahmat pun membawa satu karung beras berisi 50 kilogram dan bahan makanan lainnya yang bisa dibawa dengan sepeda motor.

Halaman 1/2
Tags:
Acehbanjir Sumatera
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved