Breaking News:

Viral! Seniman di Yogyakarta Diminta Hapus Mural Bertuliskan Awas Intel oleh Polisi

Lagi ramai jadi perbincangan, seniman asal Yogyakarta diminta hapus mural bertuliskan Awas Intel oleh seorang yang mengaku sebagai polisi.

Editor: Sinta Darmastri
Instagram @lbhyogyakarta
MURAL YANG DIHAPUS - Lagi ramai jadi perbincangan, seniman asal Yogyakarta diminta hapus mural bertuliskan Awas Intel oleh seorang yang mengaku sebagai polisi. 

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah mural bertuliskan “Awas Intel” yang sempat mencuri perhatian di Jalan Brigjen Katamso, Kota Yogyakarta, tiba-tiba dihapus oleh orang tak dikenal.

Penghapusan ini terjadi hanya beberapa hari setelah para seniman yang menggarap mural tersebut didatangi sekelompok orang yang mengaku sebagai aparat kepolisian.

Tak hanya mural “Awas Intel”, karya lain bertuliskan “RESET MENGGILA(S)” yang dibuat di area Jembatan Kleringan juga ikut dihapus.

Padahal, kawasan itu selama ini dikenal sebagai ruang berekspresi terbuka bagi para seniman mural di Yogyakarta.

Salah satu seniman yang terlibat, Tinky Twenty, menceritakan bahwa ia bersama sekitar 25 rekannya membuat mural tersebut pada Senin, 1 September 2025.

Namun, ketika mereka tengah menggambar di lokasi, sekelompok orang tak dikenal datang menghampiri mereka dan meminta agar tulisan "Awas Intel" dihapus.

“Mereka menyarankan kami membuat mural yang lebih indah,” ungkap Tinky saat ditemui pada Rabu (3/9/2025).

Tak lama setelah pertemuan itu, mural-mural yang telah mereka buat mendadak hilang dihapus tanpa sepengetahuan para pembuatnya. Tinky menduga kuat bahwa penghapusan tersebut berkaitan dengan insiden malam sebelumnya.

“Akhirnya mural kami dihapus. Entah oleh siapa, tapi jelas penghapusan itu terjadi karena malam sebelumnya ada segerombolan orang yang mengaku polisi mendatangi kami saat menggambar,” ujar Tinky.

Polisi Mengaku Hanya Menegur

Pihak kepolisian setempat tak membantah bahwa ada interaksi antara aparat dan para seniman mural. Iptu Gandung Harjunadi, yang menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pj) Kasi Humas Polresta Yogyakarta, menyatakan bahwa pihaknya memang sempat mengajak para seniman untuk membuat karya yang tidak bersifat provokatif.

“Istilahnya mengajak seniman-seniman mural untuk membuat tulisan yang tidak memprovokasi. Jogja pengennya kita jaga bersama. Jangan sampai seperti kota-kota yang lain,” kata Gandung.

Ia juga menyampaikan bahwa Kapolresta Yogyakarta menginginkan agar para seniman tetap berkarya, namun dengan memperhatikan suasana kondusif di wilayah tersebut.

“Kemarin Pak Kapolres ngajaknya seperti itu. Nulisnya jangan provokatif. Seniman silakan dilanjutkan, setelah itu kita jaga kondusifitas kota Jogja,” imbuhnya.

Meski demikian, Gandung mengaku tidak mengetahui siapa yang sebenarnya melakukan penghapusan mural-mural tersebut.

“Ora ngerti sing hapus sopo yo ra ngerti (tidak tahu siapa yang menghapus, juga tidak tahu),” jelasnya.

Pembungkaman yang Berulang?

Tinky sendiri menyebut bahwa ini bukan pertama kalinya karya seninya dihapus. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya, mural yang bernuansa kritik terhadap pemerintahan juga pernah mengalami nasib serupa.

“Seperti peristiwa mural Jokowi. Baru jadi, tidak sampai 24 jam dibungkam, kali ini pun sama,” ujarnya.

Saat ini, dari seluruh karya yang sempat dibuat, hanya satu mural yang masih bertahan: mural bertuliskan “Reset System” yang berada di simpang empat Pojok Beteng Wetan, tepatnya di bagian atas tembok.

Diolah dari artikel KOMPAS.com

Sumber: Kompas.com
Tags:
muralsenimanYogyakarta
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved